<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Produk UMKM yang Terlibas Impor</title><description>Maraknya produk-produk impor mulai dari barang elektronik, perkakas  rumah tangga, makanan minuman, mainan anak, tekstil, jamu, obat-obatan,  produk pertanian, produk peternakan, membuat produsen dalam negeri harus  gulung tikar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/20/320/596441/ini-produk-umkm-yang-terlibas-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/03/20/320/596441/ini-produk-umkm-yang-terlibas-impor"/><item><title>Ini Produk UMKM yang Terlibas Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/20/320/596441/ini-produk-umkm-yang-terlibas-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/03/20/320/596441/ini-produk-umkm-yang-terlibas-impor</guid><pubDate>Selasa 20 Maret 2012 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/20/320/596441/AZz81ZQY5G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/20/320/596441/AZz81ZQY5G.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Maraknya produk-produk impor mulai dari barang elektronik, perkakas rumah tangga, makanan minuman, mainan anak, tekstil, jamu, obat-obatan, produk pertanian, produk peternakan, membuat produsen dalam negeri harus gulung tikar.Produk dalam negeri yang dimaksud adalah produk-produk UMKM yang tidak mampu menghadapi persaingan dengan produk impor karena tingkat harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding dengan produk sejenis yang yang berasal dari produk lokal.&quot;Makanan atau minuman, mainan anak, tekstil, jamu, obat-obatan, produk pertanian, produk peternakan, harus ada label SNI-nya untuk keamanan dan melindungi kepentingan masyarakat,&quot; tutur Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/3/2012).Perlunya pembenahan mutu produk dalam negeri dan pembinaan terhadap industri UMKM. Mengingat produk UMKM menempati posisi yang strategis dan produknya sangat erat berhubungan dengan masyarakat.&quot;Sesungguhnya produk UMKM mempunyai prospek tinggi untuk diekspor,&quot; ungkap Suryo.Suryo menuturkan, langkah kongkrit yang harus dilakukan adalah bagaimana menjadikan Standar Nasional Indonesia (SNI) comply dengan standar internasional seperti British Standard (BS) dan Japan Industrial Standars (JIS).</description><content:encoded>JAKARTA - Maraknya produk-produk impor mulai dari barang elektronik, perkakas rumah tangga, makanan minuman, mainan anak, tekstil, jamu, obat-obatan, produk pertanian, produk peternakan, membuat produsen dalam negeri harus gulung tikar.Produk dalam negeri yang dimaksud adalah produk-produk UMKM yang tidak mampu menghadapi persaingan dengan produk impor karena tingkat harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding dengan produk sejenis yang yang berasal dari produk lokal.&quot;Makanan atau minuman, mainan anak, tekstil, jamu, obat-obatan, produk pertanian, produk peternakan, harus ada label SNI-nya untuk keamanan dan melindungi kepentingan masyarakat,&quot; tutur Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/3/2012).Perlunya pembenahan mutu produk dalam negeri dan pembinaan terhadap industri UMKM. Mengingat produk UMKM menempati posisi yang strategis dan produknya sangat erat berhubungan dengan masyarakat.&quot;Sesungguhnya produk UMKM mempunyai prospek tinggi untuk diekspor,&quot; ungkap Suryo.Suryo menuturkan, langkah kongkrit yang harus dilakukan adalah bagaimana menjadikan Standar Nasional Indonesia (SNI) comply dengan standar internasional seperti British Standard (BS) dan Japan Industrial Standars (JIS).</content:encoded></item></channel></rss>
