<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Investor Kilang dari Timteng Banyak Maunya&quot;</title><description>Pemerintah menyebut investor asal Timur Tengah (Timteng) yang ingin  membangun kilang minyak di Indonesia memiliki permintaan insentif yang  banyak dan menjadi sumber permasalahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/06/19/642466/investor-kilang-dari-timteng-banyak-maunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/06/06/19/642466/investor-kilang-dari-timteng-banyak-maunya"/><item><title>&quot;Investor Kilang dari Timteng Banyak Maunya&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/06/19/642466/investor-kilang-dari-timteng-banyak-maunya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/06/06/19/642466/investor-kilang-dari-timteng-banyak-maunya</guid><pubDate>Rabu 06 Juni 2012 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Pebrianto Eko Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/06/19/642466/H5ojUDzACx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: AP</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/06/19/642466/H5ojUDzACx.jpg</image><title>Ilustrasi: AP</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menyebut investor asal Timur Tengah (Timteng) yang ingin membangun kilang minyak di Indonesia memiliki permintaan insentif yang banyak dan menjadi sumber permasalahan.&quot;Investor dari Timur Tengah yang akan membangun kilang minyak memiliki permasalahan, mereka minta insentifnya luar biasa. Untuk memenuhinya harus ada kebijakan dari atas yang bilang bahwa intensif yang merka minta bisa disepakati,&quot; kata Kepala Pelaksanaan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brojonegoro kepada wartawan di Pullman Hotel, Jakarta, Rabu (6/6/2012).Bambang menyebut, investor Timteng tersebut dari Kuwait yang meminta tax holiday panjang, PPH lima persen, bebas pajak daerah, dan harga minyak harus setaradengan bea masuk.&quot;Jadi buat apa kita bikin minyak di dalam negeri pakai bea masuk bayarnya? Banyak yang terlalu berat. Kalau mau diputuskan harus diputuskan oleh level tertinggi,&quot; tegas Bambang. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menyebut investor asal Timur Tengah (Timteng) yang ingin membangun kilang minyak di Indonesia memiliki permintaan insentif yang banyak dan menjadi sumber permasalahan.&quot;Investor dari Timur Tengah yang akan membangun kilang minyak memiliki permasalahan, mereka minta insentifnya luar biasa. Untuk memenuhinya harus ada kebijakan dari atas yang bilang bahwa intensif yang merka minta bisa disepakati,&quot; kata Kepala Pelaksanaan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brojonegoro kepada wartawan di Pullman Hotel, Jakarta, Rabu (6/6/2012).Bambang menyebut, investor Timteng tersebut dari Kuwait yang meminta tax holiday panjang, PPH lima persen, bebas pajak daerah, dan harga minyak harus setaradengan bea masuk.&quot;Jadi buat apa kita bikin minyak di dalam negeri pakai bea masuk bayarnya? Banyak yang terlalu berat. Kalau mau diputuskan harus diputuskan oleh level tertinggi,&quot; tegas Bambang. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
