<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Pertumbuhan Ekonomi Didukung 3 Sektor Utama</title><description>Meskipun laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2012 ini di  bawah ekspektasi, namun Dewan Gubernur BI menilai  pertumbuhan ekonomi tetap kuat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/20/627277/bi-pertumbuhan-ekonomi-didukung-3-sektor-utama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/20/627277/bi-pertumbuhan-ekonomi-didukung-3-sektor-utama"/><item><title>BI: Pertumbuhan Ekonomi Didukung 3 Sektor Utama</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/20/627277/bi-pertumbuhan-ekonomi-didukung-3-sektor-utama</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/20/627277/bi-pertumbuhan-ekonomi-didukung-3-sektor-utama</guid><pubDate>Kamis 10 Mei 2012 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/10/20/627277/mPi8KU5VMc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/10/20/627277/mPi8KU5VMc.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Meskipun laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2012 ini di bawah ekspektasi, namun Dewan Gubernur Bank Indoensia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap kuat di tengah pengaruh perlambatan ekonomi global. BI mengakui, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2012 mencapai 6,3 persen (yoy), memang lebih rendah dari perkiraan BI. Namun kinerja pertumbuhan ekonomi tetap kuat ditopang oleh konsumsi dan investasi. Sementara pertumbuhan ekspor melambat sejalan dengan permintaan global yang melemah. Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dody Budi Waluyo menjelaskan, pada sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh tiga sektor utama. &quot;Sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR), serta sektor pengangkutan dan komunikasi,&quot; ungkap dia dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (10/5/2012).Meski begitu, ke depan, kuatnya permintaan domestik diperkirakan akan tetap mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia. &quot;Konsumsi swasta diprakirakan akan tumbuh tinggi, didukung oleh meningkatnya penduduk berpenghasilan menengah dan relatif besarnya penghasilan yang dapat dibelanjakan (disposable income),&quot; tambahnya. Selain itu, pertumbuhan investasi diprakirakan juga akan tinggi seiring dengan kebutuhan penambahan kapasitas produksi nasional untuk memenuhi meningkatnya permintaan. Secara keseluruhan pada 2012, pertumbuhan ekonomi dapat mencapai kisaran 6,3-6,7 persen.</description><content:encoded>JAKARTA - Meskipun laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2012 ini di bawah ekspektasi, namun Dewan Gubernur Bank Indoensia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap kuat di tengah pengaruh perlambatan ekonomi global. BI mengakui, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2012 mencapai 6,3 persen (yoy), memang lebih rendah dari perkiraan BI. Namun kinerja pertumbuhan ekonomi tetap kuat ditopang oleh konsumsi dan investasi. Sementara pertumbuhan ekspor melambat sejalan dengan permintaan global yang melemah. Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dody Budi Waluyo menjelaskan, pada sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh tiga sektor utama. &quot;Sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR), serta sektor pengangkutan dan komunikasi,&quot; ungkap dia dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (10/5/2012).Meski begitu, ke depan, kuatnya permintaan domestik diperkirakan akan tetap mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia. &quot;Konsumsi swasta diprakirakan akan tumbuh tinggi, didukung oleh meningkatnya penduduk berpenghasilan menengah dan relatif besarnya penghasilan yang dapat dibelanjakan (disposable income),&quot; tambahnya. Selain itu, pertumbuhan investasi diprakirakan juga akan tinggi seiring dengan kebutuhan penambahan kapasitas produksi nasional untuk memenuhi meningkatnya permintaan. Secara keseluruhan pada 2012, pertumbuhan ekonomi dapat mencapai kisaran 6,3-6,7 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
