<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tertekan Dolar AS, Rupiah Melemah Tipis</title><description>Apresiasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) cenderung menguat.  Hasilnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar pada awal minggu ini ditutup  melemah tipis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/278/579021/tertekan-dolar-as-rupiah-melemah-tipis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/278/579021/tertekan-dolar-as-rupiah-melemah-tipis"/><item><title> Tertekan Dolar AS, Rupiah Melemah Tipis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/278/579021/tertekan-dolar-as-rupiah-melemah-tipis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/278/579021/tertekan-dolar-as-rupiah-melemah-tipis</guid><pubDate>Senin 20 Februari 2012 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/20/278/579021/vI8leDBVxh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/20/278/579021/vI8leDBVxh.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Apresiasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) cenderung menguat. Hasilnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar pada awal minggu ini ditutup melemah tipis.Mengutip yahoofinance, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp9.014 per USD, dengan rata-rata perdagangan harian di kisaran Rp8.995-Rp9.032 per USD. Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah bercokol di Rp9.035 dengan rata-rata perdagangan Rp8.990-Rp9.080 per USD.Riset Samuel Sekuritas mengungkapkan sentimen global cenderung masih positif didukung data penjualan rumah AS yang membaik disertai keputusan bank sentral China menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) bank, sehingga pasar Asia akan positif.&quot;Tetapi tidak untuk rupiah karena kedua faktor tersebut, cenderung menguatkan mata dolar AS,&quot; ungkap riset tersebut di Jakarta, Senin (20/2/2012).Treasury Analyst Telkom Sigma Rahadyo Anggoro mengatakan rupiah cenderung bergerak sideways di level Rp8.985-9.025 per USD. Adapun yang mempengaruhi adalah pengaruh Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pada Jumat yang menyatakan belum adanya kepastian tentang quantitative easing karena pemerintah masih melihat data-data ekonomi Amerika yang akan keluar.&quot;Penyelesaian krisis Zona Eropa ikut berpengaruh terhadap pergerakan euro. Mundurnya jadwal pemberian paket bantuan Yunani sempat membuat euro bergerak untuk mencairkan dana talangan kepada Yunani,&quot; katanya.Selain itu, mundurnya Presiden Jerman Christian Wulff membuat terganggunya stabilitas di Jerman. Sedangkan dari dalam negeri yag mempengaruhi adalah kekhawatiran pemerintah akan terganggunya angka ekspor.&quot;Tren penurunan ekspor ini sudah dalam lima bulan terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peranan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi tahun lalu sebesar 26,3 persen. Melemahnya ekspor akibat krisis yang terjadi di Eropa,&quot; tandasnya. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Apresiasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) cenderung menguat. Hasilnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar pada awal minggu ini ditutup melemah tipis.Mengutip yahoofinance, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp9.014 per USD, dengan rata-rata perdagangan harian di kisaran Rp8.995-Rp9.032 per USD. Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah bercokol di Rp9.035 dengan rata-rata perdagangan Rp8.990-Rp9.080 per USD.Riset Samuel Sekuritas mengungkapkan sentimen global cenderung masih positif didukung data penjualan rumah AS yang membaik disertai keputusan bank sentral China menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) bank, sehingga pasar Asia akan positif.&quot;Tetapi tidak untuk rupiah karena kedua faktor tersebut, cenderung menguatkan mata dolar AS,&quot; ungkap riset tersebut di Jakarta, Senin (20/2/2012).Treasury Analyst Telkom Sigma Rahadyo Anggoro mengatakan rupiah cenderung bergerak sideways di level Rp8.985-9.025 per USD. Adapun yang mempengaruhi adalah pengaruh Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pada Jumat yang menyatakan belum adanya kepastian tentang quantitative easing karena pemerintah masih melihat data-data ekonomi Amerika yang akan keluar.&quot;Penyelesaian krisis Zona Eropa ikut berpengaruh terhadap pergerakan euro. Mundurnya jadwal pemberian paket bantuan Yunani sempat membuat euro bergerak untuk mencairkan dana talangan kepada Yunani,&quot; katanya.Selain itu, mundurnya Presiden Jerman Christian Wulff membuat terganggunya stabilitas di Jerman. Sedangkan dari dalam negeri yag mempengaruhi adalah kekhawatiran pemerintah akan terganggunya angka ekspor.&quot;Tren penurunan ekspor ini sudah dalam lima bulan terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peranan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi tahun lalu sebesar 26,3 persen. Melemahnya ekspor akibat krisis yang terjadi di Eropa,&quot; tandasnya. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
