<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keran Impor Deras, Dikhawatirkan Kikis Lahan Pertanian</title><description>Pemerintah mengakui pihaknya mengkhawatirkan adanya konversi lahan dari  pertanian ke nonpertanian. Pasalnya, usaha sektor pertanian di Indonesia  tumbuh lebih lambat dibandingkan sektor lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/26/320/636128/keran-impor-deras-dikhawatirkan-kikis-lahan-pertanian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/26/320/636128/keran-impor-deras-dikhawatirkan-kikis-lahan-pertanian"/><item><title>Keran Impor Deras, Dikhawatirkan Kikis Lahan Pertanian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/26/320/636128/keran-impor-deras-dikhawatirkan-kikis-lahan-pertanian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/26/320/636128/keran-impor-deras-dikhawatirkan-kikis-lahan-pertanian</guid><pubDate>Sabtu 26 Mei 2012 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/26/320/636128/ahU9pcj1z5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: AP</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/26/320/636128/ahU9pcj1z5.jpg</image><title>Ilustrasi: AP</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengakui pihaknya mengkhawatirkan adanya konversi lahan dari pertanian ke nonpertanian. Pasalnya, usaha sektor pertanian di Indonesia tumbuh lebih lambat dibandingkan sektor lain.&quot;Terkait dengan pembebasan lahan dari pertanian ke nonpertanian sulit dicegah. Pemerintah pusat sudah mengarahkan, tetapi masih saja terjadi di daerah. Konversi lahan produktif ke nonproduktif masih saja terjadi,&quot; ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam sambutannya di Seminar Enterpreneur yang diselenggarakan di Hotel Hyatt, Sabtu (26/5/2012)Menurut Agus, adanya pengalihan lahan dari sektor pertanian ke nonpertanian patut dikhawatirkan. Hal ini dikarenakan angka impor hortikultura seperti sayur-mayur dan buah-buahan di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan.&quot;Impor selalu lebih tinggi daripada ekspor, kita masih harus mengimpor kedelai, gula dan bahkan garam,&quot; lanjut dia.Melihat kenyataan ini, Agus mengimbau kepada seluruh pengusaha dan calon pengusaha Indonesia untuk dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada agar dapat memaksimalkan usahanya. Dengan begitu, ekonomi Indonesia akan lebih bergerak positif.&quot;Sumber pertumbuhan ekonomi itu tidak&amp;nbsp; hanya diberikan demostik ekonomi saja yang besar, tetapi juga dari investasi yang salah satunya dari enterpreneur,&quot; tandasnya. (gna) </description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengakui pihaknya mengkhawatirkan adanya konversi lahan dari pertanian ke nonpertanian. Pasalnya, usaha sektor pertanian di Indonesia tumbuh lebih lambat dibandingkan sektor lain.&quot;Terkait dengan pembebasan lahan dari pertanian ke nonpertanian sulit dicegah. Pemerintah pusat sudah mengarahkan, tetapi masih saja terjadi di daerah. Konversi lahan produktif ke nonproduktif masih saja terjadi,&quot; ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam sambutannya di Seminar Enterpreneur yang diselenggarakan di Hotel Hyatt, Sabtu (26/5/2012)Menurut Agus, adanya pengalihan lahan dari sektor pertanian ke nonpertanian patut dikhawatirkan. Hal ini dikarenakan angka impor hortikultura seperti sayur-mayur dan buah-buahan di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan.&quot;Impor selalu lebih tinggi daripada ekspor, kita masih harus mengimpor kedelai, gula dan bahkan garam,&quot; lanjut dia.Melihat kenyataan ini, Agus mengimbau kepada seluruh pengusaha dan calon pengusaha Indonesia untuk dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada agar dapat memaksimalkan usahanya. Dengan begitu, ekonomi Indonesia akan lebih bergerak positif.&quot;Sumber pertumbuhan ekonomi itu tidak&amp;nbsp; hanya diberikan demostik ekonomi saja yang besar, tetapi juga dari investasi yang salah satunya dari enterpreneur,&quot; tandasnya. (gna) </content:encoded></item></channel></rss>
