<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelompok Tani Dukung Pemprov Jatim Tolak Terminal Holtikutura</title><description>Dengan dibangunnya terminal Impor Holtikultura itu akan  mengancam hasil holtikultura lokal di Jawa Timur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/22/320/580425/kelompok-tani-dukung-pemprov-jatim-tolak-terminal-holtikutura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/22/320/580425/kelompok-tani-dukung-pemprov-jatim-tolak-terminal-holtikutura"/><item><title>Kelompok Tani Dukung Pemprov Jatim Tolak Terminal Holtikutura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/22/320/580425/kelompok-tani-dukung-pemprov-jatim-tolak-terminal-holtikutura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/22/320/580425/kelompok-tani-dukung-pemprov-jatim-tolak-terminal-holtikutura</guid><pubDate>Rabu 22 Februari 2012 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/22/320/580425/ftML4DTjWz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/22/320/580425/ftML4DTjWz.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>SURABAYA - Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur  untuk menolak pembangunan Terminal Impor Holtikultura di Pelabuhan Tanjung  Perak, menuai dukungan dari kelompok tani. Alasannya, pembangunan terminal itu  akan membuat petani kian menderita.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Kelompok Tani Kelurahan Made, Lakarsantri  Surabaya Nasih Fahmi, dengan dibangunnya terminal Impor Holtikultura itu akan  mengancam hasil holtikultura lokal di Jawa Timur.
&amp;nbsp;
&quot;Sejak wacana pembangunan terminal impor holtikultura itu  mencuat maka banyak petani yang resah,&quot; kata Fahmi, di Surabaya, Rabu  (22/2/2012).
&amp;nbsp;
Ia menegaskan, kelompok tani mendukung upaya Pemprov Jatim  untuk menolak pembangunan terminal tersebut. Rencananya, pembangunan terminal  tersebut akan dimulai pada Maret mendatang.
&amp;nbsp;
Sementara itu, salah satu petani cabai di Kawasan Made  Sartono mengatakan, jika pembangunan direalisasikan maka akan berdampak dengan  dengan hasil tanaman agro petani. Tentunya, banyaknya sayur mayur impor membuat  harga Holtikultura lokal akan merosot tajam.
&amp;nbsp;
&quot;Tentunya akan mengancam kelangsungan hidup petani yang  sebagian besar mengandalkan hasil bumi agro sebagai mata pencaharian,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulloh Yusuf meminta  pembangunan terminal impor sebaiknya dipindahkan ke pelabuhan lain di daerah  yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah itu.
&amp;nbsp;
Terlebih lagi, hasil komoditi Holtikultura lokal di Jawa  Timur sedikitnya memberikan kontribusi 30 persen kebutuhan sayur mayur di  Indonesia. Pemprov Jatim sendiri sudah melayangkan surat kepada presiden untuk  meninjau ulang surat keputusan menteri pertanian terkait rencana pembangunan  terminal Holtikultura impor agar Jawa Timur itu. (mrt)
</description><content:encoded>SURABAYA - Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur  untuk menolak pembangunan Terminal Impor Holtikultura di Pelabuhan Tanjung  Perak, menuai dukungan dari kelompok tani. Alasannya, pembangunan terminal itu  akan membuat petani kian menderita.
&amp;nbsp;
Menurut Ketua Kelompok Tani Kelurahan Made, Lakarsantri  Surabaya Nasih Fahmi, dengan dibangunnya terminal Impor Holtikultura itu akan  mengancam hasil holtikultura lokal di Jawa Timur.
&amp;nbsp;
&quot;Sejak wacana pembangunan terminal impor holtikultura itu  mencuat maka banyak petani yang resah,&quot; kata Fahmi, di Surabaya, Rabu  (22/2/2012).
&amp;nbsp;
Ia menegaskan, kelompok tani mendukung upaya Pemprov Jatim  untuk menolak pembangunan terminal tersebut. Rencananya, pembangunan terminal  tersebut akan dimulai pada Maret mendatang.
&amp;nbsp;
Sementara itu, salah satu petani cabai di Kawasan Made  Sartono mengatakan, jika pembangunan direalisasikan maka akan berdampak dengan  dengan hasil tanaman agro petani. Tentunya, banyaknya sayur mayur impor membuat  harga Holtikultura lokal akan merosot tajam.
&amp;nbsp;
&quot;Tentunya akan mengancam kelangsungan hidup petani yang  sebagian besar mengandalkan hasil bumi agro sebagai mata pencaharian,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulloh Yusuf meminta  pembangunan terminal impor sebaiknya dipindahkan ke pelabuhan lain di daerah  yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah itu.
&amp;nbsp;
Terlebih lagi, hasil komoditi Holtikultura lokal di Jawa  Timur sedikitnya memberikan kontribusi 30 persen kebutuhan sayur mayur di  Indonesia. Pemprov Jatim sendiri sudah melayangkan surat kepada presiden untuk  meninjau ulang surat keputusan menteri pertanian terkait rencana pembangunan  terminal Holtikultura impor agar Jawa Timur itu. (mrt)
</content:encoded></item></channel></rss>
