<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Akhir Pekan, Rupiah Diperdagangkan di Rp9.070/USD </title><description>Akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup bergerak stagnan di level Rp9.000 per USD.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/24/278/581931/akhir-pekan-rupiah-diperdagangkan-di-rp9-070-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/24/278/581931/akhir-pekan-rupiah-diperdagangkan-di-rp9-070-usd"/><item><title> Akhir Pekan, Rupiah Diperdagangkan di Rp9.070/USD </title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/24/278/581931/akhir-pekan-rupiah-diperdagangkan-di-rp9-070-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/24/278/581931/akhir-pekan-rupiah-diperdagangkan-di-rp9-070-usd</guid><pubDate>Jum'at 24 Februari 2012 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup bergerak stagnan di level Rp9.000 per USD. Meskipun, saat ini nilai tukar dolar AS terhadap euro mulai menunjukan depresiasi.

Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah berada di kisaran Rp9.070 per USD, dengan kisaran perdagangan harian Rp9.025-Rp9.115 per USD. Sementara menurut yahoofinance, mencatatkan rupiah berada pada kisaran Rp9.054 per USD, dengan range perdagangan Rp9.002-Rp9.132 per USD.

Head of Research Treasury Division PT BNI Tbk, Nurul Eti Nurbaeti, mengatakan rupiah potensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi hingga melemah. Sentimen positif yang kini sedang melanda kawasan Eropa merespon hasil kesepakatan dana bail out Yunani diprediksi bakal mengalahkan supremasi greenback dan potensi memberi penguatan bagi rupiah.&amp;nbsp;

&quot;Namun perlu diwaspadai aksi korporasi yang masih membeli dolar Amerika Serikat (AS) dalam skala besar dan profit taking investor jelang akhir pekan. Naiknya level NDF rupiah dipasar valuta asing juga merefleksikan terdepresiasinya mata uang garuda,&quot; ungkap dia dalam riset hariannya, Jumat (24/2/2012).

Sedangkan analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, dalam risetnya mengatakan, pasar AS menguat karena perbaikan data ketenagakerjaan, walaupun pasar Eropa sebagian melemah. &quot;Kemungkinan pasar Asia akan mengikuti sentimen positif pasar AS. Untuk rupiah masih melemah dikisaran antara Rp9.050-Rp9.070 per USD,&quot; jelas dia. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup bergerak stagnan di level Rp9.000 per USD. Meskipun, saat ini nilai tukar dolar AS terhadap euro mulai menunjukan depresiasi.

Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah berada di kisaran Rp9.070 per USD, dengan kisaran perdagangan harian Rp9.025-Rp9.115 per USD. Sementara menurut yahoofinance, mencatatkan rupiah berada pada kisaran Rp9.054 per USD, dengan range perdagangan Rp9.002-Rp9.132 per USD.

Head of Research Treasury Division PT BNI Tbk, Nurul Eti Nurbaeti, mengatakan rupiah potensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi hingga melemah. Sentimen positif yang kini sedang melanda kawasan Eropa merespon hasil kesepakatan dana bail out Yunani diprediksi bakal mengalahkan supremasi greenback dan potensi memberi penguatan bagi rupiah.&amp;nbsp;

&quot;Namun perlu diwaspadai aksi korporasi yang masih membeli dolar Amerika Serikat (AS) dalam skala besar dan profit taking investor jelang akhir pekan. Naiknya level NDF rupiah dipasar valuta asing juga merefleksikan terdepresiasinya mata uang garuda,&quot; ungkap dia dalam riset hariannya, Jumat (24/2/2012).

Sedangkan analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, dalam risetnya mengatakan, pasar AS menguat karena perbaikan data ketenagakerjaan, walaupun pasar Eropa sebagian melemah. &quot;Kemungkinan pasar Asia akan mengikuti sentimen positif pasar AS. Untuk rupiah masih melemah dikisaran antara Rp9.050-Rp9.070 per USD,&quot; jelas dia. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
