<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peluang Kembangkan Bisnis CNG Lebih Besar</title><description>Peluang besar dalam mengembangkan alternatif bahan bakar gas jenis  compressed natural gas (CNG) lebih tinggi sebagai bahan bakar  transportasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/19/578805/peluang-kembangkan-bisnis-cng-lebih-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/19/578805/peluang-kembangkan-bisnis-cng-lebih-besar"/><item><title>Peluang Kembangkan Bisnis CNG Lebih Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/19/578805/peluang-kembangkan-bisnis-cng-lebih-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/19/578805/peluang-kembangkan-bisnis-cng-lebih-besar</guid><pubDate>Senin 20 Februari 2012 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/20/19/578805/CcEhlmfqeV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tabung Converter Kit. Foto: okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/20/19/578805/CcEhlmfqeV.jpg</image><title>Tabung Converter Kit. Foto: okezone</title></images><description>JAKARTA - Peluang besar dalam mengembangkan alternatif bahan bakar gas jenis compressed natural gas (CNG) lebih tinggi sebagai bahan bakar transportasi.Pengamat energi Komaidi menekankan secara umum bahwa CNG kaitannya dengan produksi gas di Indonesia masih terbesar di Asia.Tak kurang, diakuinya, nilainya sebesar delapan BCFD yang dihasilkan dari perut bumi negeri ini. Sementara jika bicara LGV, produksi dalam negeri saja masih terbatas, sehingga masih diperlukan impor untuk memenuhi ketersediaan pasokannya.&quot;Kalau soal harga, CNG komersial tanpa subsidi yang sekarang dijual itu lebih murah dibandingkan dengan BBM dan LGV. LGV itu harganya sudah Rp6.000 di pasar, sementara CNG itu harganya Rp3.000 kurang di Pertamina. CNG itu bukan barang baru kok, dari 1995 sudah dikembangkan, bahkan sudah memiliki 16 SPBG yang beroperasi. Nah, dari sini kan kelihatan bakal optimal penghematan subsidi BBM itu,&amp;rdquo; jelasnya, di Jakarta, Senin (20/2/2012).Lebih jauh, diungkapkannya, bahwa dengan memanfaatkan CNG sebagai BBG ini, akan ada potensi untuk pengembangan infrastruktur pipeless melalui penyediaan mother atau daughter station. Dengan begitu dipastikan dapat menjangkau wilayah yang jauh dari fasilitas jaringan pipa.&quot;Secara teknis yang pertama dibutuhkan tentu pipanisasi, karena gas sifatnya harus didistribusikan melalui pipa. Sebenarnya ada teknologi distribusi yang canggih namun agak mahal,&quot;tuturnya seraya menekankan LVG itu penggunaannya lebih diprioritaskan untuk rumah tangga ketimbang transportasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Peluang besar dalam mengembangkan alternatif bahan bakar gas jenis compressed natural gas (CNG) lebih tinggi sebagai bahan bakar transportasi.Pengamat energi Komaidi menekankan secara umum bahwa CNG kaitannya dengan produksi gas di Indonesia masih terbesar di Asia.Tak kurang, diakuinya, nilainya sebesar delapan BCFD yang dihasilkan dari perut bumi negeri ini. Sementara jika bicara LGV, produksi dalam negeri saja masih terbatas, sehingga masih diperlukan impor untuk memenuhi ketersediaan pasokannya.&quot;Kalau soal harga, CNG komersial tanpa subsidi yang sekarang dijual itu lebih murah dibandingkan dengan BBM dan LGV. LGV itu harganya sudah Rp6.000 di pasar, sementara CNG itu harganya Rp3.000 kurang di Pertamina. CNG itu bukan barang baru kok, dari 1995 sudah dikembangkan, bahkan sudah memiliki 16 SPBG yang beroperasi. Nah, dari sini kan kelihatan bakal optimal penghematan subsidi BBM itu,&amp;rdquo; jelasnya, di Jakarta, Senin (20/2/2012).Lebih jauh, diungkapkannya, bahwa dengan memanfaatkan CNG sebagai BBG ini, akan ada potensi untuk pengembangan infrastruktur pipeless melalui penyediaan mother atau daughter station. Dengan begitu dipastikan dapat menjangkau wilayah yang jauh dari fasilitas jaringan pipa.&quot;Secara teknis yang pertama dibutuhkan tentu pipanisasi, karena gas sifatnya harus didistribusikan melalui pipa. Sebenarnya ada teknologi distribusi yang canggih namun agak mahal,&quot;tuturnya seraya menekankan LVG itu penggunaannya lebih diprioritaskan untuk rumah tangga ketimbang transportasi.</content:encoded></item></channel></rss>
