<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BI Akan Maksimalkan Daerah Perbatasan</title><description>Pasalnya, perekonomian di daerah perbatasan mempunyai potensi yang cukup besar untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/20/638940/bi-akan-maksimalkan-daerah-perbatasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/20/638940/bi-akan-maksimalkan-daerah-perbatasan"/><item><title> BI Akan Maksimalkan Daerah Perbatasan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/20/638940/bi-akan-maksimalkan-daerah-perbatasan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/20/638940/bi-akan-maksimalkan-daerah-perbatasan</guid><pubDate>Kamis 31 Mei 2012 12:38 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/31/20/638940/DJDfBUPJ7C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/31/20/638940/DJDfBUPJ7C.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendorong perkonomian di daerah perbatasan agar diberdayakan secara maksimal. Pasalnya, perekonomian di daerah perbatasan mempunyai potensi yang cukup besar untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas menjelaskan, adanya keterbatasan membuat perkembangan di daerah tersebut terhambat. Menurut dia, sebagai regulator keuangan di Indonesia, BI ingin memaksimalkan peranannya agar perekonomian di daerah perbatasan lebih berkembang.&quot;Dari 200 juta penduduk di Indonesia, hanya 60 juta orang yang mempunyai account di bank. Sedangkan rata-rata mereka mempunyai handphone. Jadi kita ingin menggunakan teknologi perbankan yang sifatnya nontunai untuk daerah perbatasan,&quot; ungkapnya kala ditemui dalam Seminar Nasional Mengembangkan Pembangunan Ekonomi di Daerah Perbatasan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (31/5/2012).Untuk itu, BI ingin menerapkan sistem atau konsep branchless banking di daerah perbatasan. Ronald melanjutkan, teknologi ini diharapkan mengobati permasalahan di daerah perbatasan akan minimnya peredaran rupiah di daerah perbatasan.Selain peredaran uang, keterbatasan lain di daerah perbatasan yakni keterbatasan infrastruktur dan keterbatasan jangkauan pemasaran, ketersediaan pasokan energi, keterbatasan penggunaan tekonologi, dan masih banyak lagi. Ronald berharap, sinergi antarlembaga ke depannya dapat berjalan dengan baik, sehingga permasalahan di daerah perbatasan dapat teratasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendorong perkonomian di daerah perbatasan agar diberdayakan secara maksimal. Pasalnya, perekonomian di daerah perbatasan mempunyai potensi yang cukup besar untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas menjelaskan, adanya keterbatasan membuat perkembangan di daerah tersebut terhambat. Menurut dia, sebagai regulator keuangan di Indonesia, BI ingin memaksimalkan peranannya agar perekonomian di daerah perbatasan lebih berkembang.&quot;Dari 200 juta penduduk di Indonesia, hanya 60 juta orang yang mempunyai account di bank. Sedangkan rata-rata mereka mempunyai handphone. Jadi kita ingin menggunakan teknologi perbankan yang sifatnya nontunai untuk daerah perbatasan,&quot; ungkapnya kala ditemui dalam Seminar Nasional Mengembangkan Pembangunan Ekonomi di Daerah Perbatasan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (31/5/2012).Untuk itu, BI ingin menerapkan sistem atau konsep branchless banking di daerah perbatasan. Ronald melanjutkan, teknologi ini diharapkan mengobati permasalahan di daerah perbatasan akan minimnya peredaran rupiah di daerah perbatasan.Selain peredaran uang, keterbatasan lain di daerah perbatasan yakni keterbatasan infrastruktur dan keterbatasan jangkauan pemasaran, ketersediaan pasokan energi, keterbatasan penggunaan tekonologi, dan masih banyak lagi. Ronald berharap, sinergi antarlembaga ke depannya dapat berjalan dengan baik, sehingga permasalahan di daerah perbatasan dapat teratasi.</content:encoded></item></channel></rss>
