<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kerjasama Ketahanan Pangan Diperluas</title><description>Setelah bekerjasama dengan negara Asean, pemerintah akan memperluas  kerjasama international dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/320/579218/kerjasama-ketahanan-pangan-diperluas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/320/579218/kerjasama-ketahanan-pangan-diperluas"/><item><title> Kerjasama Ketahanan Pangan Diperluas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/320/579218/kerjasama-ketahanan-pangan-diperluas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/320/579218/kerjasama-ketahanan-pangan-diperluas</guid><pubDate>Senin 20 Februari 2012 19:35 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/20/320/579218/RXd2Hzy1zO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/20/320/579218/RXd2Hzy1zO.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Setelah bekerjasama dengan negara Asean, pemerintah akan memperluas kerjasama international dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan.Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, menjelaskan kerjasama international tersebut diluar kerja sama Asean plus 3. Indonesia sendiri sudah menjajaki bekerja sama dengan beberapa negara, diantaranya Jepang dan Amerika Serikat (AS) guna meperluas kerjasama internatioanal tersebut.&quot;ya kerjasama diperluas dengan siapa saja yang mau kerjasama. Bisa Amerika serikat (AS), bisa Jepang, ya siapa saja yang mau. Pokoknya negara-negara yang jago dalam soal ketahanan pangan&quot; ungkap dia usai mengahdiri Rakor ketahanan pangan, di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (20/2/2012).Menurutnya, konteks kerjasama nantinya akan meluas pembahasannya, seperti revitalisasi pertanian. &quot;Misalnya irigasi, kelembagaan di lapangan. Biar bagaimanapun supply change yang paling nyaman adalah bagaimana produksi diperkuat,&quot; paparnya.Selain itu, hal ini dapat memperkuat cadangan beras sehingga, target pemerintah meiliki surplus beras 10 juta ton pada 2014 dapat tercapai.&quot;Lita tidak ingin impor, tapi sebelum kita yakin 2014 10 jt ton, itu artinya kita masih menginginkan opsi-opsi lain untuk memperkuat cadangan. Dengan catatan, itu kalau keadaan di dunia memburuk, tapi kalau keadaan di dunia managable, kita tidak perlu melakukan perluasan dari respon itu, cukuplah yang penting 2012 kita coba,&quot; urai Rusman.Namun, Rusman mengaku hal ini masih dalam pembahasan dengan Kementerian Lembaga (K/L) yang terkait, seperti kementerian perdagangan. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah bekerjasama dengan negara Asean, pemerintah akan memperluas kerjasama international dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan.Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, menjelaskan kerjasama international tersebut diluar kerja sama Asean plus 3. Indonesia sendiri sudah menjajaki bekerja sama dengan beberapa negara, diantaranya Jepang dan Amerika Serikat (AS) guna meperluas kerjasama internatioanal tersebut.&quot;ya kerjasama diperluas dengan siapa saja yang mau kerjasama. Bisa Amerika serikat (AS), bisa Jepang, ya siapa saja yang mau. Pokoknya negara-negara yang jago dalam soal ketahanan pangan&quot; ungkap dia usai mengahdiri Rakor ketahanan pangan, di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (20/2/2012).Menurutnya, konteks kerjasama nantinya akan meluas pembahasannya, seperti revitalisasi pertanian. &quot;Misalnya irigasi, kelembagaan di lapangan. Biar bagaimanapun supply change yang paling nyaman adalah bagaimana produksi diperkuat,&quot; paparnya.Selain itu, hal ini dapat memperkuat cadangan beras sehingga, target pemerintah meiliki surplus beras 10 juta ton pada 2014 dapat tercapai.&quot;Lita tidak ingin impor, tapi sebelum kita yakin 2014 10 jt ton, itu artinya kita masih menginginkan opsi-opsi lain untuk memperkuat cadangan. Dengan catatan, itu kalau keadaan di dunia memburuk, tapi kalau keadaan di dunia managable, kita tidak perlu melakukan perluasan dari respon itu, cukuplah yang penting 2012 kita coba,&quot; urai Rusman.Namun, Rusman mengaku hal ini masih dalam pembahasan dengan Kementerian Lembaga (K/L) yang terkait, seperti kementerian perdagangan. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
