<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anas: Indonesia Perlu Diversifikasi Pangan</title><description>Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mendorong pemerintah  membuat program diversifikasi pangan. Menurut dia, program tersebut  perlu karena&amp;nbsp; tingkat konsumsi beras nasional yang mencetak rekor  tertinggi di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/18/320/595287/anas-indonesia-perlu-diversifikasi-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/03/18/320/595287/anas-indonesia-perlu-diversifikasi-pangan"/><item><title>Anas: Indonesia Perlu Diversifikasi Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/18/320/595287/anas-indonesia-perlu-diversifikasi-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/03/18/320/595287/anas-indonesia-perlu-diversifikasi-pangan</guid><pubDate>Minggu 18 Maret 2012 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/18/320/595287/9hv3aO43Hz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  Foto: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/18/320/595287/9hv3aO43Hz.jpg</image><title>Ilustrasi  Foto: Koran Sindo</title></images><description>BOGOR - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mendorong pemerintah membuat program diversifikasi pangan. Mneurut dia, program tersebut perlu karena&amp;nbsp; tingkat konsumsi beras nasional yang mencetak rekor tertinggi di dunia.&quot;Kami mendorong diversifikasi pangan. Ini patut diapresiasi misalnya ada program sehari tidak makan nasi,&quot; kata Anas di Bogor, Jawa Barat, akhir pekan ini.Menurut Anas, tingkat produksi beras nasional tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia. Menurutnya, jika&amp;nbsp; tingkat konsumsi beras tidak bisa diturunkan, pilihan yang paling mungkin bagi pemerintah adalah mengimpor beras.&quot;Rakyat kita banyak. Kalau perkapita, konsumsi beras malah naik berarti konsumsi beras nasional akan terus tinggi. Itu memungkinkan terjadinya impor,&quot; ungkap Anas.Anas juga mengingatkan pemerintah untuk terus meningkatkan produksi gabah. Menurut dia, jika tingkat konsumsi beras bisa ditekan dan produksi beras meningkat, pemerintah justru malah mengekspor beras.&quot;Karena itulah, ke depan selain produksi beras dipacu, di sisi lain, konsumsi beras harus turunkan,&quot; tambah dia.Selain itu, demi memuluskan program diversifikasi pangan, Anas berpendapat pemerintah juga menggalakkan produksi bahan pokok lain sepeti jagung dan kedelai.&quot;Kalau tidak disiapkan, rakyat akan makan apa?,&quot; tandasnya. (gna)</description><content:encoded>BOGOR - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mendorong pemerintah membuat program diversifikasi pangan. Mneurut dia, program tersebut perlu karena&amp;nbsp; tingkat konsumsi beras nasional yang mencetak rekor tertinggi di dunia.&quot;Kami mendorong diversifikasi pangan. Ini patut diapresiasi misalnya ada program sehari tidak makan nasi,&quot; kata Anas di Bogor, Jawa Barat, akhir pekan ini.Menurut Anas, tingkat produksi beras nasional tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia. Menurutnya, jika&amp;nbsp; tingkat konsumsi beras tidak bisa diturunkan, pilihan yang paling mungkin bagi pemerintah adalah mengimpor beras.&quot;Rakyat kita banyak. Kalau perkapita, konsumsi beras malah naik berarti konsumsi beras nasional akan terus tinggi. Itu memungkinkan terjadinya impor,&quot; ungkap Anas.Anas juga mengingatkan pemerintah untuk terus meningkatkan produksi gabah. Menurut dia, jika tingkat konsumsi beras bisa ditekan dan produksi beras meningkat, pemerintah justru malah mengekspor beras.&quot;Karena itulah, ke depan selain produksi beras dipacu, di sisi lain, konsumsi beras harus turunkan,&quot; tambah dia.Selain itu, demi memuluskan program diversifikasi pangan, Anas berpendapat pemerintah juga menggalakkan produksi bahan pokok lain sepeti jagung dan kedelai.&quot;Kalau tidak disiapkan, rakyat akan makan apa?,&quot; tandasnya. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
