<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cashback Rumit, Kurangi Pajak Impor Onderdil!</title><description>Pemerintah disarankan untuk menghapus bea impor terhadap barang-barang  onderdil kendaraan dibandingkan dengan memberikan kebijakan kompensasi  berupa voucher angkot gratis jika rencana BBM bersubsidi dinaikkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/01/19/585535/cashback-rumit-kurangi-pajak-impor-onderdil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/03/01/19/585535/cashback-rumit-kurangi-pajak-impor-onderdil"/><item><title>Cashback Rumit, Kurangi Pajak Impor Onderdil!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/01/19/585535/cashback-rumit-kurangi-pajak-impor-onderdil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/03/01/19/585535/cashback-rumit-kurangi-pajak-impor-onderdil</guid><pubDate>Kamis 01 Maret 2012 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/01/19/585535/dNNZebmXEZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/01/19/585535/dNNZebmXEZ.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah disarankan untuk menghapus bea impor terhadap barang-barang onderdil kendaraan dibandingkan dengan memberikan kebijakan kompensasi berupa voucher angkot gratis jika rencana BBM bersubsidi dinaikkan.&quot;Cashback rumit, mending bebaskan pajak impor terhadap barang impor. Itu logika umum kalau memang pemerintah&amp;nbsp; konsisten mestinya tak sampai 35 persen,&quot; ungkap Pengurus Harian Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, di Energy Building, Jakarta, Kamis (1/3/2012).Menurut Tulus, pemerintah seharusnya tidak membedakan antara subsidi kendaraan roda dua dan empat serta kendaraan umum maupun pribadi. Hal ini dikarenakan bisa menimbulkan distorsi yang besar.&quot;Pemerintah bisa mendiskusikan lagi dengan Organda tanya kebutuhannya apa, jangan sampai nanti ada distorsi, dulu kan pemerintah pernah mensubsidi tapi hanya dinikmati oleh pengusaha angkutan umum dan bukan konsumen,&quot; lanjut dia.Dengan membicarakan dengan Organda, dilanjutkan Tulus, tarif untuk angkutan umum bisa ditekan sehingga kenaikannya tidak akan lebih dari 35 persen.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah disarankan untuk menghapus bea impor terhadap barang-barang onderdil kendaraan dibandingkan dengan memberikan kebijakan kompensasi berupa voucher angkot gratis jika rencana BBM bersubsidi dinaikkan.&quot;Cashback rumit, mending bebaskan pajak impor terhadap barang impor. Itu logika umum kalau memang pemerintah&amp;nbsp; konsisten mestinya tak sampai 35 persen,&quot; ungkap Pengurus Harian Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, di Energy Building, Jakarta, Kamis (1/3/2012).Menurut Tulus, pemerintah seharusnya tidak membedakan antara subsidi kendaraan roda dua dan empat serta kendaraan umum maupun pribadi. Hal ini dikarenakan bisa menimbulkan distorsi yang besar.&quot;Pemerintah bisa mendiskusikan lagi dengan Organda tanya kebutuhannya apa, jangan sampai nanti ada distorsi, dulu kan pemerintah pernah mensubsidi tapi hanya dinikmati oleh pengusaha angkutan umum dan bukan konsumen,&quot; lanjut dia.Dengan membicarakan dengan Organda, dilanjutkan Tulus, tarif untuk angkutan umum bisa ditekan sehingga kenaikannya tidak akan lebih dari 35 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
