<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penghematan BBM untuk Mobil Dinas Tidak Efektif!</title><description>Pasalnya, target penghematan ini tidak termasuk untuk pegawai pemerintah, tapi hanya mobil dinasnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/02/19/640148/penghematan-bbm-untuk-mobil-dinas-tidak-efektif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/06/02/19/640148/penghematan-bbm-untuk-mobil-dinas-tidak-efektif"/><item><title>Penghematan BBM untuk Mobil Dinas Tidak Efektif!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/02/19/640148/penghematan-bbm-untuk-mobil-dinas-tidak-efektif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/06/02/19/640148/penghematan-bbm-untuk-mobil-dinas-tidak-efektif</guid><pubDate>Sabtu 02 Juni 2012 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/02/19/640148/Zn1DdM0O40.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/02/19/640148/Zn1DdM0O40.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penghematan BBM subidi yang melarang mobil dinas pemerintah dinilai tidak akan efektif. Pasalnya, target penghematan ini tidak termasuk untuk pegawai pemerintah, tapi hanya mobil dinasnya.&quot;Penghematan BBM tidak hanya untuk mobil dinas, tetapi harus untuk orang dinasnya juga,&quot; ujar Pengamat Ekonomi UI yang juga Anggota KEN Nina Sapti Triaswati dalam Diskusi SINDO RADIO NETWORK di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (2/6/2012).Nina menambahkan, kendati mobil dinasnya dilarang, tetapi PNS masih dapat menggunakan mobil lain untuk membeli BBM bersubsidi. Di mana uang yang dipakai juga berasal dari pemerintah. &quot;Pemerintah harus menspesifikasikan tujuan pelarangan penggunaan BBM untuk pengguna mobil dinas,&quot; ujar Nina.Nina menegaskan, pengguna kendaraan sudah seharusnya tidak menggunakan BBM bersubsidi, karena sembilan juta penduduk Indonesia adalah kalangan orang kaya. &quot;Kalaupun harga BBM tidak dinaikan, maka pemerintah harus menggunakan sistem pajak,&quot; ujar Nina.Pajak yang digunakan bukan berdasarkan besarnya CC kendaraan, tetapi berdasarkan harga kendaraan tersebut. &quot;Berdasarkan harga mobil, pajak yang dikenakan akan dibayar tiap tahun dalam perpanjangan STNK,&quot; ujar Nina.Nina menjelaskan, orang kaya pengguna mobil ada sembilan juta orang dan memakan sekira Rp100 triliun dana subsidi, yang seharusnya digunakan rakyat miskin.</description><content:encoded>JAKARTA - Penghematan BBM subidi yang melarang mobil dinas pemerintah dinilai tidak akan efektif. Pasalnya, target penghematan ini tidak termasuk untuk pegawai pemerintah, tapi hanya mobil dinasnya.&quot;Penghematan BBM tidak hanya untuk mobil dinas, tetapi harus untuk orang dinasnya juga,&quot; ujar Pengamat Ekonomi UI yang juga Anggota KEN Nina Sapti Triaswati dalam Diskusi SINDO RADIO NETWORK di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (2/6/2012).Nina menambahkan, kendati mobil dinasnya dilarang, tetapi PNS masih dapat menggunakan mobil lain untuk membeli BBM bersubsidi. Di mana uang yang dipakai juga berasal dari pemerintah. &quot;Pemerintah harus menspesifikasikan tujuan pelarangan penggunaan BBM untuk pengguna mobil dinas,&quot; ujar Nina.Nina menegaskan, pengguna kendaraan sudah seharusnya tidak menggunakan BBM bersubsidi, karena sembilan juta penduduk Indonesia adalah kalangan orang kaya. &quot;Kalaupun harga BBM tidak dinaikan, maka pemerintah harus menggunakan sistem pajak,&quot; ujar Nina.Pajak yang digunakan bukan berdasarkan besarnya CC kendaraan, tetapi berdasarkan harga kendaraan tersebut. &quot;Berdasarkan harga mobil, pajak yang dikenakan akan dibayar tiap tahun dalam perpanjangan STNK,&quot; ujar Nina.Nina menjelaskan, orang kaya pengguna mobil ada sembilan juta orang dan memakan sekira Rp100 triliun dana subsidi, yang seharusnya digunakan rakyat miskin.</content:encoded></item></channel></rss>
