<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Mendag Isyaratkan Perketat Standar Impor </title><description>Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen diyakini dapat dicapai jika indikator pertumbuhan sektor-sektor  pendukung perekonomian bisa tumbuh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/320/627321/mendag-isyaratkan-perketat-standar-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/320/627321/mendag-isyaratkan-perketat-standar-impor"/><item><title> Mendag Isyaratkan Perketat Standar Impor </title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/320/627321/mendag-isyaratkan-perketat-standar-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/320/627321/mendag-isyaratkan-perketat-standar-impor</guid><pubDate>Kamis 10 Mei 2012 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/10/320/627321/xIS7Vciuyt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/10/320/627321/xIS7Vciuyt.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen diyakini dapat dicapai. Hal ini mungkin terjadi, jika indikator pertumbuhan sektor-sektor pendukung perekonomian bisa tumbuh di atas 6,5 persen.&quot;Kalau semuanya investasi, ekspor, konsumsi dan belanja pemerintah, tumbuhnya di atas 6,5 persen, target pertumbuhan ekonomi sepertinya bisa tercapai,&quot; ungkap Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, kala ditemui di Gedung Badan Pusat Statistik (BPS), Pasar Baru, Jakarta, Kamis (10/5/2012).Meski begitu, Gita menjelaskan masih ada sektor yang perlu diberikan perhatian lebih agar pertumbuhan ekonomi tetap tinggi dengan baik. &quot;Dengan catatan impornya dijaga,&quot; tambah dia.Menurutnya, impor yang tidak mengikuti peraturan harus mendapat perhatian khusus. Pasalnya, banyak ditemukan beberapa komoditas impor yang masuk ke Indonesia dengan tidak memenuhi standar. Untuk itu, guna mengatasi hal tersebut, pihak Kementerian Pedagangan telah bekerja sama dengan pihak Bea Cukai dan para aparat penegak hukum, untuk menindak siapapun yang melanggar.Adapun impor tersebut, antara lain mainan, besi baja, helm, bluebery, dan juga beberpa instrumen. Selain itu, ada&amp;nbsp; buah-buahan dan sayur-sayuran yang tidak mematuhi peraturan Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3L), sehingga harus dibatasi.&quot;Kita sudah mendeteksi ribuan. Yang kemarin diumumkan ratusan, kalau dihitung produk pangan itu banyak sekali. Itu yang kita harus diatasi,&quot; tegas Gita.</description><content:encoded>JAKARTA - Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen diyakini dapat dicapai. Hal ini mungkin terjadi, jika indikator pertumbuhan sektor-sektor pendukung perekonomian bisa tumbuh di atas 6,5 persen.&quot;Kalau semuanya investasi, ekspor, konsumsi dan belanja pemerintah, tumbuhnya di atas 6,5 persen, target pertumbuhan ekonomi sepertinya bisa tercapai,&quot; ungkap Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, kala ditemui di Gedung Badan Pusat Statistik (BPS), Pasar Baru, Jakarta, Kamis (10/5/2012).Meski begitu, Gita menjelaskan masih ada sektor yang perlu diberikan perhatian lebih agar pertumbuhan ekonomi tetap tinggi dengan baik. &quot;Dengan catatan impornya dijaga,&quot; tambah dia.Menurutnya, impor yang tidak mengikuti peraturan harus mendapat perhatian khusus. Pasalnya, banyak ditemukan beberapa komoditas impor yang masuk ke Indonesia dengan tidak memenuhi standar. Untuk itu, guna mengatasi hal tersebut, pihak Kementerian Pedagangan telah bekerja sama dengan pihak Bea Cukai dan para aparat penegak hukum, untuk menindak siapapun yang melanggar.Adapun impor tersebut, antara lain mainan, besi baja, helm, bluebery, dan juga beberpa instrumen. Selain itu, ada&amp;nbsp; buah-buahan dan sayur-sayuran yang tidak mematuhi peraturan Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3L), sehingga harus dibatasi.&quot;Kita sudah mendeteksi ribuan. Yang kemarin diumumkan ratusan, kalau dihitung produk pangan itu banyak sekali. Itu yang kita harus diatasi,&quot; tegas Gita.</content:encoded></item></channel></rss>
