<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sampoerna Serap 6,7% Saham Bakrie Telecom</title><description>PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyatakan jika yang menjadi pembeli siaga  atau stand by buyer dari nonpreemptive rights sebesar 10 persen adalah  Bakrie Group dan strategic partners.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/19/278/614544/sampoerna-serap-6-7-saham-bakrie-telecom</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/04/19/278/614544/sampoerna-serap-6-7-saham-bakrie-telecom"/><item><title>Sampoerna Serap 6,7% Saham Bakrie Telecom</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/19/278/614544/sampoerna-serap-6-7-saham-bakrie-telecom</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/04/19/278/614544/sampoerna-serap-6-7-saham-bakrie-telecom</guid><pubDate>Kamis 19 April 2012 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Astutik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/19/278/614544/Jy0YCBfKtx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/19/278/614544/Jy0YCBfKtx.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyatakan jika yang menjadi pembeli siaga atau stand by buyer dari nonpreemptive rights sebesar 10 persen adalah Bakrie Group dan strategic partners.&quot;Kepemilikan PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) 19 persen, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) 2,3 persen dan shareholder nonpreemptive 6,7 persen,&quot; ungkap Direktur Utama BTEL Anindya Bakrie saat konferensi pers di Hotel Mandarin Jakarta, Kamis (19/4/2012).Sebagaimana diketahui, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini menyetujui rencana perusahaan menambah modal dengan menerbitkan non-preemptive rights, senilai minimum Rp754 miliar. Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk membayar obligasi perusahaan yang jatuh tempo sebesar Rp650 miliar September mendatang.&quot;Nantinya akan digabungkan dengan bank financing, dari bank lokal USD50 juta untuk bayar utang, karena kita ingin bayar lebih cepat,&quot; katanya.Selanjutnya, yang sebesar 25 persen akan digunakan untuk akuisisi 35 persen saham Sampoerna Telekomunikasi Indonesia senilai Rp198 miliar. &quot;Sisanya yang 50 persen untuk working capital dan belanja modal,&quot; tandasnya. (nia)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyatakan jika yang menjadi pembeli siaga atau stand by buyer dari nonpreemptive rights sebesar 10 persen adalah Bakrie Group dan strategic partners.&quot;Kepemilikan PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) 19 persen, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) 2,3 persen dan shareholder nonpreemptive 6,7 persen,&quot; ungkap Direktur Utama BTEL Anindya Bakrie saat konferensi pers di Hotel Mandarin Jakarta, Kamis (19/4/2012).Sebagaimana diketahui, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini menyetujui rencana perusahaan menambah modal dengan menerbitkan non-preemptive rights, senilai minimum Rp754 miliar. Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk membayar obligasi perusahaan yang jatuh tempo sebesar Rp650 miliar September mendatang.&quot;Nantinya akan digabungkan dengan bank financing, dari bank lokal USD50 juta untuk bayar utang, karena kita ingin bayar lebih cepat,&quot; katanya.Selanjutnya, yang sebesar 25 persen akan digunakan untuk akuisisi 35 persen saham Sampoerna Telekomunikasi Indonesia senilai Rp198 miliar. &quot;Sisanya yang 50 persen untuk working capital dan belanja modal,&quot; tandasnya. (nia)</content:encoded></item></channel></rss>
