<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wilayah Migas Jadi Pemicu konflik</title><description>Banyaknya konflik di daerah perbatasan diakibatkan perebutan wilayah  yang mengandung minyak dan gas (migas). Selain itu, penggunaan dana  migas tidak optimal, sehingga tidak menyejahterakan rakyat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/18/19/631497/wilayah-migas-jadi-pemicu-konflik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/18/19/631497/wilayah-migas-jadi-pemicu-konflik"/><item><title>Wilayah Migas Jadi Pemicu konflik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/18/19/631497/wilayah-migas-jadi-pemicu-konflik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/18/19/631497/wilayah-migas-jadi-pemicu-konflik</guid><pubDate>Jum'at 18 Mei 2012 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Pebrianto Eko Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/18/19/631497/BwssZv9DdU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/18/19/631497/BwssZv9DdU.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Banyaknya konflik di daerah perbatasan diakibatkan perebutan wilayah yang mengandung minyak dan gas (migas). Selain itu, penggunaan dana migas tidak optimal, sehingga tidak menyejahterakan rakyat.&quot;Beberapa kasus menunjukkan konflik perbatasan di daerah terjadi karena perebutan wilayah yang mengandung migas. Contohnya, Pulau Lari-Larian yang diperebutkan oleh Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan&quot; kata Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada Putut Prabantoro, dikutip dari situs resmi BPMigas, Jumat(18/5/2012).Ditambahkannya, di pulau tersebut terdapat cadangan gas yang dikelola Pearl Oil (Sebuku). &quot;Migas seharusnya menjadi pemersatu, bukan pemecah belah,&quot; tambah Putut.Pengunaan anggaran dari migas yang tidak optimal tidak hanya terjadi di tingkat pusat, namun hal tersebut juga terjadi di daerah, sehingga rakyat tidak sejahtera.&quot;Tidak optimalnya penggunaan anggaran dari migas tidak hanya terjadi di tingkat pusat. Dana bagi hasil migas yang diperoleh daerah juga belum menyejahterakan rakyat,&quot; tutup Putut.Jika penggunaan gas bisa dilakukan secara optimal, kebutuhan pembangunan nasional akan lebih produktif, misalnya saja pembangunan infrastruktur.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyaknya konflik di daerah perbatasan diakibatkan perebutan wilayah yang mengandung minyak dan gas (migas). Selain itu, penggunaan dana migas tidak optimal, sehingga tidak menyejahterakan rakyat.&quot;Beberapa kasus menunjukkan konflik perbatasan di daerah terjadi karena perebutan wilayah yang mengandung migas. Contohnya, Pulau Lari-Larian yang diperebutkan oleh Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan&quot; kata Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada Putut Prabantoro, dikutip dari situs resmi BPMigas, Jumat(18/5/2012).Ditambahkannya, di pulau tersebut terdapat cadangan gas yang dikelola Pearl Oil (Sebuku). &quot;Migas seharusnya menjadi pemersatu, bukan pemecah belah,&quot; tambah Putut.Pengunaan anggaran dari migas yang tidak optimal tidak hanya terjadi di tingkat pusat, namun hal tersebut juga terjadi di daerah, sehingga rakyat tidak sejahtera.&quot;Tidak optimalnya penggunaan anggaran dari migas tidak hanya terjadi di tingkat pusat. Dana bagi hasil migas yang diperoleh daerah juga belum menyejahterakan rakyat,&quot; tutup Putut.Jika penggunaan gas bisa dilakukan secara optimal, kebutuhan pembangunan nasional akan lebih produktif, misalnya saja pembangunan infrastruktur.</content:encoded></item></channel></rss>
