<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perum Peruri Target Terbitkan Obligasi Capai Rp2 T</title><description>Perum Peruri menargetkan bisa menerbitkan surat utang (obligasi)  berkelanjutan dengan total mencapai Rp2 triliun pada kuartal V tahun  ini. Pada tahap pertama, perusahaan berencana menerbitkan obligasi  senilai Rp800 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/27/278/583456/perum-peruri-target-terbitkan-obligasi-capai-rp2-t</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/27/278/583456/perum-peruri-target-terbitkan-obligasi-capai-rp2-t"/><item><title>Perum Peruri Target Terbitkan Obligasi Capai Rp2 T</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/27/278/583456/perum-peruri-target-terbitkan-obligasi-capai-rp2-t</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/27/278/583456/perum-peruri-target-terbitkan-obligasi-capai-rp2-t</guid><pubDate>Senin 27 Februari 2012 18:04 WIB</pubDate><dc:creator>J Erna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/27/278/583456/FwbGSX9tJe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Heru Haryono/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/27/278/583456/FwbGSX9tJe.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Heru Haryono/okezone</title></images><description>JAKARTA - Perum Peruri menargetkan bisa menerbitkan surat utang (obligasi) berkelanjutan dengan total mencapai Rp2 triliun pada kuartal V tahun ini. Pada tahap pertama, perusahaan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp800 miliar.Direktur Keuangan Perum Peruri Harry Sukadis mengatakan, Peruri saat ini masih dalam tahap menyiapkan dokumen legal untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut. Jika penyiapan seluruh dokumen rampung pada semester I-2012, maka obligasi berkelanjutan tahap pertama bisa diterbitkan pada akhir tahun ini.&quot;Kami masih menyiapkan kelengkapan dokumen legal. Kalau sudah oke, mungkin obligasi tahap pertama bisa terbit di akhir tahun ini,&amp;rdquo; kata dia di Jakarta, Senin (27/2/2012).Karena masih menyiapkan kelengkapan dokumen, Harry menambahkan, perusahaan belum menunjuk pelaksana emisi (underwriter) obligasi berkelanjutan. Begitu juga dengan kupon maupun tenor obligasi tersebut.Penerbitan obligasi berkelanjutan ini sudah direncanakan perusahaan sejak awal tahun lalu. Namun, persetujuan aksi korporasi tersebut baru diperoleh perusahaan dari pemegang saham penuh Peruri, yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada kuartal III-2011.Lebih lanjut Harry menjelaskan, dana hasil obligasi akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha Peruri ke depan. &quot;Dana hasil obligasi untuk rencana investasi optimalisasi aset pelatihan dan pengembangan usaha,&quot; ujar Harry.Adapun, kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan pada tahun ini sekira Rp1 triliun. Dana capex berasal dari kas internal, pinjaman perbankan maupun obligasi. Sementara itu, sisa penerbitan obligasi tahap berikutnya akan disesuaikan waktunya dengan kebutuhan perusahaan.</description><content:encoded>JAKARTA - Perum Peruri menargetkan bisa menerbitkan surat utang (obligasi) berkelanjutan dengan total mencapai Rp2 triliun pada kuartal V tahun ini. Pada tahap pertama, perusahaan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp800 miliar.Direktur Keuangan Perum Peruri Harry Sukadis mengatakan, Peruri saat ini masih dalam tahap menyiapkan dokumen legal untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut. Jika penyiapan seluruh dokumen rampung pada semester I-2012, maka obligasi berkelanjutan tahap pertama bisa diterbitkan pada akhir tahun ini.&quot;Kami masih menyiapkan kelengkapan dokumen legal. Kalau sudah oke, mungkin obligasi tahap pertama bisa terbit di akhir tahun ini,&amp;rdquo; kata dia di Jakarta, Senin (27/2/2012).Karena masih menyiapkan kelengkapan dokumen, Harry menambahkan, perusahaan belum menunjuk pelaksana emisi (underwriter) obligasi berkelanjutan. Begitu juga dengan kupon maupun tenor obligasi tersebut.Penerbitan obligasi berkelanjutan ini sudah direncanakan perusahaan sejak awal tahun lalu. Namun, persetujuan aksi korporasi tersebut baru diperoleh perusahaan dari pemegang saham penuh Peruri, yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada kuartal III-2011.Lebih lanjut Harry menjelaskan, dana hasil obligasi akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha Peruri ke depan. &quot;Dana hasil obligasi untuk rencana investasi optimalisasi aset pelatihan dan pengembangan usaha,&quot; ujar Harry.Adapun, kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan pada tahun ini sekira Rp1 triliun. Dana capex berasal dari kas internal, pinjaman perbankan maupun obligasi. Sementara itu, sisa penerbitan obligasi tahap berikutnya akan disesuaikan waktunya dengan kebutuhan perusahaan.</content:encoded></item></channel></rss>
