<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2014, Mentan Targetkan Surplus Beras 10 Juta Ton</title><description>Menteri Pertanian Suswono mengklaim terus berupaya untuk meningkatkan produksi beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/03/320/605093/2014-mentan-targetkan-surplus-beras-10-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/04/03/320/605093/2014-mentan-targetkan-surplus-beras-10-juta-ton"/><item><title>2014, Mentan Targetkan Surplus Beras 10 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/03/320/605093/2014-mentan-targetkan-surplus-beras-10-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/04/03/320/605093/2014-mentan-targetkan-surplus-beras-10-juta-ton</guid><pubDate>Selasa 03 April 2012 18:44 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/03/320/605093/7Gwx4RsIT6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/03/320/605093/7Gwx4RsIT6.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: okezone)</title></images><description>DEPOK - Menteri Pertanian Suswono mengklaim terus berupaya untuk meningkatkan produksi beras. Tahun ini saja, target produksi mencapai 68 juta ton gabah kering giling. Untuk mewujudkan hal itu, percepatan penganekaragaman pangan pun juga harus dilakukan. Salah satunya yakni dengan mengurangi konsumsi beras dan mensubtitusinya dengan umbi-umbian.&quot;Ini sudah ada payung hukumnya perpres 22 tahun 2009, dimana Indonesia sangat kaya dengan sumber kabohidrat selain beras, ada umbi-umbian, jadi kita bukan karena berat untuk menghasilkan beras, tetapi makan beragam, ini penting substitusi meningkat di protein,&quot; tuturnya kepada wartawan di Depok, Selasa (3/4/2012).Dia mencontohkan, produksi jagung saja mencapai 18 juta ton per tahun. Apalagi jagung mudah ditanam kapan saja.&quot;Bisa kembali ke pangan lokal, jagung 18 juta ton per tahun, pakan ternak hanya lima juta ton, jagung lebih mudah ditanam, di Aceh Selatan lahan jagung juga banyak, wilayah Dompu punya area 30 ribu hektare (ha), potensi ini dapat kejar swasembada beras,&quot; paparnya.Karena itu, lanjutnya, target surplus beras hingga 10 juta ton pada 2014 diyakini bisa tercapai. Bulog pun didorong untuk mampu menyerap produksi dalam negeri saat panen raya saat ini.&quot;Produksi kita masih surplus sekarang, konsumsi kita 33,5 juta ton per tahun, surplus empat juta, di 2014 diharapkan surplus 10 juta ton. Jadi tidak terlalu riskan, tak perlu impor, harga stabil,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>DEPOK - Menteri Pertanian Suswono mengklaim terus berupaya untuk meningkatkan produksi beras. Tahun ini saja, target produksi mencapai 68 juta ton gabah kering giling. Untuk mewujudkan hal itu, percepatan penganekaragaman pangan pun juga harus dilakukan. Salah satunya yakni dengan mengurangi konsumsi beras dan mensubtitusinya dengan umbi-umbian.&quot;Ini sudah ada payung hukumnya perpres 22 tahun 2009, dimana Indonesia sangat kaya dengan sumber kabohidrat selain beras, ada umbi-umbian, jadi kita bukan karena berat untuk menghasilkan beras, tetapi makan beragam, ini penting substitusi meningkat di protein,&quot; tuturnya kepada wartawan di Depok, Selasa (3/4/2012).Dia mencontohkan, produksi jagung saja mencapai 18 juta ton per tahun. Apalagi jagung mudah ditanam kapan saja.&quot;Bisa kembali ke pangan lokal, jagung 18 juta ton per tahun, pakan ternak hanya lima juta ton, jagung lebih mudah ditanam, di Aceh Selatan lahan jagung juga banyak, wilayah Dompu punya area 30 ribu hektare (ha), potensi ini dapat kejar swasembada beras,&quot; paparnya.Karena itu, lanjutnya, target surplus beras hingga 10 juta ton pada 2014 diyakini bisa tercapai. Bulog pun didorong untuk mampu menyerap produksi dalam negeri saat panen raya saat ini.&quot;Produksi kita masih surplus sekarang, konsumsi kita 33,5 juta ton per tahun, surplus empat juta, di 2014 diharapkan surplus 10 juta ton. Jadi tidak terlalu riskan, tak perlu impor, harga stabil,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
