<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Hancurkan Uang, BI Butuh Dana Tak Sedikit</title><description>Bank Indonesia (BI) disebut mengeluarkan biaya yang sangat besar guna membiayai uang tunai (cash) yang ada.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/14/20/592954/hancurkan-uang-bi-butuh-dana-tak-sedikit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/03/14/20/592954/hancurkan-uang-bi-butuh-dana-tak-sedikit"/><item><title> Hancurkan Uang, BI Butuh Dana Tak Sedikit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/14/20/592954/hancurkan-uang-bi-butuh-dana-tak-sedikit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/03/14/20/592954/hancurkan-uang-bi-butuh-dana-tak-sedikit</guid><pubDate>Rabu 14 Maret 2012 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/14/20/592954/5BAgFYH3na.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/14/20/592954/5BAgFYH3na.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone.</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) disebut mengeluarkan biaya yang sangat besar guna membiayai uang tunai (cash) yang ada. Selain itu, pembaharuan uang kertas juga memakan biaya yang tak sedikit.&quot;Biaya yang digunakan BI untuk meng-handle uang tunai sangat besar,&quot; kata GM Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Martha, di Jakarta, Rabu (14/3/2012).Walau tidak mengatakan secara spesifik, dia menuturkan BI harus merogoh kocek yang lumayan jumlahnya untuk pencetakan uang, juga distribusi. &quot;Tak cuma itu, penghancuran uang tunai juga ada biayanya,&quot; ungkapnya.Tapi, dengan menggunakan alat bayar, termasuk kartu, maka biaya itu bisa terkurangi. Maka dari itu, BI tengah berusaha mewujudkan program masyarakat tanpa uang tunai (cashless society).&quot;Biaya cash handling itu untuk membandingkan jika uang cash itu juga ada biayanya. BI sendiri juga ingin mendorong cashless society, mendorong penggunaan nontunai,&quot; ungkap dia.Guna mewujudkan hal itu, BI tidak memperkenankan tambahan biaya untuk transaksi dengan kartu kredit. Sayangnya untuk hal itu, dia tidak menyebutkan berapa ongkos yang dikeluarkan oleh BI. &quot;Kalau untuk besarannya bisa ditanyakan ke BI,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) disebut mengeluarkan biaya yang sangat besar guna membiayai uang tunai (cash) yang ada. Selain itu, pembaharuan uang kertas juga memakan biaya yang tak sedikit.&quot;Biaya yang digunakan BI untuk meng-handle uang tunai sangat besar,&quot; kata GM Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Martha, di Jakarta, Rabu (14/3/2012).Walau tidak mengatakan secara spesifik, dia menuturkan BI harus merogoh kocek yang lumayan jumlahnya untuk pencetakan uang, juga distribusi. &quot;Tak cuma itu, penghancuran uang tunai juga ada biayanya,&quot; ungkapnya.Tapi, dengan menggunakan alat bayar, termasuk kartu, maka biaya itu bisa terkurangi. Maka dari itu, BI tengah berusaha mewujudkan program masyarakat tanpa uang tunai (cashless society).&quot;Biaya cash handling itu untuk membandingkan jika uang cash itu juga ada biayanya. BI sendiri juga ingin mendorong cashless society, mendorong penggunaan nontunai,&quot; ungkap dia.Guna mewujudkan hal itu, BI tidak memperkenankan tambahan biaya untuk transaksi dengan kartu kredit. Sayangnya untuk hal itu, dia tidak menyebutkan berapa ongkos yang dikeluarkan oleh BI. &quot;Kalau untuk besarannya bisa ditanyakan ke BI,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
