<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mekanisme Refill Elpiji 12 Kg &amp; 3 Kg di Pontianak Dipertanyakan</title><description>Mekanisme pengisian elpiji dari SPBE milik PT Gemilang Asia Sejahtera ke tabung gas untuk  ukuran 12 kilogram (kg) dan gas 3 kg (bersubsidi) yang ternyata  menggunakan&amp;nbsp; satu pipa dipertanyakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/26/19/618654/mekanisme-refill-elpiji-12-kg-3-kg-di-pontianak-dipertanyakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/04/26/19/618654/mekanisme-refill-elpiji-12-kg-3-kg-di-pontianak-dipertanyakan"/><item><title>Mekanisme Refill Elpiji 12 Kg &amp; 3 Kg di Pontianak Dipertanyakan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/04/26/19/618654/mekanisme-refill-elpiji-12-kg-3-kg-di-pontianak-dipertanyakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/04/26/19/618654/mekanisme-refill-elpiji-12-kg-3-kg-di-pontianak-dipertanyakan</guid><pubDate>Kamis 26 April 2012 07:44 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Prihatini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/26/19/618654/SEhXslm3RD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/26/19/618654/SEhXslm3RD.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</title></images><description>PONTIANAK - Mekanisme pengisian elpiji (refill) dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Gemilang Asia Sejahtera ke tabung gas untuk ukuran 12 kilogram (kg) dan gas 3 kg (bersubsidi) yang ternyata menggunakan&amp;nbsp; satu pipa dipertanyakan.Anggota komisi C DPRD Propinsi Kalbar melakukan inspeksi mendadak ke 2 SPBE yang ada di kalimantan barat pada Rabu, 25 April 2012.Inspeksi mendadak (sidak) tersebut dilakukan oleh komisi C DPRD Kalbar terkait mahalnya harga elpiji 3 kg dibeberapa kabupaten di Kalimantan Barat. Sementara pasokan elpiji, baik untuk tabung 3 kg maupun 12 kg dilakukan oleh dua SPBE tersebut yakni milik PT GAS dan PT UGE yang berlokasi di Kabupaten Pontianak dan Kodya Pontinak.Saat&amp;nbsp; melakukan inspeksi pada SPBE PT Gemilang Asia Sejahtera (GAS), tujuh Anggota Komisi C DPRD Kalbar menyaksikan secara langsung mekanisme pengisian elpiji dari tangki elpiji di SPBE tersebut ke tabung ukuran 3 kg dan tabung 12 kg, menggunakan pipa yang sama.&quot;Artinya untuk pengisian elpiji 12 dan 3 kg, diisi dengan menggunakan satu pipa dari tangki (skit tank) elpiji yang ada&quot;, kata&amp;nbsp; Sekretaris Komisi C DPRD Kalbar Andi Aswad, Rabu (25/4/2012).Dia menjelaskan, temuan langsung di lapangan tersebut merupakan satu kejanggalan, karena seharusnya mekanisme pengisian ulang (refill) elpiji nonsubsidi dan bersubsidi harusnya dipisahkan.&quot;Tetapi temuan kami di lapangan malah, satu pipa&amp;nbsp; elpiji malah menyatu dan dalam areal yang sama. Ini tidak seperti di Jakarta yang bahkan untuk SPBE dwi fungsi yang melayani pengisian ulang elpiji tabung 12 kg dan tabung 3 kg, dipisahkan secara jelas. Bahkan tangki dan unit mesin pengisi diberi batasan pagar tembok permanen. sehingga jelas mana elpiji nonsubsidi dan bersubsidi,&quot; ujar Andi.Mengingat elpiji 3 kg adalah elpiji yang disubsidi Pemerintah sedang elpiji 12 kg adalah elpiji nonsubsidi, maka anggota Komisi C DPRD Kalbar itu menyatakan, pihaknya akan memanggil pihak Pemasaran Gas PT Pertamina Wilayah Kalbar untuk mempertanyakan terkait temuan tersebut.&quot;Karena ini menyangkut elpiji subsidi dan ini terkait&amp;nbsp; kewenangan PT Pertamina, maka&amp;nbsp; kenapa kasus seperti itu sampai terjadi perlu diklarifikasi Pertamina,&quot; tambah Andi Aswad.Sementara itu, Pemilik PT Gemilang Asia Sejahtera, The Lu Sia mengakui, yang membedakan pemesanan gas ukuran 12 kilogram dan tiga kilogram hanya berdasarkan pesanan atau DO (delivery order).&quot;Pembayaran untuk pembelian gas ukuran 3 kg kepada Pertamina dilakukan oleh pihak pemesan yaitu para agen, pihak spbe cuma. Melakukan pengisian ulang (refill) saja,&quot; ungkap dia.Dia mengakui bahwa hingga saat ini memang pipa pengisian&amp;nbsp; elpiji baik untuk ukuran 12 kg dan 3 kg memang&amp;nbsp; masih sama atau melalui satu pipa saja.</description><content:encoded>PONTIANAK - Mekanisme pengisian elpiji (refill) dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Gemilang Asia Sejahtera ke tabung gas untuk ukuran 12 kilogram (kg) dan gas 3 kg (bersubsidi) yang ternyata menggunakan&amp;nbsp; satu pipa dipertanyakan.Anggota komisi C DPRD Propinsi Kalbar melakukan inspeksi mendadak ke 2 SPBE yang ada di kalimantan barat pada Rabu, 25 April 2012.Inspeksi mendadak (sidak) tersebut dilakukan oleh komisi C DPRD Kalbar terkait mahalnya harga elpiji 3 kg dibeberapa kabupaten di Kalimantan Barat. Sementara pasokan elpiji, baik untuk tabung 3 kg maupun 12 kg dilakukan oleh dua SPBE tersebut yakni milik PT GAS dan PT UGE yang berlokasi di Kabupaten Pontianak dan Kodya Pontinak.Saat&amp;nbsp; melakukan inspeksi pada SPBE PT Gemilang Asia Sejahtera (GAS), tujuh Anggota Komisi C DPRD Kalbar menyaksikan secara langsung mekanisme pengisian elpiji dari tangki elpiji di SPBE tersebut ke tabung ukuran 3 kg dan tabung 12 kg, menggunakan pipa yang sama.&quot;Artinya untuk pengisian elpiji 12 dan 3 kg, diisi dengan menggunakan satu pipa dari tangki (skit tank) elpiji yang ada&quot;, kata&amp;nbsp; Sekretaris Komisi C DPRD Kalbar Andi Aswad, Rabu (25/4/2012).Dia menjelaskan, temuan langsung di lapangan tersebut merupakan satu kejanggalan, karena seharusnya mekanisme pengisian ulang (refill) elpiji nonsubsidi dan bersubsidi harusnya dipisahkan.&quot;Tetapi temuan kami di lapangan malah, satu pipa&amp;nbsp; elpiji malah menyatu dan dalam areal yang sama. Ini tidak seperti di Jakarta yang bahkan untuk SPBE dwi fungsi yang melayani pengisian ulang elpiji tabung 12 kg dan tabung 3 kg, dipisahkan secara jelas. Bahkan tangki dan unit mesin pengisi diberi batasan pagar tembok permanen. sehingga jelas mana elpiji nonsubsidi dan bersubsidi,&quot; ujar Andi.Mengingat elpiji 3 kg adalah elpiji yang disubsidi Pemerintah sedang elpiji 12 kg adalah elpiji nonsubsidi, maka anggota Komisi C DPRD Kalbar itu menyatakan, pihaknya akan memanggil pihak Pemasaran Gas PT Pertamina Wilayah Kalbar untuk mempertanyakan terkait temuan tersebut.&quot;Karena ini menyangkut elpiji subsidi dan ini terkait&amp;nbsp; kewenangan PT Pertamina, maka&amp;nbsp; kenapa kasus seperti itu sampai terjadi perlu diklarifikasi Pertamina,&quot; tambah Andi Aswad.Sementara itu, Pemilik PT Gemilang Asia Sejahtera, The Lu Sia mengakui, yang membedakan pemesanan gas ukuran 12 kilogram dan tiga kilogram hanya berdasarkan pesanan atau DO (delivery order).&quot;Pembayaran untuk pembelian gas ukuran 3 kg kepada Pertamina dilakukan oleh pihak pemesan yaitu para agen, pihak spbe cuma. Melakukan pengisian ulang (refill) saja,&quot; ungkap dia.Dia mengakui bahwa hingga saat ini memang pipa pengisian&amp;nbsp; elpiji baik untuk ukuran 12 kg dan 3 kg memang&amp;nbsp; masih sama atau melalui satu pipa saja.</content:encoded></item></channel></rss>
