<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Penjualan Alas Kaki Diprediksi Stagnan  </title><description>Dewan Penasihat Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Djimanto  mengatakan, kondisi itu biasanya memang terjadi di awal tahun dan  kuartal III.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/08/320/625969/penjualan-alas-kaki-diprediksi-stagnan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/08/320/625969/penjualan-alas-kaki-diprediksi-stagnan"/><item><title> Penjualan Alas Kaki Diprediksi Stagnan  </title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/08/320/625969/penjualan-alas-kaki-diprediksi-stagnan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/08/320/625969/penjualan-alas-kaki-diprediksi-stagnan</guid><pubDate>Selasa 08 Mei 2012 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/08/320/625969/gj4iqDcEpV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/08/320/625969/gj4iqDcEpV.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Penjualan alas kaki nasional di kuartal I-2012 diperkirakan stagnan. Dewan Penasihat Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Djimanto mengatakan, kondisi itu biasanya memang terjadi di awal tahun dan kuartal III. Kendati stagnan, Djimanto memastikan saat ini Aprisindo belum mau merevisi target awal.&quot;Saya perkirakan penjualan domestik stagnan karena siklusnya seperti itu. Sekarang belum back to school. Nanti akan naik lagi kuartal II dan IV. Kami belum merevisi target,&quot; kata Djimanto ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (8/5/2012).Selain itu, kata dia, ekspor juga stagnan. Perlambatan ekonomi di negara lain seperti Eropa, kata dia, hingga saat ini masih terlihat dampaknya. &quot;Ekspor juga stagnan. Ini masih menunggu krisis pulih semuanya,&quot; ucapnya.Dia menambahkan, untuk impor alas kaki selama kuartal I-2012 belum terlihat seberapa besar lonjakannya. Namun, menurutnya, impor alas kaki naik sekitar lima persen setiap tahunnya. &quot;Biasanya impor naik lima persen. Tidak sampai 10 persen. Yang banyak diimpor itu komponen alas kaki seperti aksesoris,&quot; tandasnya.Seperti diketahui, Aprisindo memperkirakan, ekspor sepatu pada 2012 akan mencapai USD3,4 miliar atau tumbuh 9,6 persen dibandingkan 2011 yang sebesar USD3,1 miliar. Di pasar domestik, penjualan alas kaki tahun ini tak bergerak banyak dari 2011 yang sekira Rp24 triliun-Rp 25 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Penjualan alas kaki nasional di kuartal I-2012 diperkirakan stagnan. Dewan Penasihat Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Djimanto mengatakan, kondisi itu biasanya memang terjadi di awal tahun dan kuartal III. Kendati stagnan, Djimanto memastikan saat ini Aprisindo belum mau merevisi target awal.&quot;Saya perkirakan penjualan domestik stagnan karena siklusnya seperti itu. Sekarang belum back to school. Nanti akan naik lagi kuartal II dan IV. Kami belum merevisi target,&quot; kata Djimanto ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (8/5/2012).Selain itu, kata dia, ekspor juga stagnan. Perlambatan ekonomi di negara lain seperti Eropa, kata dia, hingga saat ini masih terlihat dampaknya. &quot;Ekspor juga stagnan. Ini masih menunggu krisis pulih semuanya,&quot; ucapnya.Dia menambahkan, untuk impor alas kaki selama kuartal I-2012 belum terlihat seberapa besar lonjakannya. Namun, menurutnya, impor alas kaki naik sekitar lima persen setiap tahunnya. &quot;Biasanya impor naik lima persen. Tidak sampai 10 persen. Yang banyak diimpor itu komponen alas kaki seperti aksesoris,&quot; tandasnya.Seperti diketahui, Aprisindo memperkirakan, ekspor sepatu pada 2012 akan mencapai USD3,4 miliar atau tumbuh 9,6 persen dibandingkan 2011 yang sebesar USD3,1 miliar. Di pasar domestik, penjualan alas kaki tahun ini tak bergerak banyak dari 2011 yang sekira Rp24 triliun-Rp 25 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
