<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  &quot;Koreksi Pertumbuhan RI Lebih Baik dari China&quot;</title><description>Indonesia merupakan negara yang mampu menjaga pertumbuhan perekonomiannya dibanding negara lainnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/12/20/591719/koreksi-pertumbuhan-ri-lebih-baik-dari-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/03/12/20/591719/koreksi-pertumbuhan-ri-lebih-baik-dari-china"/><item><title>  &quot;Koreksi Pertumbuhan RI Lebih Baik dari China&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/12/20/591719/koreksi-pertumbuhan-ri-lebih-baik-dari-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/03/12/20/591719/koreksi-pertumbuhan-ri-lebih-baik-dari-china</guid><pubDate>Senin 12 Maret 2012 17:47 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/12/20/591719/zLAJYZcGnt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/12/20/591719/zLAJYZcGnt.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Indonesia merupakan negara yang mampu menjaga pertumbuhan perekonomiannya dibanding negara lainnya, ditengah adanya krisis perekonomian yang melanda.Menteri Keuangan Agus DW Martowardoyo menjelaskan, dibandingkan dengan negara lain, pemerintah Indonesia dapat menjaga koreksi pertumbuhan perekonomian tidak terlalu tajam.&quot;Kita lihat Pemerintah China pada awalnya memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi berada dikisaran 8,2 persen, tapi kemudian dikoreksi dibawah 7,5 persen. Sedangkan Indonesia mengkoreksi pertumbuhan ekonominya dari 6,7 persen menjadi 6,5 persen,&quot; ungkap Agus di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/3/2012).&amp;nbsp;Menurut Agus, ini menunjukkan bahwa negara sekelas China bisa menurunkan koreksinya secara tajam. &quot;Sedangkan Indonesia tidak,&quot; tegasnya.Karenanya dia mengatakan, penurunan pertumbuhan perekonomian yang tidak terlalu tajam ini dikarenakan pemerintah Indonesia dapat menjaga daya beli masyarakatnya.Hal ini dapat dilihat dari kompensasi yang diberikan oleh pemerintah kepada mayarakat yang terkena dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLS).&quot;Dengan adanya BLSM tersebut dapat menjaga daya beli masyarakat sehingga inflsi terkendali. Selain itu, program MP3EI juga membantu negara dalam hal investasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia merupakan negara yang mampu menjaga pertumbuhan perekonomiannya dibanding negara lainnya, ditengah adanya krisis perekonomian yang melanda.Menteri Keuangan Agus DW Martowardoyo menjelaskan, dibandingkan dengan negara lain, pemerintah Indonesia dapat menjaga koreksi pertumbuhan perekonomian tidak terlalu tajam.&quot;Kita lihat Pemerintah China pada awalnya memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi berada dikisaran 8,2 persen, tapi kemudian dikoreksi dibawah 7,5 persen. Sedangkan Indonesia mengkoreksi pertumbuhan ekonominya dari 6,7 persen menjadi 6,5 persen,&quot; ungkap Agus di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/3/2012).&amp;nbsp;Menurut Agus, ini menunjukkan bahwa negara sekelas China bisa menurunkan koreksinya secara tajam. &quot;Sedangkan Indonesia tidak,&quot; tegasnya.Karenanya dia mengatakan, penurunan pertumbuhan perekonomian yang tidak terlalu tajam ini dikarenakan pemerintah Indonesia dapat menjaga daya beli masyarakatnya.Hal ini dapat dilihat dari kompensasi yang diberikan oleh pemerintah kepada mayarakat yang terkena dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLS).&quot;Dengan adanya BLSM tersebut dapat menjaga daya beli masyarakat sehingga inflsi terkendali. Selain itu, program MP3EI juga membantu negara dalam hal investasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
