<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI : Pemerintah Tak Serius Urus Suplai Pangan</title><description>Bank Indonesia (BI) menilai pemerintah Indonesia tidak serius menangani  struktur pasar yang berasal dari sisi suplai khususnya di sektor  pangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/23/320/581065/bi-pemerintah-tak-serius-urus-suplai-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/23/320/581065/bi-pemerintah-tak-serius-urus-suplai-pangan"/><item><title>BI : Pemerintah Tak Serius Urus Suplai Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/23/320/581065/bi-pemerintah-tak-serius-urus-suplai-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/23/320/581065/bi-pemerintah-tak-serius-urus-suplai-pangan</guid><pubDate>Kamis 23 Februari 2012 12:26 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/23/320/581065/GDnQYwyDA5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/23/320/581065/GDnQYwyDA5.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai pemerintah Indonesia tidak serius menangani struktur pasar yang berasal dari sisi suplai khususnya di sektor pangan.Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, hal ini menyebabkan begitu mudahnya inflasi naik karena kenaikan permintaan di sektor pangan.&quot;Di wilayah moneter, kalau inflasi di Indonesia, benar-benar masalah suplai, artinya inflasi itu naik kalau bahan pangan naik harganya. Kalau produksi enggak bagus, bukan cuma infrastruktur dan iklim yang enggak bagus sehingga administered price-nya berubah. Itu semua masuk suplai side,&quot; ungkap dia ketika menjadi keynote speaker di seminar bertajuk Indonesian Economic Policy in a Challanging Global Economy, di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (23/2/2012).Menurut Darmin, pemerintah harus merujuk pada semua komponen negara di mana di dalamnya ada pemerintah, analis, dan juga seluruh masyarakat, agar mampu menciptakan kondisi yang membuat produksi dan distribusi sektor pertanian lebih baik.&quot;Petani tidak akan memperbaiki cocok tanam, sehingga produktivitasnya naik, karena bagian harga yang diterimanya enggak baik. Iya indeks harga petani naik, tapi komoditi banyak yang enggak membaik,&quot; lanjut dia.Darmin melihat, struktur pasar di pertanian tidak baik, hal ini terlihat dari kenyataan semenjak 40-50 tahun lalu, di mana Indonesia kekurangan beras dan daging, tetapi kenyataannya sampai sekarang hal ini tidak berubah.&quot;Padahal dulu pada 1960-an, kita eksportir daging, sapinya juga (ekspor) hidup-hidup. Sekarang, kita juga impor garam dan gula, satu dua tahun terakhir bahkan cabai dan bawang,&quot; lanjut dia.Namun, menurut Darmin, reaksi masyarakat yang muncul melihat hal ini malah kontra terhadap impor, namun tidak berusaha memperbaiki di dalam agar produksi dan produktivitas pertanian bagus. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai pemerintah Indonesia tidak serius menangani struktur pasar yang berasal dari sisi suplai khususnya di sektor pangan.Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, hal ini menyebabkan begitu mudahnya inflasi naik karena kenaikan permintaan di sektor pangan.&quot;Di wilayah moneter, kalau inflasi di Indonesia, benar-benar masalah suplai, artinya inflasi itu naik kalau bahan pangan naik harganya. Kalau produksi enggak bagus, bukan cuma infrastruktur dan iklim yang enggak bagus sehingga administered price-nya berubah. Itu semua masuk suplai side,&quot; ungkap dia ketika menjadi keynote speaker di seminar bertajuk Indonesian Economic Policy in a Challanging Global Economy, di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (23/2/2012).Menurut Darmin, pemerintah harus merujuk pada semua komponen negara di mana di dalamnya ada pemerintah, analis, dan juga seluruh masyarakat, agar mampu menciptakan kondisi yang membuat produksi dan distribusi sektor pertanian lebih baik.&quot;Petani tidak akan memperbaiki cocok tanam, sehingga produktivitasnya naik, karena bagian harga yang diterimanya enggak baik. Iya indeks harga petani naik, tapi komoditi banyak yang enggak membaik,&quot; lanjut dia.Darmin melihat, struktur pasar di pertanian tidak baik, hal ini terlihat dari kenyataan semenjak 40-50 tahun lalu, di mana Indonesia kekurangan beras dan daging, tetapi kenyataannya sampai sekarang hal ini tidak berubah.&quot;Padahal dulu pada 1960-an, kita eksportir daging, sapinya juga (ekspor) hidup-hidup. Sekarang, kita juga impor garam dan gula, satu dua tahun terakhir bahkan cabai dan bawang,&quot; lanjut dia.Namun, menurut Darmin, reaksi masyarakat yang muncul melihat hal ini malah kontra terhadap impor, namun tidak berusaha memperbaiki di dalam agar produksi dan produktivitas pertanian bagus. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
