<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Gaet Investor, Chatib Basri Bakal Promosi Investasi</title><description>Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) yang baru terpilih, M  Chatib Basri, mengatakan porsi investasi terbesar masih di pertambangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/14/20/647381/gaet-investor-chatib-basri-bakal-promosi-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/06/14/20/647381/gaet-investor-chatib-basri-bakal-promosi-investasi"/><item><title> Gaet Investor, Chatib Basri Bakal Promosi Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/14/20/647381/gaet-investor-chatib-basri-bakal-promosi-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/06/14/20/647381/gaet-investor-chatib-basri-bakal-promosi-investasi</guid><pubDate>Kamis 14 Juni 2012 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Pebrianto Eko Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/14/20/647381/dlJpgZifwK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/14/20/647381/dlJpgZifwK.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) yang baru terpilih, M Chatib Basri, mengatakan porsi investasi terbesar masih di pertambangan. Namun, investasi di sektor manufaktur belum mengalami perkembangan.&quot;Yang selalu jadi soal kalau dipertambangan itu masih relatif baik, tapi kalau di manufaktur seringkali jadi soal, kenapa? Karena daya saing kita relatif terbatas,&quot; jelas dia kala ditemui di Kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (14/6/2012). Meski demkian, dia enggan menyatakan akan membenahi sektor tertentu. Pasalnya ketika bicara iklim investasi, maka hal tersebut berlaku untuk semua sektor.&quot;Nanti kalau sudah bicara spesifik, saya bicara dulu dengan teman-teman di BKPM,&quot; tambahnya. Menurutnya, ada beberapa langkah yang akan dilakukan BKPM untuk menggaet investor agar datang ke Indonesia. &quot;Pertama itu tentu promosi, Indonesia itu untung di zaman pak Gita, beberapa tahun terakhir kita mulai dikenal,&quot; kata dia.&quot;Tadinya kita tidak dalam radar screen, kalau bicara Indonesia kita tidak masuk didalamnya. Ini sekarang kita beruntung kita kan berada dalam investment grade, paling tidak orang melihat Indonesia,&quot; tambah dia. Selanjutnya, dia melihat pasar domestik Indonesia yang mempunyai potensi cukup besar. &quot;Ini daya tarik, jadi potensinya ada. Nah itu yang saya quote and quote ini yang harus dijual. Karena yang paling baik untuk jangka pendek itu adalah promosi,&quot; jelasnya. Menurutnya, jika promosi sudah ada, maka perhatian pasar akan muncul kemudian, setelah itu akan timbul ketertarikan. &quot;Kemudian dari pihak kita yang mesti kita lakukan adalah iklimnya kondusif. Jangan sampai dia datang dia bingung mau ngapain ke sini,&quot; jelasnya.Oleh karena itu, dia meminta proyek preparation harus lebih baik. &quot;Ibaratnya tidak bisa kita undang orang ke sini terus kita lepas di airport. Jadi proyek prepararion harus lebih matang,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) yang baru terpilih, M Chatib Basri, mengatakan porsi investasi terbesar masih di pertambangan. Namun, investasi di sektor manufaktur belum mengalami perkembangan.&quot;Yang selalu jadi soal kalau dipertambangan itu masih relatif baik, tapi kalau di manufaktur seringkali jadi soal, kenapa? Karena daya saing kita relatif terbatas,&quot; jelas dia kala ditemui di Kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (14/6/2012). Meski demkian, dia enggan menyatakan akan membenahi sektor tertentu. Pasalnya ketika bicara iklim investasi, maka hal tersebut berlaku untuk semua sektor.&quot;Nanti kalau sudah bicara spesifik, saya bicara dulu dengan teman-teman di BKPM,&quot; tambahnya. Menurutnya, ada beberapa langkah yang akan dilakukan BKPM untuk menggaet investor agar datang ke Indonesia. &quot;Pertama itu tentu promosi, Indonesia itu untung di zaman pak Gita, beberapa tahun terakhir kita mulai dikenal,&quot; kata dia.&quot;Tadinya kita tidak dalam radar screen, kalau bicara Indonesia kita tidak masuk didalamnya. Ini sekarang kita beruntung kita kan berada dalam investment grade, paling tidak orang melihat Indonesia,&quot; tambah dia. Selanjutnya, dia melihat pasar domestik Indonesia yang mempunyai potensi cukup besar. &quot;Ini daya tarik, jadi potensinya ada. Nah itu yang saya quote and quote ini yang harus dijual. Karena yang paling baik untuk jangka pendek itu adalah promosi,&quot; jelasnya. Menurutnya, jika promosi sudah ada, maka perhatian pasar akan muncul kemudian, setelah itu akan timbul ketertarikan. &quot;Kemudian dari pihak kita yang mesti kita lakukan adalah iklimnya kondusif. Jangan sampai dia datang dia bingung mau ngapain ke sini,&quot; jelasnya.Oleh karena itu, dia meminta proyek preparation harus lebih baik. &quot;Ibaratnya tidak bisa kita undang orang ke sini terus kita lepas di airport. Jadi proyek prepararion harus lebih matang,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
