<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Industri Sulit Capai 7%</title><description> Pertumbuhan industri nasional diperkirakan akan melambat pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/18/320/631594/pertumbuhan-industri-sulit-capai-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/18/320/631594/pertumbuhan-industri-sulit-capai-7"/><item><title>Pertumbuhan Industri Sulit Capai 7%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/18/320/631594/pertumbuhan-industri-sulit-capai-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/18/320/631594/pertumbuhan-industri-sulit-capai-7</guid><pubDate>Jum'at 18 Mei 2012 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/18/320/631594/yhk5YOvbUj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/18/320/631594/yhk5YOvbUj.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan industri nasional diperkirakan akan melambat pada tahun ini. Bahkan, menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, industri akan sulit bertumbuh hingga 7 persen.&quot;Ya melambat. Pertumbuhan ekonomi enam persen saja sudah bagus. Manufaktur 6,9 persen pada tahun lalu. Saya pikir tahun ini 6,5 persen sudah bagus,&quot; kata Sofjan di Jakarta, Jumat (18/5/2012).Terlebih lagi, dia menambahkan, situasi politik pada tahun depan dikhawatirkan akan memengaruhi pertumbuhan industri. &quot;Saya paling pesimistis tahun depan, karena mulai pemilu. Tidak ada lagi yang konsentrasi. Semua konsentrasi menangkan pemilu. Faktor politik akan sangat pengaruhi pertumbuhan kita,&quot; katanya.Realisasi investasi, kata dia, menjadi faktor mendorong pertumbuhan industri pada tahun ini. &quot;Tidak banyak investasi. Itu tahun ini. Sekarang melihat realisasi kuartal I cuma tumbuh tidak seperti tahun lalu,&quot; ucapnya.Sektor industri automotif, baja, makanan dan minuman, kata dia, bakal terus mendominasi pertumbuhan industri nasional pada tahun ini. &quot;Mobil dan sepeda motor tumbuh, karena pendapatan kelas menengah naik. Tapi dengan aturan BI juga akan mempersulit, tapi ya akan tumbuh terus,&quot; ucapnya.Dia menambahkan, hal yang juga mengkhawatirkan adalah gap sosial di masyarakat Indonesia. &quot;Yang saya khawatir saat ini adalah gap kaya miskin. Rasio kita ini sudah 4,1 persen. Itu yang kemarin dilaporkan di Bali. Rata-rata di dunia itu maksimal 3 persen. Ini yang akan menciptakan political instability,&quot; ucapnya.Secara terpisah, Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Harry Warganegara menjelaskan, pertumbuhan industri memang akan terus naik dan didominasi manufaktur.&amp;nbsp; Tapi, kata dia,&amp;nbsp; pemerintah belum maksimal mendorong pertumbuhan industri nasional.&quot;Kendala masih banyak. &amp;lrm;â€&lt;Jadi naiknya industri nasional dikarenakan kesempatan yang ada di pasarnya. &amp;lrm;â€&lt;Karena Eropa lagi melemah dan Amerika belum bisa bangkit maka aliran investasi mengalir yang antara lain ke Asia,&quot; ucapnya.Untuk itu, pemerintah harus menciptakan kebijakan yang bisa mendatangkan serta mempermudah investasi di dalam negeri. &quot;Sayang kalau pemerintah tidak menetapkan aturan dalam momen yang bisa menarik buat peningkatan industri kita. Investasi masuk lebih karena faktor lucky, bukan karena langkah offensive,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan industri nasional diperkirakan akan melambat pada tahun ini. Bahkan, menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, industri akan sulit bertumbuh hingga 7 persen.&quot;Ya melambat. Pertumbuhan ekonomi enam persen saja sudah bagus. Manufaktur 6,9 persen pada tahun lalu. Saya pikir tahun ini 6,5 persen sudah bagus,&quot; kata Sofjan di Jakarta, Jumat (18/5/2012).Terlebih lagi, dia menambahkan, situasi politik pada tahun depan dikhawatirkan akan memengaruhi pertumbuhan industri. &quot;Saya paling pesimistis tahun depan, karena mulai pemilu. Tidak ada lagi yang konsentrasi. Semua konsentrasi menangkan pemilu. Faktor politik akan sangat pengaruhi pertumbuhan kita,&quot; katanya.Realisasi investasi, kata dia, menjadi faktor mendorong pertumbuhan industri pada tahun ini. &quot;Tidak banyak investasi. Itu tahun ini. Sekarang melihat realisasi kuartal I cuma tumbuh tidak seperti tahun lalu,&quot; ucapnya.Sektor industri automotif, baja, makanan dan minuman, kata dia, bakal terus mendominasi pertumbuhan industri nasional pada tahun ini. &quot;Mobil dan sepeda motor tumbuh, karena pendapatan kelas menengah naik. Tapi dengan aturan BI juga akan mempersulit, tapi ya akan tumbuh terus,&quot; ucapnya.Dia menambahkan, hal yang juga mengkhawatirkan adalah gap sosial di masyarakat Indonesia. &quot;Yang saya khawatir saat ini adalah gap kaya miskin. Rasio kita ini sudah 4,1 persen. Itu yang kemarin dilaporkan di Bali. Rata-rata di dunia itu maksimal 3 persen. Ini yang akan menciptakan political instability,&quot; ucapnya.Secara terpisah, Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Harry Warganegara menjelaskan, pertumbuhan industri memang akan terus naik dan didominasi manufaktur.&amp;nbsp; Tapi, kata dia,&amp;nbsp; pemerintah belum maksimal mendorong pertumbuhan industri nasional.&quot;Kendala masih banyak. &amp;lrm;â€&lt;Jadi naiknya industri nasional dikarenakan kesempatan yang ada di pasarnya. &amp;lrm;â€&lt;Karena Eropa lagi melemah dan Amerika belum bisa bangkit maka aliran investasi mengalir yang antara lain ke Asia,&quot; ucapnya.Untuk itu, pemerintah harus menciptakan kebijakan yang bisa mendatangkan serta mempermudah investasi di dalam negeri. &quot;Sayang kalau pemerintah tidak menetapkan aturan dalam momen yang bisa menarik buat peningkatan industri kita. Investasi masuk lebih karena faktor lucky, bukan karena langkah offensive,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
