<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konversi LPG 3 Kg di Sumut Hampir Selesai</title><description>PT Pertamina (persero) Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan, sampai Maret  2012 lalu, konversi gas elpiji 3 kilogram (kg) di Sumut sudah hampir  selesai dan hanya menyisakan lima kabupaten.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/25/19/635322/konversi-lpg-3-kg-di-sumut-hampir-selesai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/25/19/635322/konversi-lpg-3-kg-di-sumut-hampir-selesai"/><item><title>Konversi LPG 3 Kg di Sumut Hampir Selesai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/25/19/635322/konversi-lpg-3-kg-di-sumut-hampir-selesai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/25/19/635322/konversi-lpg-3-kg-di-sumut-hampir-selesai</guid><pubDate>Jum'at 25 Mei 2012 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/25/19/635322/cuCY6Jv5uA.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/25/19/635322/cuCY6Jv5uA.jpg</image><title></title></images><description>MEDAN &amp;ndash;&amp;nbsp; PT Pertamina (persero) Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan, sampai Maret 2012 lalu, konversi gas elpiji 3 kilogram (kg) di Sumut sudah hampir selesai dan hanya menyisakan lima kabupaten.Asisten Manager Customer Relation PT Pertamina Fuel Retail Marketing Regional Sumatera Bagian Utara Fitri Erika menyatakan bahwa LPG 3 kg telah terdistribusi sebanyak 2.594.163 paket dengan alokasi secara nasional dalam APBN mencapai 3.606.105 metrik ton (MT).Dengan penyaluran ini, konversi gas di Sumut selesai untuk sementara, meski masih ada lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias yang belum masuk dalam program konversi oleh pemerintah.&quot;Intinya seluruh konversi telah selesai di Sumut, kalau Nias kita terus melakukan sosialisasi agar masyarakat di lima kabupaten/kota di kawasan itu mulai menggunakan gas. Tapi untuk sementara belum ada gas subsidi karena kita belum mendapatkan instruksi dari pemerintah,&quot; ungkap Erika, Kamis (24/5/2012) malam.Tahap pertama dari konversi total distribusi mencapai 1.158.000 paket, yang tersebar di Medan 313.806 paket, Deli Serdang 370.954 paket, Binjai 50.560 paket, Langkat 284.047 paket dan Serdang Bedagai 138.633 paket. Sedangkan di tahap kedua mencapai 867.375 paket yang disebar di sembilan kabupaten/kota serta di tahap ketiga mencapai 550.349 paket di 13 kabupaten/kota.&quot;Meski penyaluran paket perdana elpiji sudah hampir rampung di Sumut, tetapi penarikan minyak tanah belum 100 persen selesai khususnya di daerah Nias dengan alasan infrastruktur di daerah tersebut belum memadai serta kemauan masyarakat menggunakan gas elpiji yang masih rendah,&quot; tambahnya.Pertamina sendiri mencatat, hingga Maret 2012 penjualan elpiji tiga kg atau elpiji kategori Publik Services Obligation (PSO) sebanyak 2.594.163 paket atau telah mencapai 71.908,59 MT. Posisi ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 50.256,26 MT pada 2011 lalu.&quot;Angka penjualan ini terus naik karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan gas elpiji dan tidak lagi membutuhkan minyak tanah yang memang harga sudah tinggi,&quot; jelasnya.Sebelumnya, Anggota DPD RI Sumut Parlindungan Purba menyebut Pertamina harus terus mengawal program konversi minyak tanah ke BBG meski distribusi sudah selesai.Menurut dia, konsumen selalu khawatir dengan kenaikan harga termasuk kelangkaan gas seperti yang sering terjadi. Selain itu, konsumen juga masih mengkhawatirkan meledaknya tabung gas atau takaran isi gas yang tidak sesuai.&quot;Konversi elpiji yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi dana subsidi dan kelangkaan minyak tanah termasuk menjaga lingkungan seharusnya tidak menjadi beban rakyat,&quot; pungkas dia.Sebagai informasi, selain di Sumut wilayah lainnya di Sumatera Bagian Utara yang juga telah selesai melakukan proses konversi minyak tanah ke gas adalah Provinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau. Penyebaran provinsi Riau telah mencapai 1.111.366 paket, sedangkan kepulauan Riau sebanyak 298.221 paket.Sementara dua daerah lainnya yaitu Aceh dan Sumatera Barat masih dalam proses, di Aceh telah terdistribusi 902.555 paket sedangkan di Sumatera Barat estimasi 971.420 paket. (gna)</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash;&amp;nbsp; PT Pertamina (persero) Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan, sampai Maret 2012 lalu, konversi gas elpiji 3 kilogram (kg) di Sumut sudah hampir selesai dan hanya menyisakan lima kabupaten.Asisten Manager Customer Relation PT Pertamina Fuel Retail Marketing Regional Sumatera Bagian Utara Fitri Erika menyatakan bahwa LPG 3 kg telah terdistribusi sebanyak 2.594.163 paket dengan alokasi secara nasional dalam APBN mencapai 3.606.105 metrik ton (MT).Dengan penyaluran ini, konversi gas di Sumut selesai untuk sementara, meski masih ada lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias yang belum masuk dalam program konversi oleh pemerintah.&quot;Intinya seluruh konversi telah selesai di Sumut, kalau Nias kita terus melakukan sosialisasi agar masyarakat di lima kabupaten/kota di kawasan itu mulai menggunakan gas. Tapi untuk sementara belum ada gas subsidi karena kita belum mendapatkan instruksi dari pemerintah,&quot; ungkap Erika, Kamis (24/5/2012) malam.Tahap pertama dari konversi total distribusi mencapai 1.158.000 paket, yang tersebar di Medan 313.806 paket, Deli Serdang 370.954 paket, Binjai 50.560 paket, Langkat 284.047 paket dan Serdang Bedagai 138.633 paket. Sedangkan di tahap kedua mencapai 867.375 paket yang disebar di sembilan kabupaten/kota serta di tahap ketiga mencapai 550.349 paket di 13 kabupaten/kota.&quot;Meski penyaluran paket perdana elpiji sudah hampir rampung di Sumut, tetapi penarikan minyak tanah belum 100 persen selesai khususnya di daerah Nias dengan alasan infrastruktur di daerah tersebut belum memadai serta kemauan masyarakat menggunakan gas elpiji yang masih rendah,&quot; tambahnya.Pertamina sendiri mencatat, hingga Maret 2012 penjualan elpiji tiga kg atau elpiji kategori Publik Services Obligation (PSO) sebanyak 2.594.163 paket atau telah mencapai 71.908,59 MT. Posisi ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 50.256,26 MT pada 2011 lalu.&quot;Angka penjualan ini terus naik karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan gas elpiji dan tidak lagi membutuhkan minyak tanah yang memang harga sudah tinggi,&quot; jelasnya.Sebelumnya, Anggota DPD RI Sumut Parlindungan Purba menyebut Pertamina harus terus mengawal program konversi minyak tanah ke BBG meski distribusi sudah selesai.Menurut dia, konsumen selalu khawatir dengan kenaikan harga termasuk kelangkaan gas seperti yang sering terjadi. Selain itu, konsumen juga masih mengkhawatirkan meledaknya tabung gas atau takaran isi gas yang tidak sesuai.&quot;Konversi elpiji yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi dana subsidi dan kelangkaan minyak tanah termasuk menjaga lingkungan seharusnya tidak menjadi beban rakyat,&quot; pungkas dia.Sebagai informasi, selain di Sumut wilayah lainnya di Sumatera Bagian Utara yang juga telah selesai melakukan proses konversi minyak tanah ke gas adalah Provinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau. Penyebaran provinsi Riau telah mencapai 1.111.366 paket, sedangkan kepulauan Riau sebanyak 298.221 paket.Sementara dua daerah lainnya yaitu Aceh dan Sumatera Barat masih dalam proses, di Aceh telah terdistribusi 902.555 paket sedangkan di Sumatera Barat estimasi 971.420 paket. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
