<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pelabuhan Bitung Butuh Dana Capai Rp50 T</title><description>Dibutuhkan anggaran hingga Rp50 triliun untuk membangun Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/27/320/582956/pelabuhan-bitung-butuh-dana-capai-rp50-t</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/27/320/582956/pelabuhan-bitung-butuh-dana-capai-rp50-t"/><item><title> Pelabuhan Bitung Butuh Dana Capai Rp50 T</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/27/320/582956/pelabuhan-bitung-butuh-dana-capai-rp50-t</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/27/320/582956/pelabuhan-bitung-butuh-dana-capai-rp50-t</guid><pubDate>Senin 27 Februari 2012 09:57 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Astutik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/27/320/582956/e9bSeIYPyP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/27/320/582956/e9bSeIYPyP.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>BITUNG - Dibutuhkan anggaran hingga Rp50 triliun untuk membangun Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dengan menjadi KEK, maka Bitung bisa menjadi salah satu pintu masuk impor.&quot;Hitungan kasar dibutuhkan Rp30-50 triliun untuk membangun wilayah itu (KEK),&quot; ungkap Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, dalam sambutannya di rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Perindustrian dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, bersama sejumlah pejabat terkait di Kantor Walikota Bitung, Sulawesi Utara, Senin (27/2/2012).Sebagaimana diketahui, wilayah Bitung khususnya Pelabuhan Bitung diusulkan menjadi pintu masuk bagi kawasan Tanjung Merah untuk KEK. Menurutnya, pembangunan Pelabuhan Bitung harus menjadi prioritas lantaran akan menjadi kunci dari kawasan industri.&quot;Pelabuhan Bitung, kalau masih seperti sekarang (nanti) tidak ada gunanya. Karena pasti pelabuhan akan penuh. Harus dikembangkan selaras dengan Tanjung Merah,&quot; katanya.Bayu menjelaskan, Indonesia saat ini menjadi negara ke 16 terbesar di dunia, di mana banyak dari negara lain yang membutuhkan Indonesia sebagai distribusi barang dan jasa memiliki empat pelabuhan besar. Empat pelabuhan besar tersebut diakui secara de facto, sebagai sampul internasional.&quot;Belawan di Sumatera, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makasar. Dan pada 2011 pemerintah menyatakan ada dua pelabuhan lain, yaitu Kuala Tanjung, Sumatra Utara dan Bitung Sulawesi Utara,&quot; jelasnya.Lebih lanjut dia menjelaskan, jika Pelabuhan Bitung ditetapkan Presiden menjadi KEK maka akan ada dua pekerjaan rumah bagi pemerintah. Pertama adalah mendesain fasilitas untuk investor misalnya fasilitas fiskal. &quot;Kedua pengembangan Public Private Partnership (PPP) atau Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS),&quot; tukas dia. (mrt)</description><content:encoded>BITUNG - Dibutuhkan anggaran hingga Rp50 triliun untuk membangun Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dengan menjadi KEK, maka Bitung bisa menjadi salah satu pintu masuk impor.&quot;Hitungan kasar dibutuhkan Rp30-50 triliun untuk membangun wilayah itu (KEK),&quot; ungkap Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, dalam sambutannya di rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Perindustrian dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, bersama sejumlah pejabat terkait di Kantor Walikota Bitung, Sulawesi Utara, Senin (27/2/2012).Sebagaimana diketahui, wilayah Bitung khususnya Pelabuhan Bitung diusulkan menjadi pintu masuk bagi kawasan Tanjung Merah untuk KEK. Menurutnya, pembangunan Pelabuhan Bitung harus menjadi prioritas lantaran akan menjadi kunci dari kawasan industri.&quot;Pelabuhan Bitung, kalau masih seperti sekarang (nanti) tidak ada gunanya. Karena pasti pelabuhan akan penuh. Harus dikembangkan selaras dengan Tanjung Merah,&quot; katanya.Bayu menjelaskan, Indonesia saat ini menjadi negara ke 16 terbesar di dunia, di mana banyak dari negara lain yang membutuhkan Indonesia sebagai distribusi barang dan jasa memiliki empat pelabuhan besar. Empat pelabuhan besar tersebut diakui secara de facto, sebagai sampul internasional.&quot;Belawan di Sumatera, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makasar. Dan pada 2011 pemerintah menyatakan ada dua pelabuhan lain, yaitu Kuala Tanjung, Sumatra Utara dan Bitung Sulawesi Utara,&quot; jelasnya.Lebih lanjut dia menjelaskan, jika Pelabuhan Bitung ditetapkan Presiden menjadi KEK maka akan ada dua pekerjaan rumah bagi pemerintah. Pertama adalah mendesain fasilitas untuk investor misalnya fasilitas fiskal. &quot;Kedua pengembangan Public Private Partnership (PPP) atau Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS),&quot; tukas dia. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
