<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kadin Incar SDA di Kalimantan</title><description>Untuk meningkatkan gairah perdagangan dengan Brunei, Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) akan mengembangkan Kalimantan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/320/638997/kadin-incar-sda-di-kalimantan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/320/638997/kadin-incar-sda-di-kalimantan"/><item><title>Kadin Incar SDA di Kalimantan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/320/638997/kadin-incar-sda-di-kalimantan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/05/31/320/638997/kadin-incar-sda-di-kalimantan</guid><pubDate>Kamis 31 Mei 2012 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Pebrianto Eko Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/05/31/320/638997/NUQqMsLEF1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/05/31/320/638997/NUQqMsLEF1.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Untuk meningkatkan gairah perdagangan dengan Brunei, Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) akan mengembangkan Kalimantan. Hal ini dilakukan lantaran Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan Brunei.&amp;nbsp; Bedasarkan data Statistik, perdagangan dengan Brunei sejak 2007 sampai 2011 menunjukkan trend menurun. Total perdagangan pada 2007 mencapai mencapai USD 1,9 juta. Sedangkan pada 2011 turun menjadi USD 1,1 juta. Sejak 2007 sampai 2011 balance of trade dengan Brunei selalu mengalami defisit bagi Indonesia.&amp;ldquo;Defisit perdagangan dengan Brunei disebabkan karena Indonesia lebih banyak impor minyak dari Brunei, sedang ekspor non-migas kita ke Brunei&amp;nbsp;sangat terbatas dalam jenis barang,&quot; ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto pada saat mengukuhkan pengurus Kadin Indonesia Komite Brunei di Hotel Pullman, Jakarta, kamis (31/5/2012).Menurutnya, dalam upaya meningkatkan perdagangan dan investasi dengan Brunei, Indonesia perlu mengembangkan strategi dan pola pikir khusus. &quot;Pertama-tama perhatian perlu dipusatkan pada peran Brunei sebagai negara kecil tetapi kaya terhadap pembangunan di daerah Kalimantan,&quot; jelas dia.Dia menjelaskan, Kalimantan merupakan&amp;nbsp;wilayah dengan kekayaan sumber daya alam yang masih membutuhkan investasi untuk pembangunan infrastruktur, industri hilir, sarana dan prasarana pariwasata&amp;nbsp;serta pembangunan manusia. &quot;Ke sektor-sektor tersebutlah kita perlu menarik investasi Brunei,&amp;rdquo; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Untuk meningkatkan gairah perdagangan dengan Brunei, Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) akan mengembangkan Kalimantan. Hal ini dilakukan lantaran Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan Brunei.&amp;nbsp; Bedasarkan data Statistik, perdagangan dengan Brunei sejak 2007 sampai 2011 menunjukkan trend menurun. Total perdagangan pada 2007 mencapai mencapai USD 1,9 juta. Sedangkan pada 2011 turun menjadi USD 1,1 juta. Sejak 2007 sampai 2011 balance of trade dengan Brunei selalu mengalami defisit bagi Indonesia.&amp;ldquo;Defisit perdagangan dengan Brunei disebabkan karena Indonesia lebih banyak impor minyak dari Brunei, sedang ekspor non-migas kita ke Brunei&amp;nbsp;sangat terbatas dalam jenis barang,&quot; ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto pada saat mengukuhkan pengurus Kadin Indonesia Komite Brunei di Hotel Pullman, Jakarta, kamis (31/5/2012).Menurutnya, dalam upaya meningkatkan perdagangan dan investasi dengan Brunei, Indonesia perlu mengembangkan strategi dan pola pikir khusus. &quot;Pertama-tama perhatian perlu dipusatkan pada peran Brunei sebagai negara kecil tetapi kaya terhadap pembangunan di daerah Kalimantan,&quot; jelas dia.Dia menjelaskan, Kalimantan merupakan&amp;nbsp;wilayah dengan kekayaan sumber daya alam yang masih membutuhkan investasi untuk pembangunan infrastruktur, industri hilir, sarana dan prasarana pariwasata&amp;nbsp;serta pembangunan manusia. &quot;Ke sektor-sektor tersebutlah kita perlu menarik investasi Brunei,&amp;rdquo; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
