<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Bulog: Sebenarnya Kami Tidak Ingin Impor Beras</title><description>Bulog menegaskan tidak ada sama sekali keinginan  untuk melakukan impor beras guna memenuhi penyediaan stok beras yang di  dalam negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/320/579234/bulog-sebenarnya-kami-tidak-ingin-impor-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/320/579234/bulog-sebenarnya-kami-tidak-ingin-impor-beras"/><item><title> Bulog: Sebenarnya Kami Tidak Ingin Impor Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/320/579234/bulog-sebenarnya-kami-tidak-ingin-impor-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/20/320/579234/bulog-sebenarnya-kami-tidak-ingin-impor-beras</guid><pubDate>Senin 20 Februari 2012 19:39 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/20/320/579234/IzmD1LdKe4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/20/320/579234/IzmD1LdKe4.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Badan Urusan Logistik (Bulog) menegaskan tidak ada sama sekali keinginan untuk melakukan impor beras guna memenuhi penyediaan stok beras yang di dalam negeri.&quot;Kita itu sebetulnya tidak mau mengimpor beras, tapi menyerap produksi dalam negeri sebanyak-banyaknya,&quot; ungkap Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso kala ditemui usai Rakor Pangan, di kantor Kementerian Perekonomian di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (20/2/2012).Oleh karena itu, Bulog telah menyiapkan Letter of Credit (L/C) sebesar Rp3 triliun untuk menyerap produksi dalam negeri.&quot;Kita bekerja keras untuk mendapatkan pengadaan dalam negeri, Bulog melakukan berbagai langkah, dengan menyediakan L/C Rp3 triliun yang kita kirim ke daerah,&quot; tuturnya.Menurutnya, pada musim panen bulan ini, pihaknya telah menyerap sekira 16 ribu ton beras produksi dalam negeri. &quot;Bulog untuk panen hari ini telah menyerap 16 ribu ton kontrak seluruh Indonesia. Itu di Jawa Tengah yang paling banyak, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara,&quot; paparnya.selain itu, Sutarto juga menyatakan harga untuk pembelian beras yang telah ditetapkan sebesar Rp6.500 untuk P.Jawa dan Rp6.600 untuk Aceh. &quot;Di saat HPP Rp 5.060, kita berani Rp 6.500 di Pulau Jawa dan Rp 6.600 untuk Aceh,&quot; Kata sutarto.Di sisi lain, terkait kebijakan impor, pihaknya belum memastikan jumlah beras yang akan diimpor. Sutarto hanya memastikan Bulog kan terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara pengimpor seperti Vietnam, Thailand, dan India.&quot;Produksi dunia cukup baik, harga cukup bagus, negara-negara pengekspor ini hanya Vietnam dan Thailand, India juga mengekspor jadi harga dunia cenderung turun. Tapi kalau bisa tidak impor, tapi tetap menjaga hubungan,&quot; pungkasnya. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Urusan Logistik (Bulog) menegaskan tidak ada sama sekali keinginan untuk melakukan impor beras guna memenuhi penyediaan stok beras yang di dalam negeri.&quot;Kita itu sebetulnya tidak mau mengimpor beras, tapi menyerap produksi dalam negeri sebanyak-banyaknya,&quot; ungkap Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso kala ditemui usai Rakor Pangan, di kantor Kementerian Perekonomian di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (20/2/2012).Oleh karena itu, Bulog telah menyiapkan Letter of Credit (L/C) sebesar Rp3 triliun untuk menyerap produksi dalam negeri.&quot;Kita bekerja keras untuk mendapatkan pengadaan dalam negeri, Bulog melakukan berbagai langkah, dengan menyediakan L/C Rp3 triliun yang kita kirim ke daerah,&quot; tuturnya.Menurutnya, pada musim panen bulan ini, pihaknya telah menyerap sekira 16 ribu ton beras produksi dalam negeri. &quot;Bulog untuk panen hari ini telah menyerap 16 ribu ton kontrak seluruh Indonesia. Itu di Jawa Tengah yang paling banyak, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara,&quot; paparnya.selain itu, Sutarto juga menyatakan harga untuk pembelian beras yang telah ditetapkan sebesar Rp6.500 untuk P.Jawa dan Rp6.600 untuk Aceh. &quot;Di saat HPP Rp 5.060, kita berani Rp 6.500 di Pulau Jawa dan Rp 6.600 untuk Aceh,&quot; Kata sutarto.Di sisi lain, terkait kebijakan impor, pihaknya belum memastikan jumlah beras yang akan diimpor. Sutarto hanya memastikan Bulog kan terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara pengimpor seperti Vietnam, Thailand, dan India.&quot;Produksi dunia cukup baik, harga cukup bagus, negara-negara pengekspor ini hanya Vietnam dan Thailand, India juga mengekspor jadi harga dunia cenderung turun. Tapi kalau bisa tidak impor, tapi tetap menjaga hubungan,&quot; pungkasnya. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
