<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Eks Pejabat Kementerian BUMN Jadi Komisaris BTN</title><description>PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) merombak dua posisi  komisarisnya. Di mana sekarang ini mantan pejabat di Kementerian BUMN  akan menjadi komisarisnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/19/278/614655/2-eks-pejabat-kementerian-bumn-jadi-komisaris-btn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/04/19/278/614655/2-eks-pejabat-kementerian-bumn-jadi-komisaris-btn"/><item><title>2 Eks Pejabat Kementerian BUMN Jadi Komisaris BTN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/19/278/614655/2-eks-pejabat-kementerian-bumn-jadi-komisaris-btn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/04/19/278/614655/2-eks-pejabat-kementerian-bumn-jadi-komisaris-btn</guid><pubDate>Kamis 19 April 2012 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/19/278/614655/mAIcXRWwAy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/19/278/614655/mAIcXRWwAy.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) merombak dua posisi komisarisnya. Di mana sekarang ini mantan pejabat di Kementerian BUMN akan menjadi komisarisnya.Mantan pejabat Kementerian BUMN itu adalah Dwijanti Thahjaningsih dan Sahala Lumban Gaol yang dimasukkan dalam jajaran komisaris menggantikan Gatot Mardiwasisto dan Iskandar Saleh.&quot;Sesuai hasil RUPST 2012, kedua orang tersebut menggantikan Gatot Mardiwasisto yang sudah nonaktif sejak 27 Januari 2012 dan Iskandar Saleh yang telah diberhentikan dengan hormat,&quot; ujar Dirut BTN Iqbal Latanro di Menara BTN, Jakarta, Kamis(19/4/2012).Berdasarkan keterangan pers susunan secara lengkap dewan komisaris bank BTN diantaranya, Zaki Baridwan sebagai komisaris independen sekaligus komisaris utama, Subarjo Joyosumarto&amp;nbsp;sebagai komisaris independen, Dewandhy Agusman sebagai komisaris independent, Mulabasa Hutabarat sebagai anggota komisaris, Sahala Lumban Gaol sebagai anggota komisaris, Dwijanti Tjahjaningsih sebagai anggota komisaris.Sebelumnya, BTN juga membagikan dividen sebesar 20 persen dari laba bersih tahun buku 2011, atau sebesar Rp223,73 miliar. Dengan demikian, pemegang saham akan mendapatkan dividen Rp25 per saham.&quot;Laba bersih tahun buku 2011 yang mencapai Rp1,1 triliun akan dibagikan 20 persen untuk dividen atau senilai Rp223,73 miliar atau sebesar Rp25 per saham,&quot; ujar Iqbal.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) merombak dua posisi komisarisnya. Di mana sekarang ini mantan pejabat di Kementerian BUMN akan menjadi komisarisnya.Mantan pejabat Kementerian BUMN itu adalah Dwijanti Thahjaningsih dan Sahala Lumban Gaol yang dimasukkan dalam jajaran komisaris menggantikan Gatot Mardiwasisto dan Iskandar Saleh.&quot;Sesuai hasil RUPST 2012, kedua orang tersebut menggantikan Gatot Mardiwasisto yang sudah nonaktif sejak 27 Januari 2012 dan Iskandar Saleh yang telah diberhentikan dengan hormat,&quot; ujar Dirut BTN Iqbal Latanro di Menara BTN, Jakarta, Kamis(19/4/2012).Berdasarkan keterangan pers susunan secara lengkap dewan komisaris bank BTN diantaranya, Zaki Baridwan sebagai komisaris independen sekaligus komisaris utama, Subarjo Joyosumarto&amp;nbsp;sebagai komisaris independen, Dewandhy Agusman sebagai komisaris independent, Mulabasa Hutabarat sebagai anggota komisaris, Sahala Lumban Gaol sebagai anggota komisaris, Dwijanti Tjahjaningsih sebagai anggota komisaris.Sebelumnya, BTN juga membagikan dividen sebesar 20 persen dari laba bersih tahun buku 2011, atau sebesar Rp223,73 miliar. Dengan demikian, pemegang saham akan mendapatkan dividen Rp25 per saham.&quot;Laba bersih tahun buku 2011 yang mencapai Rp1,1 triliun akan dibagikan 20 persen untuk dividen atau senilai Rp223,73 miliar atau sebesar Rp25 per saham,&quot; ujar Iqbal.</content:encoded></item></channel></rss>
