<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Susah Jadi Menteri Zaman Sekarang&quot;</title><description>Mantan Menteri Perdagangan Rahardi Ramelan menuturkan, menjadi menteri perdagangan sekarang ini jauh lebih susah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/09/320/608113/susah-jadi-menteri-zaman-sekarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/04/09/320/608113/susah-jadi-menteri-zaman-sekarang"/><item><title>&quot;Susah Jadi Menteri Zaman Sekarang&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/09/320/608113/susah-jadi-menteri-zaman-sekarang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/04/09/320/608113/susah-jadi-menteri-zaman-sekarang</guid><pubDate>Senin 09 April 2012 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/09/320/608113/kmH32BKnFi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Gita Wirjawan. (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/09/320/608113/kmH32BKnFi.jpg</image><title>Mendag Gita Wirjawan. (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Menteri Perdagangan Rahardi Ramelan menuturkan, menjadi menteri perdagangan sekarang ini jauh lebih susah.&quot;Kalau dulu menteri bisa memutus sendiri. Kalau sekarang harus lapor ke sini, lapor ke DPR, bikin pusing. Itu karena sistem politik kita yang tidak cocok. Saya menyarankan agar bursa komoditi kita untuk diberesin, karena bursa komoditi kita enggak jalan,&quot; kata Rahardi ketika ditemui di Kantor Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (9/4/2012).Mantan Menteri Perdagangan era Reformasi Pembangunan tahun 1998-1999 ini diundang oleh Mendag Gita Wirjawan. Selain Rahardi, juga ada Jusuf Kalla. Begitu juga Mari Elka Pangestu dan Bob Hasan juga terlihat hadir.Menurut JK, demikian panggilan akrabnya, dalam pertemuan ini, menuturkan beberapa pengalamannya ketika menjabat sebagai Menteri Perdagangan.&quot;Berdasarkan pengalaman kita, katakanlah jadi bahan (masukan) untuk menteri sekarang. Sarannya bermacam-macam,&amp;nbsp; perdagangan, internasional, dan macam-macam,&quot; lanjut pemilik usaha Group Kalla ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Menteri Perdagangan Rahardi Ramelan menuturkan, menjadi menteri perdagangan sekarang ini jauh lebih susah.&quot;Kalau dulu menteri bisa memutus sendiri. Kalau sekarang harus lapor ke sini, lapor ke DPR, bikin pusing. Itu karena sistem politik kita yang tidak cocok. Saya menyarankan agar bursa komoditi kita untuk diberesin, karena bursa komoditi kita enggak jalan,&quot; kata Rahardi ketika ditemui di Kantor Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (9/4/2012).Mantan Menteri Perdagangan era Reformasi Pembangunan tahun 1998-1999 ini diundang oleh Mendag Gita Wirjawan. Selain Rahardi, juga ada Jusuf Kalla. Begitu juga Mari Elka Pangestu dan Bob Hasan juga terlihat hadir.Menurut JK, demikian panggilan akrabnya, dalam pertemuan ini, menuturkan beberapa pengalamannya ketika menjabat sebagai Menteri Perdagangan.&quot;Berdasarkan pengalaman kita, katakanlah jadi bahan (masukan) untuk menteri sekarang. Sarannya bermacam-macam,&amp;nbsp; perdagangan, internasional, dan macam-macam,&quot; lanjut pemilik usaha Group Kalla ini.</content:encoded></item></channel></rss>
