<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Menkeu: BBM Belum Akan Diputuskan Besok!</title><description>Penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi belum akan diketok pada sidang paripurna bersama DPR besok.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/05/20/587484/menkeu-bbm-belum-akan-diputuskan-besok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/03/05/20/587484/menkeu-bbm-belum-akan-diputuskan-besok"/><item><title> Menkeu: BBM Belum Akan Diputuskan Besok!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/05/20/587484/menkeu-bbm-belum-akan-diputuskan-besok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/03/05/20/587484/menkeu-bbm-belum-akan-diputuskan-besok</guid><pubDate>Senin 05 Maret 2012 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/05/20/587484/pJds1QV50j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Agus DW Martowardojo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/05/20/587484/pJds1QV50j.jpg</image><title>Menkeu Agus DW Martowardojo</title></images><description>JAKARTA - Penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi belum akan diketok pada sidang paripurna bersama DPR besok. Dalam sidang paripurna besok, pemerintah baru menyampaikan secara resmi revisi pada APBN-P.Menteri Keuangan Agus&amp;nbsp; DW Martowardojo menjelaskan, keputusan BBM tidak akan diketok besok. Menurutnya, sidang paripurna esok hari lebih pada pengantar dari nota keuangan dan RAPBN-P 2012. &quot;Di mana kami sudah masukkan di 29 Februari kemarin tapi kan perlu ada suatu pengantar resmi itu kita bawakan besok,&quot; ungkap dia kala ditemui usai, Raker Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/3/2012).&amp;nbsp;Setelah menyampaikan secara resmi, maka dia berharap akan ada tanggapan langsung dari DPR yang kemudian dibicarakan dengan pihaknya. &quot;Kemudian kita langsung mengharapkan ada pembahasan dengan DPR selama satu bulan sehingga nanti kita pada 29 Maret apa 20 maret kita sudah bisa memperoleh APBN-P 2012,&quot; tutur dia.Dia melanjutkan, dalam RAPBN-P 2012 tersebut pemerintah telah melakukan penyesuaian harga BBM, dan pemerintah pun mengusulkan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.500 per litenya.&quot;Hal itu akan membuat RAPBN-P kita nanti mempunyai postur yang kita yakini lebih sehat. Memang postur RAPBN-P 2012 adalah postur untuk tetap menjaga APBN 2012 tetap sehat,&quot; jelas Agus.Lebih jauh, mantan Dirut Bank Mandiri ini mengatakan, walaupun secara fiskal APBN secara defisit akan meningkat, tapi secara umum aka sehat. &quot;(Karena) pengehematan subsidi, stimulus untuk melakukan pembangunan infrastruktur,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi belum akan diketok pada sidang paripurna bersama DPR besok. Dalam sidang paripurna besok, pemerintah baru menyampaikan secara resmi revisi pada APBN-P.Menteri Keuangan Agus&amp;nbsp; DW Martowardojo menjelaskan, keputusan BBM tidak akan diketok besok. Menurutnya, sidang paripurna esok hari lebih pada pengantar dari nota keuangan dan RAPBN-P 2012. &quot;Di mana kami sudah masukkan di 29 Februari kemarin tapi kan perlu ada suatu pengantar resmi itu kita bawakan besok,&quot; ungkap dia kala ditemui usai, Raker Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/3/2012).&amp;nbsp;Setelah menyampaikan secara resmi, maka dia berharap akan ada tanggapan langsung dari DPR yang kemudian dibicarakan dengan pihaknya. &quot;Kemudian kita langsung mengharapkan ada pembahasan dengan DPR selama satu bulan sehingga nanti kita pada 29 Maret apa 20 maret kita sudah bisa memperoleh APBN-P 2012,&quot; tutur dia.Dia melanjutkan, dalam RAPBN-P 2012 tersebut pemerintah telah melakukan penyesuaian harga BBM, dan pemerintah pun mengusulkan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.500 per litenya.&quot;Hal itu akan membuat RAPBN-P kita nanti mempunyai postur yang kita yakini lebih sehat. Memang postur RAPBN-P 2012 adalah postur untuk tetap menjaga APBN 2012 tetap sehat,&quot; jelas Agus.Lebih jauh, mantan Dirut Bank Mandiri ini mengatakan, walaupun secara fiskal APBN secara defisit akan meningkat, tapi secara umum aka sehat. &quot;(Karena) pengehematan subsidi, stimulus untuk melakukan pembangunan infrastruktur,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
