<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Sawit Harap Pertemuan RI-AS Hasilkan Kesepakatan</title><description>Para pelaku usaha industri sawit nasional berharap, kunjungan delegasi  Indonesia ke AS bisa menghasilkan kesepakatan yang  baik antara kedua belah pihak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/25/320/599393/pengusaha-sawit-harap-pertemuan-ri-as-hasilkan-kesepakatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/03/25/320/599393/pengusaha-sawit-harap-pertemuan-ri-as-hasilkan-kesepakatan"/><item><title>Pengusaha Sawit Harap Pertemuan RI-AS Hasilkan Kesepakatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/03/25/320/599393/pengusaha-sawit-harap-pertemuan-ri-as-hasilkan-kesepakatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/03/25/320/599393/pengusaha-sawit-harap-pertemuan-ri-as-hasilkan-kesepakatan</guid><pubDate>Minggu 25 Maret 2012 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/25/320/599393/QljgbN8tU6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/25/320/599393/QljgbN8tU6.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Para pelaku usaha industri sawit nasional berharap, kunjungan delegasi Indonesia ke Amerika Serikat (AS) bisa menghasilkan kesepakatan yang baik antara kedua belah pihak.Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, pihaknya berharap pemerintah AS bisa menerima semua masukan dari Indonesia terkait boikot ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Pasalnya, kata dia, masukan itu berdasarkan hasil riset dan data yang jelas.&quot;Ini pertemuan pertama kali antara pemerintah AS dan pemerintah Indonesia. Ini pertemuan tingkat nnegara, setidaknya ada banyak hal yang dibicarakan. Saya berharap, pemerintah AS bisa menerima masukan dari kita,&quot; kata Joko ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (25/3/2012).Dia menambahkan, saat ini pihaknya belum mengetahui seperti apa perkembangan dari pertemuan di AS karena dia tidak ikut dalam rombongan delegasi Indonesia. &quot;Saya belum dikabari. Saya tidak ikut kesana, karena yang ikut Pak Fadhil Hasan. Saya masih menunggu hasilnya,&quot; ungkapnya.Hal senada dikatakan oleh Sekjen Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan. Paulus berharap, hingga akhir tahun ini sudah ada keputusan yang baik dari pemerintah AS sehingga produk CPO terutama biodiesel tidak sulit untuk diekspor ke sana.&quot;Pihak AS meminta waktu sekitar enam bulan untuk mengkaji semua masukan, data, serta perhitungan dari Indonesia. Tapi itu bisa memakan waktu lebih dari enam bulan,&quot; kata Paulus.</description><content:encoded>JAKARTA - Para pelaku usaha industri sawit nasional berharap, kunjungan delegasi Indonesia ke Amerika Serikat (AS) bisa menghasilkan kesepakatan yang baik antara kedua belah pihak.Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, pihaknya berharap pemerintah AS bisa menerima semua masukan dari Indonesia terkait boikot ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Pasalnya, kata dia, masukan itu berdasarkan hasil riset dan data yang jelas.&quot;Ini pertemuan pertama kali antara pemerintah AS dan pemerintah Indonesia. Ini pertemuan tingkat nnegara, setidaknya ada banyak hal yang dibicarakan. Saya berharap, pemerintah AS bisa menerima masukan dari kita,&quot; kata Joko ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (25/3/2012).Dia menambahkan, saat ini pihaknya belum mengetahui seperti apa perkembangan dari pertemuan di AS karena dia tidak ikut dalam rombongan delegasi Indonesia. &quot;Saya belum dikabari. Saya tidak ikut kesana, karena yang ikut Pak Fadhil Hasan. Saya masih menunggu hasilnya,&quot; ungkapnya.Hal senada dikatakan oleh Sekjen Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan. Paulus berharap, hingga akhir tahun ini sudah ada keputusan yang baik dari pemerintah AS sehingga produk CPO terutama biodiesel tidak sulit untuk diekspor ke sana.&quot;Pihak AS meminta waktu sekitar enam bulan untuk mengkaji semua masukan, data, serta perhitungan dari Indonesia. Tapi itu bisa memakan waktu lebih dari enam bulan,&quot; kata Paulus.</content:encoded></item></channel></rss>
