<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebijakan Penggunaan Gas sebagai Pengganti Minyak</title><description>Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan bahwa arah pembangunan kebijakan  energi nasional sampai 2050 akan mengurangi konsumsi energi dari minyak  dan beralih ke gas dan energi baru terbarukan (EBTK).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/07/19/588995/kebijakan-penggunaan-gas-sebagai-pengganti-minyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/03/07/19/588995/kebijakan-penggunaan-gas-sebagai-pengganti-minyak"/><item><title>Kebijakan Penggunaan Gas sebagai Pengganti Minyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/07/19/588995/kebijakan-penggunaan-gas-sebagai-pengganti-minyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/03/07/19/588995/kebijakan-penggunaan-gas-sebagai-pengganti-minyak</guid><pubDate>Rabu 07 Maret 2012 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/07/19/588995/YYcumNY2ur.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Jero Wacik. Foto: Runi/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/07/19/588995/YYcumNY2ur.jpg</image><title>Menteri ESDM Jero Wacik. Foto: Runi/okezone</title></images><description>JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan bahwa arah pembangunan kebijakan energi nasional sampai 2050 akan mengurangi konsumsi energi dari minyak dan beralih ke gas dan energi baru terbarukan (EBTK).&quot;Kebijakannya sudah jelas, DEN kaya di Perpres nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Bedanya jangkauannya antara Perpres dengan DEN lebih panjang. Penggunaan minyak, makin lama peranannya makin kurang ke 2025, setelah 2025, akan lebih berkurang,&quot; ujar Menteri ESDM Jero Wacik saat konferensi pers Sidang Paripurna I DEN, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (7/3/2012).Keputusan DEN ini, menurutnya, didasari akibat tingginya minyak dunia. Hal ini juga yang mendasari kenaikan harga BBM.&quot;Ke depan, DEN sepakat bahwa penggunaan gas peranannya naik, itu karena kita punya gas banyak, itu baru gas konvensional, belum yang lain kayak CNG dan lainnya,&quot; lanjut dia.Selain itu, penggunaan energi batu bara juga direncanakan akan naik di 2025 sampai 2050 mendatang.&quot;EBTK itu punya potensi kenaikan yang dahsyat, saudara-saudara negeri kita di luar negeri tidak punya energi sekomplit kita. Kita punya geothermal, matahari, air dan lainnya,&quot; tambah dia.Selain itu, Jero juga menyebut penggunaan energi nuklir, meskipun merupakan pilihan terakhir jika semua energi baru terbarukan yang lain gagal dikembangkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan bahwa arah pembangunan kebijakan energi nasional sampai 2050 akan mengurangi konsumsi energi dari minyak dan beralih ke gas dan energi baru terbarukan (EBTK).&quot;Kebijakannya sudah jelas, DEN kaya di Perpres nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Bedanya jangkauannya antara Perpres dengan DEN lebih panjang. Penggunaan minyak, makin lama peranannya makin kurang ke 2025, setelah 2025, akan lebih berkurang,&quot; ujar Menteri ESDM Jero Wacik saat konferensi pers Sidang Paripurna I DEN, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (7/3/2012).Keputusan DEN ini, menurutnya, didasari akibat tingginya minyak dunia. Hal ini juga yang mendasari kenaikan harga BBM.&quot;Ke depan, DEN sepakat bahwa penggunaan gas peranannya naik, itu karena kita punya gas banyak, itu baru gas konvensional, belum yang lain kayak CNG dan lainnya,&quot; lanjut dia.Selain itu, penggunaan energi batu bara juga direncanakan akan naik di 2025 sampai 2050 mendatang.&quot;EBTK itu punya potensi kenaikan yang dahsyat, saudara-saudara negeri kita di luar negeri tidak punya energi sekomplit kita. Kita punya geothermal, matahari, air dan lainnya,&quot; tambah dia.Selain itu, Jero juga menyebut penggunaan energi nuklir, meskipun merupakan pilihan terakhir jika semua energi baru terbarukan yang lain gagal dikembangkan.</content:encoded></item></channel></rss>
