<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Cadangan Devisa Ri Meningkat USD23 Juta</title><description>Bank Indonesia mencatatkan cadangan devisa hingga akhir Februari 2012  meningkat hingga USD112,22 miliar dari sebelumnya USD111,99 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/08/20/589420/cadangan-devisa-ri-meningkat-usd23-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/03/08/20/589420/cadangan-devisa-ri-meningkat-usd23-juta"/><item><title> Cadangan Devisa Ri Meningkat USD23 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/08/20/589420/cadangan-devisa-ri-meningkat-usd23-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/03/08/20/589420/cadangan-devisa-ri-meningkat-usd23-juta</guid><pubDate>Kamis 08 Maret 2012 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/08/20/589420/9K38I9mXPi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/08/20/589420/9K38I9mXPi.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia mencatatkan cadangan devisa hingga akhir Februari 2012 meningkat hingga USD112,22 miliar dari sebelumnya USD111,99 miliar atau setara dengan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.Kepala Biro Humas Difi A Johansyah mengatakan, defisit transaksi berjalan pada triwulan I-2012 diperkirakan membesar seiring dengan melambatnya ekspor di tengah impor yang masih tetap tinggi seiring dengan aktivitas ekonomi domestik yang kuat dan tingginya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). &quot;Sementara itu, surplus transaksi modal dan keuangan mengalami penurunan karena arus masuk investasi portofolio yang lebih rendah,&quot; jelas dia melalui siaran persnya di Jakarta, Kamis (9/2/2012). Menurutnya, dengan cadangan devisa yang tetap menyokong maka pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mencapai 6,5 persen dan akan berlanjut pada triwulan II-2012 meskipun tidak setinggi pertumbuhan di triwulan I-2012. &quot;Pertumbuhan ekonomi didukung oleh masih kuatnya permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan investasi,&quot; tambahnya. Sementara itu, pertumbuhan ekspor diprakirakan melambat seiring dengan perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas global non-energi. Perkembangan ekonomi pada triwulan I dan II tersebut masih sejalan dengan prakiraan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,3-6,7 persen untuk keseluruhan 2012. &quot;Penimbangan risiko menunjukkan pertumbuhan cenderung bias ke bawah baik karena dampak perekonomian global maupun rencana kebijakan Pemerintah di bidang energi, apabila tidak ditempuh langkah-langkah stimulus khususnya dari kebijakan fiskal di samping dari kebijakan moneter dan perbankan,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia mencatatkan cadangan devisa hingga akhir Februari 2012 meningkat hingga USD112,22 miliar dari sebelumnya USD111,99 miliar atau setara dengan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.Kepala Biro Humas Difi A Johansyah mengatakan, defisit transaksi berjalan pada triwulan I-2012 diperkirakan membesar seiring dengan melambatnya ekspor di tengah impor yang masih tetap tinggi seiring dengan aktivitas ekonomi domestik yang kuat dan tingginya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). &quot;Sementara itu, surplus transaksi modal dan keuangan mengalami penurunan karena arus masuk investasi portofolio yang lebih rendah,&quot; jelas dia melalui siaran persnya di Jakarta, Kamis (9/2/2012). Menurutnya, dengan cadangan devisa yang tetap menyokong maka pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mencapai 6,5 persen dan akan berlanjut pada triwulan II-2012 meskipun tidak setinggi pertumbuhan di triwulan I-2012. &quot;Pertumbuhan ekonomi didukung oleh masih kuatnya permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan investasi,&quot; tambahnya. Sementara itu, pertumbuhan ekspor diprakirakan melambat seiring dengan perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas global non-energi. Perkembangan ekonomi pada triwulan I dan II tersebut masih sejalan dengan prakiraan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,3-6,7 persen untuk keseluruhan 2012. &quot;Penimbangan risiko menunjukkan pertumbuhan cenderung bias ke bawah baik karena dampak perekonomian global maupun rencana kebijakan Pemerintah di bidang energi, apabila tidak ditempuh langkah-langkah stimulus khususnya dari kebijakan fiskal di samping dari kebijakan moneter dan perbankan,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
