<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirjen Anggaran Kemenkeu Akui PNS Sering Selewengkan Biaya Dinas</title><description>Pemerintah menuturkan penerapan sistem at cost (sesuai pengeluaran rill)  dalam pengaturan biaya perjalanan dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS)  sempat diprotes sejumlah pihak saat pertama kali diterapkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/25/320/635383/dirjen-anggaran-kemenkeu-akui-pns-sering-selewengkan-biaya-dinas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/25/320/635383/dirjen-anggaran-kemenkeu-akui-pns-sering-selewengkan-biaya-dinas"/><item><title>Dirjen Anggaran Kemenkeu Akui PNS Sering Selewengkan Biaya Dinas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/25/320/635383/dirjen-anggaran-kemenkeu-akui-pns-sering-selewengkan-biaya-dinas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/25/320/635383/dirjen-anggaran-kemenkeu-akui-pns-sering-selewengkan-biaya-dinas</guid><pubDate>Jum'at 25 Mei 2012 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/25/320/635383/03ALWhRFUN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : PNS</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/25/320/635383/03ALWhRFUN.jpg</image><title>Ilustrasi : PNS</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menuturkan penerapan sistem at cost (sesuai pengeluaran rill) dalam pengaturan biaya perjalanan dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) sempat diprotes sejumlah pihak saat pertama kali diterapkan.&quot;Dulu waktu saya menerapkan at cost pertama kali, saya banyak diprotes Sekjen Kementerian, mereka bilang tidak bisa lagi cari uang untuk THR. 'Lah emang perjalanan untuk THR, saya pura-pura bloon'. Modusnya seperti itu,&quot; ungkap Dirjen Anggaran Kemenkeu Herry Poernomo, kala ditemui di Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (25/5/2012).Herry mengimbau bahwa penyelewengan biaya perjalanan dinas tidak boleh dilakukan karena hal tersebut tidak sebanding dengan martabat PNS yang dipertaruhkan di dalamnya.&quot;Saya ingat, masa perjalanan tidak sesuai dengan martabat, kecil sekali kan (untungnya). Ketika itu, misalkan tarif hotal Rp500 ribu, padahal standarnya hanya Rp250 ribu,&quot; paparnya.Meskipun begitu, Herry mengaku meskipun saat ini metode at cost sudah diterapkan, tetap saja hal tersebut kerap terjadi. Padahal biaya perjalanan sudah dinaikkan.&quot;Itu dia, tetapi dulu banyak yang mengeluh tidak cukup, makanya kita berikan at cost sesuai dengan pengeluarannya dia. Jadi ini menjatuhkan martabat, tapi dulu disalahgunakan,&quot; pungkasnya. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menuturkan penerapan sistem at cost (sesuai pengeluaran rill) dalam pengaturan biaya perjalanan dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) sempat diprotes sejumlah pihak saat pertama kali diterapkan.&quot;Dulu waktu saya menerapkan at cost pertama kali, saya banyak diprotes Sekjen Kementerian, mereka bilang tidak bisa lagi cari uang untuk THR. 'Lah emang perjalanan untuk THR, saya pura-pura bloon'. Modusnya seperti itu,&quot; ungkap Dirjen Anggaran Kemenkeu Herry Poernomo, kala ditemui di Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (25/5/2012).Herry mengimbau bahwa penyelewengan biaya perjalanan dinas tidak boleh dilakukan karena hal tersebut tidak sebanding dengan martabat PNS yang dipertaruhkan di dalamnya.&quot;Saya ingat, masa perjalanan tidak sesuai dengan martabat, kecil sekali kan (untungnya). Ketika itu, misalkan tarif hotal Rp500 ribu, padahal standarnya hanya Rp250 ribu,&quot; paparnya.Meskipun begitu, Herry mengaku meskipun saat ini metode at cost sudah diterapkan, tetap saja hal tersebut kerap terjadi. Padahal biaya perjalanan sudah dinaikkan.&quot;Itu dia, tetapi dulu banyak yang mengeluh tidak cukup, makanya kita berikan at cost sesuai dengan pengeluarannya dia. Jadi ini menjatuhkan martabat, tapi dulu disalahgunakan,&quot; pungkasnya. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
