<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Tambah Utang Rp447 T dalam 5 Tahun</title><description>Dalam lima tahun terakhir, pemerintah mencatatkan kenaikan utang mencapai Rp447,58 triliun. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/25/20/582459/pemerintah-tambah-utang-rp447-t-dalam-5-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/25/20/582459/pemerintah-tambah-utang-rp447-t-dalam-5-tahun"/><item><title>Pemerintah Tambah Utang Rp447 T dalam 5 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/25/20/582459/pemerintah-tambah-utang-rp447-t-dalam-5-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/25/20/582459/pemerintah-tambah-utang-rp447-t-dalam-5-tahun</guid><pubDate>Sabtu 25 Februari 2012 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/25/20/582459/Ptjfp5IPmV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/25/20/582459/Ptjfp5IPmV.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Dalam lima tahun terakhir, pemerintah mencatatkan kenaikan utang mencapai Rp447,58 triliun.&amp;nbsp; Utang pemerintah per Januari 2012 sendiri tercatat mencapai Rp1.837,39 triliun. Dari data yang dikeluarkan Direktorat Jendral Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan, Sabtu (25/2/2012), utang pemerintah per Januari 2011 telah meningkat Rp33,9 triliun (USD204,15 miliar) ketimbang 2011 yang berada di kisaran 1.803,49 triliun.Adapun rincian dari utang pemerintah tersebut adalah, Surat Berharga Negara (SBN) Denominasi rupiah sebesar Rp1.004,04 triliun atau sebesar 54,6 persen dari porsi utang pemerintah. Sementara dari SBN denominasi valuta asing (valas) tercatat sebesar Rp210,10 triliun atau 11,4 persen dari porsi utang pemerintah.Selain itu, pemerintah mencatatkan pinjaman dengan denominasi rupiah sebesar Rp1,04 triliun atau 0,1 persen porsi utang pemerintah dan pinjaman denominasi valas sebesar Rp622,20 triliun atau 33,9 persen dari porsi utang pemerintah.Berikut perkembangan utang pemerintah dalam lima tahun terakhir. Pada 2007, pemerintah mencatatkan utang sebesar Rp1.389,41 triliun, kemudian pada 2008 utang pemerintah bertambah menjadi Rp1.636,74 triliun.Pada 2009, utang pemerintah tercatat mengalami penurunan ke Rp1.590,66 triliun, sebelum kembali meningkat ke kisaran Rp1.676,85 triliun pada 2010, dan pada menjadi Rp1.803,49 triliun pada 2011.&amp;nbsp; (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam lima tahun terakhir, pemerintah mencatatkan kenaikan utang mencapai Rp447,58 triliun.&amp;nbsp; Utang pemerintah per Januari 2012 sendiri tercatat mencapai Rp1.837,39 triliun. Dari data yang dikeluarkan Direktorat Jendral Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan, Sabtu (25/2/2012), utang pemerintah per Januari 2011 telah meningkat Rp33,9 triliun (USD204,15 miliar) ketimbang 2011 yang berada di kisaran 1.803,49 triliun.Adapun rincian dari utang pemerintah tersebut adalah, Surat Berharga Negara (SBN) Denominasi rupiah sebesar Rp1.004,04 triliun atau sebesar 54,6 persen dari porsi utang pemerintah. Sementara dari SBN denominasi valuta asing (valas) tercatat sebesar Rp210,10 triliun atau 11,4 persen dari porsi utang pemerintah.Selain itu, pemerintah mencatatkan pinjaman dengan denominasi rupiah sebesar Rp1,04 triliun atau 0,1 persen porsi utang pemerintah dan pinjaman denominasi valas sebesar Rp622,20 triliun atau 33,9 persen dari porsi utang pemerintah.Berikut perkembangan utang pemerintah dalam lima tahun terakhir. Pada 2007, pemerintah mencatatkan utang sebesar Rp1.389,41 triliun, kemudian pada 2008 utang pemerintah bertambah menjadi Rp1.636,74 triliun.Pada 2009, utang pemerintah tercatat mengalami penurunan ke Rp1.590,66 triliun, sebelum kembali meningkat ke kisaran Rp1.676,85 triliun pada 2010, dan pada menjadi Rp1.803,49 triliun pada 2011.&amp;nbsp; (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
