<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kemenkeu Siap Matikan Listrik Pukul 17.00 WIB</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap melaksanakan program penghematan listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/08/19/626079/kemenkeu-siap-matikan-listrik-pukul-17-00-wib</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/08/19/626079/kemenkeu-siap-matikan-listrik-pukul-17-00-wib"/><item><title> Kemenkeu Siap Matikan Listrik Pukul 17.00 WIB</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/08/19/626079/kemenkeu-siap-matikan-listrik-pukul-17-00-wib</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/08/19/626079/kemenkeu-siap-matikan-listrik-pukul-17-00-wib</guid><pubDate>Selasa 08 Mei 2012 19:39 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/08/19/626079/K06OV8dVPp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/08/19/626079/K06OV8dVPp.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap melaksanakan program penghematan listrik. Untuk itu, Kemenkeu telah menginstruksikan kepada eselon-eselon I untuk mulai melaksanakan penghematan.Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengatakan, upaya penghematan listrik diharapkan dapat diterapkan secara nasional. Untuk itu Kementerian Lembaga (K/L) harus memberikan contoh.&quot;Jadi kami sudah bicarakan dengan seluruh eselon satu, minta untuk tidak ditunda lagi kegiatan penghematan listrik dari instansi dinas sampai pribadi pejabatnya,&quot; ujar di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (8/5/2012).Menurut mantan dirut bank Mandiri ini, pemerintah telah sepakat untuk tidak menaikkan BBM subsidi dan tarif listrik tahun ini, maka penghematan adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Dalam hal ini, pemerintah harus menjadi contoh.&quot;Pejabat pemerintah harus memberikan contoh karena kalau tidak orang enggak merasa, dia pikir tetap murah saja bayar listrik. Padahal sebetulnya listrik kita menjadi sangat berat karena energy mix-nya belum berhasil,&quot; tambah Agus.Meski begitu, Agus juga mengakui bahwa penghematan yang dilakukan pemerintah tidak sebanding dengan kenaikan besaran BBM subsidi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.&quot;Penghematan 2010 kita sudah lakukan, hasilnya hemat 15 persen. Kita di 2012, terlepas dari penghematan yang sudah dilakukan di 2011, kita potong lagi (anggaran) Rp18,9 triliun jadi program penghematan ini memang tidak sebesar dampak dari harga BBM yang tidak naik, tapi paling tidak kita membantu dan secara nasional turut menyikapi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap melaksanakan program penghematan listrik. Untuk itu, Kemenkeu telah menginstruksikan kepada eselon-eselon I untuk mulai melaksanakan penghematan.Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengatakan, upaya penghematan listrik diharapkan dapat diterapkan secara nasional. Untuk itu Kementerian Lembaga (K/L) harus memberikan contoh.&quot;Jadi kami sudah bicarakan dengan seluruh eselon satu, minta untuk tidak ditunda lagi kegiatan penghematan listrik dari instansi dinas sampai pribadi pejabatnya,&quot; ujar di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (8/5/2012).Menurut mantan dirut bank Mandiri ini, pemerintah telah sepakat untuk tidak menaikkan BBM subsidi dan tarif listrik tahun ini, maka penghematan adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Dalam hal ini, pemerintah harus menjadi contoh.&quot;Pejabat pemerintah harus memberikan contoh karena kalau tidak orang enggak merasa, dia pikir tetap murah saja bayar listrik. Padahal sebetulnya listrik kita menjadi sangat berat karena energy mix-nya belum berhasil,&quot; tambah Agus.Meski begitu, Agus juga mengakui bahwa penghematan yang dilakukan pemerintah tidak sebanding dengan kenaikan besaran BBM subsidi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.&quot;Penghematan 2010 kita sudah lakukan, hasilnya hemat 15 persen. Kita di 2012, terlepas dari penghematan yang sudah dilakukan di 2011, kita potong lagi (anggaran) Rp18,9 triliun jadi program penghematan ini memang tidak sebesar dampak dari harga BBM yang tidak naik, tapi paling tidak kita membantu dan secara nasional turut menyikapi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
