<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Entrepreneur Tidak Menunggu, Tapi Menciptakan&quot;</title><description>Menjadi wirausaha muda mandiri nasional kini sudah menjadi mode. Tak perlu modal banyak, yang terpenting adalah ide.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/05/320/624331/entrepreneur-tidak-menunggu-tapi-menciptakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/05/320/624331/entrepreneur-tidak-menunggu-tapi-menciptakan"/><item><title>&quot;Entrepreneur Tidak Menunggu, Tapi Menciptakan&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/05/320/624331/entrepreneur-tidak-menunggu-tapi-menciptakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/05/320/624331/entrepreneur-tidak-menunggu-tapi-menciptakan</guid><pubDate>Sabtu 05 Mei 2012 16:04 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/05/320/624331/x1klQ0t3lq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/05/320/624331/x1klQ0t3lq.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Menjadi wirausaha muda mandiri nasional kini sudah menjadi mode. Tak perlu modal banyak, yang terpenting adalah ide.&quot;Saat ini wirausaha muda telah menjadi daya tarik tersendiri dikalangan anak muda yang bermodalkan ide,&quot; ungkap founder Mustika Ratu Mooryati Soedibyo dalam seminar bertema &quot;Wirausaha Kreatif Muda Mandiri Nasional&quot; di Universitas Bunda Mulia UBM, Jakarta Utara, Sabtu (5/5/2012).Mooryati mengatakan, kunci untuk memulai usaha bukan selalu masalah modal, karena modal bisa dicari. terpenting adalah punya komitmen yang memiliki nilai jual dan dapat berguna saat menjalankan usahanya. Saat ini, menurut Mooryati, para pemuda dituntut bisa menciptakan masyarakat yang inovatiid, kreatif, serta mampu membangun kemakmuran dan kesejahtraan.Mooryati mengatakan, dengan berkembangnya jiwa wirausaha muda di Indonesia semestinya kemiskinan tidak perlu terjadi kalau generasi mudanya mempunyai pemikiran-pemikiran yang kreatif dan inovatif. Mooryati mengaku memulai bisnisnya saat usianya telah menginjak usia 45 tahun. Namun hal tersebut tidak menjadikan mooryati patah semangat untuk menjalankan usahanya.&quot;Saya mulai bisnis saya pada usia 45 tahun, namun menurut saya tidak ada kata terlambat untuk berusaha,&quot; terangnya.Mooryati pun mengaku tidak mempunyai pendidikan ekonomi, tidak ada pengalaman kewirausahaan, dan suaminya pun hanya seorang pegawai negeri sipil. &quot;Saya bisa karena saya mau, dan saya punya keinginan kuat,&quot; tegas Mooryati.Mooryati mengatakan apa yang diperolehnya hingga saat ini bukanlah hanya dari pendidikan formal, tetapi lebih kepada kemauan yang keras untuk mencapai keberhasilan.&quot;Jadi apa yang saya capai bukan karena pendidikan formal, pengalaman, tapi karena kemauan untuk maju. Entreprener itu tidak menunggu, tapi menciptakan sesuatu, itu merupakan pemikiran yang kreatif menurut saya,&quot; ungkap Mooryati.</description><content:encoded>JAKARTA - Menjadi wirausaha muda mandiri nasional kini sudah menjadi mode. Tak perlu modal banyak, yang terpenting adalah ide.&quot;Saat ini wirausaha muda telah menjadi daya tarik tersendiri dikalangan anak muda yang bermodalkan ide,&quot; ungkap founder Mustika Ratu Mooryati Soedibyo dalam seminar bertema &quot;Wirausaha Kreatif Muda Mandiri Nasional&quot; di Universitas Bunda Mulia UBM, Jakarta Utara, Sabtu (5/5/2012).Mooryati mengatakan, kunci untuk memulai usaha bukan selalu masalah modal, karena modal bisa dicari. terpenting adalah punya komitmen yang memiliki nilai jual dan dapat berguna saat menjalankan usahanya. Saat ini, menurut Mooryati, para pemuda dituntut bisa menciptakan masyarakat yang inovatiid, kreatif, serta mampu membangun kemakmuran dan kesejahtraan.Mooryati mengatakan, dengan berkembangnya jiwa wirausaha muda di Indonesia semestinya kemiskinan tidak perlu terjadi kalau generasi mudanya mempunyai pemikiran-pemikiran yang kreatif dan inovatif. Mooryati mengaku memulai bisnisnya saat usianya telah menginjak usia 45 tahun. Namun hal tersebut tidak menjadikan mooryati patah semangat untuk menjalankan usahanya.&quot;Saya mulai bisnis saya pada usia 45 tahun, namun menurut saya tidak ada kata terlambat untuk berusaha,&quot; terangnya.Mooryati pun mengaku tidak mempunyai pendidikan ekonomi, tidak ada pengalaman kewirausahaan, dan suaminya pun hanya seorang pegawai negeri sipil. &quot;Saya bisa karena saya mau, dan saya punya keinginan kuat,&quot; tegas Mooryati.Mooryati mengatakan apa yang diperolehnya hingga saat ini bukanlah hanya dari pendidikan formal, tetapi lebih kepada kemauan yang keras untuk mencapai keberhasilan.&quot;Jadi apa yang saya capai bukan karena pendidikan formal, pengalaman, tapi karena kemauan untuk maju. Entreprener itu tidak menunggu, tapi menciptakan sesuatu, itu merupakan pemikiran yang kreatif menurut saya,&quot; ungkap Mooryati.</content:encoded></item></channel></rss>
