<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gita Wirjawan: Ribuan Produk Impor Langgar Aturan</title><description>Pemerintah sudah mendeteksi ribuan barang impor yang melanggar  aturan. Produk impor yang melanggar ini mulai dari produk baja sampai  mainan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/320/627389/gita-wirjawan-ribuan-produk-impor-langgar-aturan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/320/627389/gita-wirjawan-ribuan-produk-impor-langgar-aturan"/><item><title>Gita Wirjawan: Ribuan Produk Impor Langgar Aturan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/320/627389/gita-wirjawan-ribuan-produk-impor-langgar-aturan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/10/320/627389/gita-wirjawan-ribuan-produk-impor-langgar-aturan</guid><pubDate>Kamis 10 Mei 2012 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/10/320/627389/3wT3lp9JVL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Gita Wirjawan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/10/320/627389/3wT3lp9JVL.jpg</image><title>Mendag Gita Wirjawan. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah sudah mendeteksi ribuan barang impor yang melanggar aturan. Produk impor yang melanggar ini mulai dari produk baja sampai mainan.&quot;Sudah ribuan produk yang melanggar ini dari baja sampai mainan, sampai Blueberry dan macam-macam. Kita sudah kolaborasi dengan bea cukai dan aparat,&quot; jelas Mendag Gita Wirjawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/5/2012).Dia menjelaskan, pihaknya mulai menggalakkan deteksi atas produk impor yang melanggar tersebut sejak empat bulan terakhir. Hal ini, lanjut Gita, dilakukan demi melindungi kepentingan konsumen. &quot;Kita tidak membatasi justru menjaga importasi produk yang melanggar peraturan K3L, ini kita sudah melakukan pendeteksian,&quot; imbuhnya.Dia menyebutkan, hal ini memang dilakukannya untuk menjaga arus masuk impor barang yang nilainya semakin meningkat. Sementara di sisi lain, ekspor malah melemah.&quot;Tentunya kalau kita lihat impornya kenaikan lebih tinggi, tetapi untuk barang modal. Barang modal ini untuk menopang investasi-investasi yang menambah nilai. Impor barang jadi atau konsumen itu menurun. Jadi dibandingkan tahun lalu menunjukan kenaikan, ekspor menurun. Ini mencerminkan kekhawatirkan ekonomi Eropa, Asia dan Amerika,&quot; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah sudah mendeteksi ribuan barang impor yang melanggar aturan. Produk impor yang melanggar ini mulai dari produk baja sampai mainan.&quot;Sudah ribuan produk yang melanggar ini dari baja sampai mainan, sampai Blueberry dan macam-macam. Kita sudah kolaborasi dengan bea cukai dan aparat,&quot; jelas Mendag Gita Wirjawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/5/2012).Dia menjelaskan, pihaknya mulai menggalakkan deteksi atas produk impor yang melanggar tersebut sejak empat bulan terakhir. Hal ini, lanjut Gita, dilakukan demi melindungi kepentingan konsumen. &quot;Kita tidak membatasi justru menjaga importasi produk yang melanggar peraturan K3L, ini kita sudah melakukan pendeteksian,&quot; imbuhnya.Dia menyebutkan, hal ini memang dilakukannya untuk menjaga arus masuk impor barang yang nilainya semakin meningkat. Sementara di sisi lain, ekspor malah melemah.&quot;Tentunya kalau kita lihat impornya kenaikan lebih tinggi, tetapi untuk barang modal. Barang modal ini untuk menopang investasi-investasi yang menambah nilai. Impor barang jadi atau konsumen itu menurun. Jadi dibandingkan tahun lalu menunjukan kenaikan, ekspor menurun. Ini mencerminkan kekhawatirkan ekonomi Eropa, Asia dan Amerika,&quot; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
