<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana Minim, Kemenkop Dan Kadin Sepakat Prioritaskan UMKM</title><description>Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Kamar Dagang dan  Industri (Kadin) mencapai kata sepakat untuk lebih memprioritaskan Usaha  Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi untuk mendapatkan dana  stimulan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/09/320/608283/dana-minim-kemenkop-dan-kadin-sepakat-prioritaskan-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/04/09/320/608283/dana-minim-kemenkop-dan-kadin-sepakat-prioritaskan-umkm"/><item><title>Dana Minim, Kemenkop Dan Kadin Sepakat Prioritaskan UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/09/320/608283/dana-minim-kemenkop-dan-kadin-sepakat-prioritaskan-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/04/09/320/608283/dana-minim-kemenkop-dan-kadin-sepakat-prioritaskan-umkm</guid><pubDate>Senin 09 April 2012 17:53 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/09/320/608283/JA9d6yjy7L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Heru Haryono/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/09/320/608283/JA9d6yjy7L.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Heru Haryono/okezone</title></images><description>SOLO  -&amp;nbsp; Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Kamar Dagang dan  Industri (Kadin) mencapai kata sepakat untuk lebih memprioritaskan Usaha  Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi untuk mendapatkan dana  stimulan.Pasalnya,untuk tahun ini,alokasi dana yang&amp;nbsp;  disediakan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) hanya sekitar Rp 1  triliun untuk tahun 2012 ini.&quot;LPDB mendapatkan  tambahan anggaran dari APBN Perubahan sebesar Rp 500 miliar. Jumlah  tersebut tidak sebanding dengan UMKM dan koperasi di Indonesia sangat  banyak yakni untuk UMKM mencapai 55,2 juta dan untuk koperasi mencapai  188 ribu,&quot; jelas Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarif Hasan di Solo, Jawa Tengah, Senin (9/4/2012).Untuk itu  dibutuhkan prioritas untuk memberikan stimulan sehingga bisa merangsang  iklim usaha yang lebih baik dan perekonomian bisa bergerak maju.&amp;nbsp;&quot;Bukan  berarti semua pelaku usaha diberi stimulan, tidak bisa seperti itu.  Karena Indonesia bukan negara penganut sistem komunis. Ada skala  prioritas agar ekonomi pasar berlangsung,&quot; ujarnya.Disinggung penyaluran dana LPDB tahun ini, Syarif Hasan mengatakan ditargetkan sebesar Rp 1 triliun. (gna)</description><content:encoded>SOLO  -&amp;nbsp; Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Kamar Dagang dan  Industri (Kadin) mencapai kata sepakat untuk lebih memprioritaskan Usaha  Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi untuk mendapatkan dana  stimulan.Pasalnya,untuk tahun ini,alokasi dana yang&amp;nbsp;  disediakan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) hanya sekitar Rp 1  triliun untuk tahun 2012 ini.&quot;LPDB mendapatkan  tambahan anggaran dari APBN Perubahan sebesar Rp 500 miliar. Jumlah  tersebut tidak sebanding dengan UMKM dan koperasi di Indonesia sangat  banyak yakni untuk UMKM mencapai 55,2 juta dan untuk koperasi mencapai  188 ribu,&quot; jelas Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarif Hasan di Solo, Jawa Tengah, Senin (9/4/2012).Untuk itu  dibutuhkan prioritas untuk memberikan stimulan sehingga bisa merangsang  iklim usaha yang lebih baik dan perekonomian bisa bergerak maju.&amp;nbsp;&quot;Bukan  berarti semua pelaku usaha diberi stimulan, tidak bisa seperti itu.  Karena Indonesia bukan negara penganut sistem komunis. Ada skala  prioritas agar ekonomi pasar berlangsung,&quot; ujarnya.Disinggung penyaluran dana LPDB tahun ini, Syarif Hasan mengatakan ditargetkan sebesar Rp 1 triliun. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
