<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Masih Tertekan</title><description>Nilai tukar rupiah terhadap dolar diprediksi masih akan tertekan,  meskipun BI sudah melakukan intervensi dan menjaga nilai rupiah  di pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/278/638706/rupiah-masih-tertekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/278/638706/rupiah-masih-tertekan"/><item><title>Rupiah Masih Tertekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/278/638706/rupiah-masih-tertekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/278/638706/rupiah-masih-tertekan</guid><pubDate>Kamis 31 Mei 2012 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Astutik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/31/278/638706/uAbXUhGpxo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/31/278/638706/uAbXUhGpxo.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar diprediksi masih akan tertekan,  meskipun Bank Indonesia (BI) sudah melakukan intervensi dan menjaga nilai rupiah  di pasar.&quot;Besok tekanan masih ada, karena krisis yang terjadi Eropa khususnya Yunani  belum selesai,&quot; kata analis valuta asing David Summual saat dihubungi Okezone di  Jakarta, Kamis (31/5/2012).Menurutnya, BI sudah stand by di pasar. Apalagi 3-4 hari terakhir, bank  sentral tersebut semakin gencar melakukan intervensi. David menambahkan, ketidakpastian di Eropa lah yang membuat investor menahan  mata uang dolar yang dimilikinya. Hal itu lah yang menyebabkan mata uang rupiah  semakin melemah, kalaupun sempat menguat kisarannya sempit.&quot;Jadi bukannya tidak ada likuiitas dolar di market,&quot; katanya singkat.Kondisi yang tidak menentu tersebut, diperparah dengan adanya pernyataan  dari Perdana Menteri China Wen Jiabao. Dalam pernyataannya, Wen menyebut tidak  akan memilih stimulus fiskal seperti yang pernah terjadi pada 2008 lalu.&quot;Ini memberikan sentimen negatif ke mata uang euro dan mata uang emerging  market yang banyak kaitannya dengan China,&quot; akunya lagi.Untuk hari ini, lanjutnya, nilai tukar rupiah diprediksi masih akan  tertekan dengan ressistance Rp9.500 per USD. Indonesia menurutnya, merupakan  salah satu di antara banyak negara yang mata uangnya alami pelemahan.&quot;Indonesia salah satu yang melemah, dolar Australia juga, kemudian kalau  peso Meksiko. Dan mata uang emerging market lainnya,&quot; tandasnya. </description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar diprediksi masih akan tertekan,  meskipun Bank Indonesia (BI) sudah melakukan intervensi dan menjaga nilai rupiah  di pasar.&quot;Besok tekanan masih ada, karena krisis yang terjadi Eropa khususnya Yunani  belum selesai,&quot; kata analis valuta asing David Summual saat dihubungi Okezone di  Jakarta, Kamis (31/5/2012).Menurutnya, BI sudah stand by di pasar. Apalagi 3-4 hari terakhir, bank  sentral tersebut semakin gencar melakukan intervensi. David menambahkan, ketidakpastian di Eropa lah yang membuat investor menahan  mata uang dolar yang dimilikinya. Hal itu lah yang menyebabkan mata uang rupiah  semakin melemah, kalaupun sempat menguat kisarannya sempit.&quot;Jadi bukannya tidak ada likuiitas dolar di market,&quot; katanya singkat.Kondisi yang tidak menentu tersebut, diperparah dengan adanya pernyataan  dari Perdana Menteri China Wen Jiabao. Dalam pernyataannya, Wen menyebut tidak  akan memilih stimulus fiskal seperti yang pernah terjadi pada 2008 lalu.&quot;Ini memberikan sentimen negatif ke mata uang euro dan mata uang emerging  market yang banyak kaitannya dengan China,&quot; akunya lagi.Untuk hari ini, lanjutnya, nilai tukar rupiah diprediksi masih akan  tertekan dengan ressistance Rp9.500 per USD. Indonesia menurutnya, merupakan  salah satu di antara banyak negara yang mata uangnya alami pelemahan.&quot;Indonesia salah satu yang melemah, dolar Australia juga, kemudian kalau  peso Meksiko. Dan mata uang emerging market lainnya,&quot; tandasnya. </content:encoded></item></channel></rss>
