<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Masih Enggan Menguat</title><description>Rupiah diprediksi masih melemah hari ini karena  faktor eksternal maupun internal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/29/278/637267/rupiah-masih-enggan-menguat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/29/278/637267/rupiah-masih-enggan-menguat"/><item><title>Rupiah Masih Enggan Menguat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/29/278/637267/rupiah-masih-enggan-menguat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/29/278/637267/rupiah-masih-enggan-menguat</guid><pubDate>Selasa 29 Mei 2012 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Astutik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/29/278/637267/B2R37AUIhN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/29/278/637267/B2R37AUIhN.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rupiah diprediksi masih melemah hari ini karena  faktor eksternal maupun internal. Salah satunya adalah besarnya permintaan dolar dari dalam negeri.&quot;Rupiah masih cenderung melemah di level Rp9.375-9.745 per  USD. Kondisi ini dipengaruhi kebutuhan dolar di dalam negeri sedang tinggi,  terutama untuk impor dan pembayaran dividen,&quot; kata analis valuta asing, Rahadyo  Anggoro di Jakarta, Selasa (29/5/2012).Mei ini merupakan jadwal pembayaran dividen perusahaan.  Sehingga tekanan rupiah semakin menguat. Namun, Bank Indonesia (BI) tidak akan  tinggal diam dan akan melakukan intervensi untuk mengawal pergerakan rupiah ini.  Agar pelemahan nilai tukar tidak terus berlanjut, pemerintah perlu menjaga  kepercayaan pasar.&quot;Caranya dengan memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan  pembangunan infrastruktur secara bertahap. Harapannya, arus modal yang keluar  bisa ditekan sekecil mungkin,&quot; katanya.Sebagaimana diketahui, pada penutupan sore kemarin, rupiah  ditutup melemah ke level Rp9.350-9.450 per USD. Pelemahan ini karena pasar tidak  tertarik untuk memperdagangkan rupiah di saat kondisi global yang tidak menentu.&quot;Dolar cenderung menguat sehingga mata uang lain melemah. Hal  ini mengakibatkan likuditas dolar terbatas di market sedangkan permintaan  terhadap dolar semakin meningkat,&quot; tuturnya. </description><content:encoded>JAKARTA - Rupiah diprediksi masih melemah hari ini karena  faktor eksternal maupun internal. Salah satunya adalah besarnya permintaan dolar dari dalam negeri.&quot;Rupiah masih cenderung melemah di level Rp9.375-9.745 per  USD. Kondisi ini dipengaruhi kebutuhan dolar di dalam negeri sedang tinggi,  terutama untuk impor dan pembayaran dividen,&quot; kata analis valuta asing, Rahadyo  Anggoro di Jakarta, Selasa (29/5/2012).Mei ini merupakan jadwal pembayaran dividen perusahaan.  Sehingga tekanan rupiah semakin menguat. Namun, Bank Indonesia (BI) tidak akan  tinggal diam dan akan melakukan intervensi untuk mengawal pergerakan rupiah ini.  Agar pelemahan nilai tukar tidak terus berlanjut, pemerintah perlu menjaga  kepercayaan pasar.&quot;Caranya dengan memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan  pembangunan infrastruktur secara bertahap. Harapannya, arus modal yang keluar  bisa ditekan sekecil mungkin,&quot; katanya.Sebagaimana diketahui, pada penutupan sore kemarin, rupiah  ditutup melemah ke level Rp9.350-9.450 per USD. Pelemahan ini karena pasar tidak  tertarik untuk memperdagangkan rupiah di saat kondisi global yang tidak menentu.&quot;Dolar cenderung menguat sehingga mata uang lain melemah. Hal  ini mengakibatkan likuditas dolar terbatas di market sedangkan permintaan  terhadap dolar semakin meningkat,&quot; tuturnya. </content:encoded></item></channel></rss>
