<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLN Raup Laba Rp11,7 Triliun</title><description>Laba bersih PLN ini naik 16 persen dibandingkan 2010 lalu sebesar Rp10,09 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/24/19/582091/pln-raup-laba-rp11-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/24/19/582091/pln-raup-laba-rp11-7-triliun"/><item><title>PLN Raup Laba Rp11,7 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/24/19/582091/pln-raup-laba-rp11-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/24/19/582091/pln-raup-laba-rp11-7-triliun</guid><pubDate>Jum'at 24 Februari 2012 18:39 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/24/19/582091/EHpQaGs9DY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo PLN. (Foto: PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/24/19/582091/EHpQaGs9DY.jpg</image><title>Logo PLN. (Foto: PLN)</title></images><description>JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatatkan laba bersih (unaudited) sebesar Rp11,7 triliun di 2011 lalu. Laba bersih PLN ini naik 16 persen dibandingkan 2010 lalu sebesar Rp10,09 triliun.&quot;Laba ini terjadi karena PLN diberikan margin PSO (public service obligation) oleh pemerintah sebesar delapan persen di 2011 lalu. Pemberian margin ini bertujuan agar PLN memiliki fleksibilitas dalam mencari dana untuk keperluan investasi dalam rangka meningkatkan kapasitas pasokan dan memperluas jaringan listrik di Indonesia,&quot; demikian disampaikan manajemen PLN dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (24/2/2012).Angka rasio elektrifikasi, menurut&amp;nbsp; Indonesia baru mencapai 72 persen di 2011 lalu, sehingga masih ada sekira 28 persen masyarakat Indonesia belum memiliki akses terhadap listrik.&quot;Karena itu kebutuhan investasi PLN menjadi sangat vital untuk meningkatkan angka rasio elektrifikasi tersebut. Sedangkan subsidi yang diberikan Pemerintah lebih untuk menutupi kekurangan biaya operasi akibat harga jual yang masih di bawah biaya pokok produksi (BPP),&quot; lanjut dia.Pendapatan usaha PLN di 2011 yang terdiri dari penjualan tenaga listrik, subsidi listrik pemerintah, penyambungan pelanggan dan pendapatan lain-lain sebesar Rp213,9 triliun atau naik 31,7 persen dari pendapatan usaha 2010.&quot;Meningkatnya pendapatan usaha ini, terutama berasal dari penjualan tenaga listrik karena penambahan volume penjualan, penambahan jumlah pelanggan dan kenaikan harga jual rata-rata serta pendapatan subsidi listrik,&quot; tambah dia.Sedangkan beban usaha sepanjang 2011 tercatat sebesar Rp193,6 tiliun atau naik 30 persen dibandingkan 2010 lalu di angka Rp149,1 triliun. &quot;Beban usaha ini karena peningkatan konsumsi bahan bakar untuk mengkover meningkatnya konsumsi listrik akibat bertambahnya jumlah pelanggan,&quot; papar dia.Perseroan, dijelaskan PLN, mengalami peningkatan nilai aset mencapai angka Rp433,8 triliun atau naik Rp64,2 triliun.&quot;Dengan semakin membaiknya kinerja keuangan PLN ini, diharapkan dapat lebih meningkatkan kepercayaan dan keyakinan investor pada perseroan dalam mengembangkan usaha penyediaan listrik yang dapat menjadi pendorong semakin berkembangnya perekonomian nasional dan iklim investasi yang lebih sehat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatatkan laba bersih (unaudited) sebesar Rp11,7 triliun di 2011 lalu. Laba bersih PLN ini naik 16 persen dibandingkan 2010 lalu sebesar Rp10,09 triliun.&quot;Laba ini terjadi karena PLN diberikan margin PSO (public service obligation) oleh pemerintah sebesar delapan persen di 2011 lalu. Pemberian margin ini bertujuan agar PLN memiliki fleksibilitas dalam mencari dana untuk keperluan investasi dalam rangka meningkatkan kapasitas pasokan dan memperluas jaringan listrik di Indonesia,&quot; demikian disampaikan manajemen PLN dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (24/2/2012).Angka rasio elektrifikasi, menurut&amp;nbsp; Indonesia baru mencapai 72 persen di 2011 lalu, sehingga masih ada sekira 28 persen masyarakat Indonesia belum memiliki akses terhadap listrik.&quot;Karena itu kebutuhan investasi PLN menjadi sangat vital untuk meningkatkan angka rasio elektrifikasi tersebut. Sedangkan subsidi yang diberikan Pemerintah lebih untuk menutupi kekurangan biaya operasi akibat harga jual yang masih di bawah biaya pokok produksi (BPP),&quot; lanjut dia.Pendapatan usaha PLN di 2011 yang terdiri dari penjualan tenaga listrik, subsidi listrik pemerintah, penyambungan pelanggan dan pendapatan lain-lain sebesar Rp213,9 triliun atau naik 31,7 persen dari pendapatan usaha 2010.&quot;Meningkatnya pendapatan usaha ini, terutama berasal dari penjualan tenaga listrik karena penambahan volume penjualan, penambahan jumlah pelanggan dan kenaikan harga jual rata-rata serta pendapatan subsidi listrik,&quot; tambah dia.Sedangkan beban usaha sepanjang 2011 tercatat sebesar Rp193,6 tiliun atau naik 30 persen dibandingkan 2010 lalu di angka Rp149,1 triliun. &quot;Beban usaha ini karena peningkatan konsumsi bahan bakar untuk mengkover meningkatnya konsumsi listrik akibat bertambahnya jumlah pelanggan,&quot; papar dia.Perseroan, dijelaskan PLN, mengalami peningkatan nilai aset mencapai angka Rp433,8 triliun atau naik Rp64,2 triliun.&quot;Dengan semakin membaiknya kinerja keuangan PLN ini, diharapkan dapat lebih meningkatkan kepercayaan dan keyakinan investor pada perseroan dalam mengembangkan usaha penyediaan listrik yang dapat menjadi pendorong semakin berkembangnya perekonomian nasional dan iklim investasi yang lebih sehat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
