<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerapan SNI Kebutuhan Masyarakat</title><description>Beredarnya produk-produk kurang berkualitas dan tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) akhir-akhir ini makin meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/20/320/596424/penerapan-sni-kebutuhan-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/03/20/320/596424/penerapan-sni-kebutuhan-masyarakat"/><item><title>Penerapan SNI Kebutuhan Masyarakat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/20/320/596424/penerapan-sni-kebutuhan-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/03/20/320/596424/penerapan-sni-kebutuhan-masyarakat</guid><pubDate>Selasa 20 Maret 2012 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Beredarnya produk-produk kurang berkualitas dan tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) akhir-akhir ini makin meningkat.Seperti diungkapkan Ketua Komite Tetap Standarisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Abdul Aziz Pane mengenai maraknya produk yang tidak memenuhi standar.&quot;Penerapan SNI penting sebagai bagian dari tuntutan kebutuhan dan upaya meningkatkan daya saing, serta menekan masuknya produk-produk yang tidak berlabel SNI,&quot; ungkap Abdul saat membuka seminar SNI, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/3/2012).Di tempat yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengungkapkan, implikasi standar mutu bukan terbatas pada masalah daya saing, tetapi juga berkaitan dengan masalah kesehatan dan keselamatan masyarakat.&quot;Saya berharap semua pihak menumbuhkan rasa tanggung jawab kemanusiaan dengan memenuhi standarisasi mutu produk bagi barang-barang yang diproduksi di dalam negeri maupun yang diimpor,&quot; terang Suryo.Suryo menuturkan, masyarakat di negara-negara maju pada umumnya sudah mempunyai kesadaran tinggi dalam hal mutu barang-barang yang mengancam kesehatan dan keselamatan mereka.&quot;Upaya penerapan SNI perlu disertai dengan gerakan membudayakan kesadaran atas mutu produk di masyarakat,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Beredarnya produk-produk kurang berkualitas dan tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) akhir-akhir ini makin meningkat.Seperti diungkapkan Ketua Komite Tetap Standarisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Abdul Aziz Pane mengenai maraknya produk yang tidak memenuhi standar.&quot;Penerapan SNI penting sebagai bagian dari tuntutan kebutuhan dan upaya meningkatkan daya saing, serta menekan masuknya produk-produk yang tidak berlabel SNI,&quot; ungkap Abdul saat membuka seminar SNI, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/3/2012).Di tempat yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengungkapkan, implikasi standar mutu bukan terbatas pada masalah daya saing, tetapi juga berkaitan dengan masalah kesehatan dan keselamatan masyarakat.&quot;Saya berharap semua pihak menumbuhkan rasa tanggung jawab kemanusiaan dengan memenuhi standarisasi mutu produk bagi barang-barang yang diproduksi di dalam negeri maupun yang diimpor,&quot; terang Suryo.Suryo menuturkan, masyarakat di negara-negara maju pada umumnya sudah mempunyai kesadaran tinggi dalam hal mutu barang-barang yang mengancam kesehatan dan keselamatan mereka.&quot;Upaya penerapan SNI perlu disertai dengan gerakan membudayakan kesadaran atas mutu produk di masyarakat,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
