<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Disarankan Tahan BI Rate di 5,75%</title><description>Bank Indonesia dinilai masih harus menahan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/07/20/624801/bi-disarankan-tahan-bi-rate-di-5-75</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/07/20/624801/bi-disarankan-tahan-bi-rate-di-5-75"/><item><title>BI Disarankan Tahan BI Rate di 5,75%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/07/20/624801/bi-disarankan-tahan-bi-rate-di-5-75</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/07/20/624801/bi-disarankan-tahan-bi-rate-di-5-75</guid><pubDate>Senin 07 Mei 2012 07:54 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/07/20/624801/rfhcppwnVg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/07/20/624801/rfhcppwnVg.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Meskipun pemerintah telah menerapkan lima langkah kebijakan energi, dampaknya ke perekonomian khususnya ke inflasi belum pasti. Oleh karena itu, Bank Indonesia dinilai masih harus menahan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75 persen.&quot;Masih sangat relevan di 5,75 persen meskipun inflasi tahunan sudah di 4,5 persen,&quot; ungkap Pengamat Ekonomi dari Danareksa Institute Purbaya Yudhi Sadewa kepada Okezone, Jumat (4/5/2012).Menurut Purbaya, saat ini,&amp;nbsp; Bank Sentral masih harus menahan BI Rate di angka 5,75 persen karena dampak dari kebijakan BBM yang dikeluarkan pemerintah belum pasti.&quot;Ada space memang untuk menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga acuan tahun ini, tetapi nanti saja menunggu dampak pasti kebijakan BBM,&quot; tandas Ryan.Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka inflasi April berada di angka 0,21 persen (month to month), inflasi Januari-April 1,09 persen dan inflasi tahunan di angka 4,5 persen.</description><content:encoded>JAKARTA - Meskipun pemerintah telah menerapkan lima langkah kebijakan energi, dampaknya ke perekonomian khususnya ke inflasi belum pasti. Oleh karena itu, Bank Indonesia dinilai masih harus menahan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75 persen.&quot;Masih sangat relevan di 5,75 persen meskipun inflasi tahunan sudah di 4,5 persen,&quot; ungkap Pengamat Ekonomi dari Danareksa Institute Purbaya Yudhi Sadewa kepada Okezone, Jumat (4/5/2012).Menurut Purbaya, saat ini,&amp;nbsp; Bank Sentral masih harus menahan BI Rate di angka 5,75 persen karena dampak dari kebijakan BBM yang dikeluarkan pemerintah belum pasti.&quot;Ada space memang untuk menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga acuan tahun ini, tetapi nanti saja menunggu dampak pasti kebijakan BBM,&quot; tandas Ryan.Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka inflasi April berada di angka 0,21 persen (month to month), inflasi Januari-April 1,09 persen dan inflasi tahunan di angka 4,5 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
