<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit Anggaran Bisa Capai 2,4%</title><description>Defisit anggaran dalam APBNP 2012 diperkirakan akan melebar menjadi  sekira 2,4 persen. Untuk itu, pemeirntah akan menggenjot penerimaan  negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/01/20/585027/defisit-anggaran-bisa-capai-2-4</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/03/01/20/585027/defisit-anggaran-bisa-capai-2-4"/><item><title>Defisit Anggaran Bisa Capai 2,4%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/01/20/585027/defisit-anggaran-bisa-capai-2-4</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/03/01/20/585027/defisit-anggaran-bisa-capai-2-4</guid><pubDate>Kamis 01 Maret 2012 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/01/20/585027/vW55uRH4oH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Agus Martowardojo. (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/01/20/585027/vW55uRH4oH.jpg</image><title>Menkeu Agus Martowardojo. (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Defisit anggaran dalam APBNP 2012 diperkirakan akan melebar menjadi sekira 2,4 persen. Untuk itu, pemeirntah akan menggenjot penerimaan negara.&quot;Saya rasa, defisitnya akan melebar. Tapi melebarnya 2,2 plus minus 0,2 persen. Jadi bisa dua bisa 2,4 persen, begitu kira-kira,&quot; ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardojo kala ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (29/2/2012).Lanjutnya, untuk menambah kekurangan anggaran akbiat terjadinya defisit tersebut akan dilengkapi secara kombinasi dimana salah satunya berasal dari penerimaan negara.&quot;Itu kombinasi, terutama dari satu peningkatan penerimaan negara, kedua penghematan dalam arti mengurangi belanja-belanja yang tidak diperlukan atau misalnya menata dengan lebih baik subsidi, lalu yang ketiga penggunaan SAL, dan yang keempat mungkin tambahan pinjaman,&quot; paparnya.Dengan adanya perkiraan defisit tersebut, Agus pun belum bisa memperkirakan bagaimana dampaknya ke pertumbuhan perekonomian.&quot;Justru kalau diperhatikan semua ekonomi dunia ada kecenderungan untuk dikoreksi turun, kita juga akan dikoreksi turun. Tetapi jangan lupa APBNP ini nanti tidak hanya berisi program mengkaji pertumbuhan ekonomi, tapi ada juga program mengkaji stimulus dan ada yang stimulus itu untuk infrastruktur,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Defisit anggaran dalam APBNP 2012 diperkirakan akan melebar menjadi sekira 2,4 persen. Untuk itu, pemeirntah akan menggenjot penerimaan negara.&quot;Saya rasa, defisitnya akan melebar. Tapi melebarnya 2,2 plus minus 0,2 persen. Jadi bisa dua bisa 2,4 persen, begitu kira-kira,&quot; ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardojo kala ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (29/2/2012).Lanjutnya, untuk menambah kekurangan anggaran akbiat terjadinya defisit tersebut akan dilengkapi secara kombinasi dimana salah satunya berasal dari penerimaan negara.&quot;Itu kombinasi, terutama dari satu peningkatan penerimaan negara, kedua penghematan dalam arti mengurangi belanja-belanja yang tidak diperlukan atau misalnya menata dengan lebih baik subsidi, lalu yang ketiga penggunaan SAL, dan yang keempat mungkin tambahan pinjaman,&quot; paparnya.Dengan adanya perkiraan defisit tersebut, Agus pun belum bisa memperkirakan bagaimana dampaknya ke pertumbuhan perekonomian.&quot;Justru kalau diperhatikan semua ekonomi dunia ada kecenderungan untuk dikoreksi turun, kita juga akan dikoreksi turun. Tetapi jangan lupa APBNP ini nanti tidak hanya berisi program mengkaji pertumbuhan ekonomi, tapi ada juga program mengkaji stimulus dan ada yang stimulus itu untuk infrastruktur,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
