<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terbitkan Obligasi, Mandiri Sekuritas Bidik 2-3 Perusahaan</title><description>PT Mandiri Sekuritas tengah mengejar dua sampai tiga perusahaan  Indonesia untuk menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat  (AS). Saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut baru dalam proses  penjajakan awal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/14/278/647359/terbitkan-obligasi-mandiri-sekuritas-bidik-2-3-perusahaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/06/14/278/647359/terbitkan-obligasi-mandiri-sekuritas-bidik-2-3-perusahaan"/><item><title>Terbitkan Obligasi, Mandiri Sekuritas Bidik 2-3 Perusahaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/14/278/647359/terbitkan-obligasi-mandiri-sekuritas-bidik-2-3-perusahaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/06/14/278/647359/terbitkan-obligasi-mandiri-sekuritas-bidik-2-3-perusahaan</guid><pubDate>Kamis 14 Juni 2012 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/14/278/647359/MkipCa04Bq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo Mandiri Sekuritas</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/14/278/647359/MkipCa04Bq.jpg</image><title>Logo Mandiri Sekuritas</title></images><description>JAKARTA - PT Mandiri Sekuritas tengah mengejar dua sampai tiga perusahaan Indonesia untuk menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut baru dalam proses penjajakan awal.&quot;Kita kejar tahun ini. Kalau tidak bisa, kita kejar tahun depan,&quot; kata Presiden Direktur Mandiri Sekuritas Harry M Supoyo di Jakarta, Kamis (14/6/2012).&amp;nbsp;Dia melanjutkan, perusahaan-perusahaan yang tengah mengkaji penerbitan obligasi dolar tersebut bukan BUMN. &quot;Semuanya itu perusahaan swasta,&quot; ungkap dia.Apa yang dia upayakan tersebut, terkait dengan rencana pendirian kantor cabang di Singapura. Dia menyebut, kantor cabangnya di Singapura tersebut akan resmi beroperasi paling tidak dalam dua bulan ini.&quot;Sekarang kita lagi cari lokasi. Salah satu opsi adalah gabung bareng Bank Mandiri. Dengan obligasi dolar yang kita kejar, (kantor cabang) ini jadi modal kita untuk memasarkan kita,&quot; tambahnya.Tak hanya obligasi dolar, Harry melanjutkan, dengan kantor cabang Singapura ini pihaknya akan menjual obligasi berdenominasi rupiah kepada investor di Negara Singa tersebut.&quot;Selama ini obligasi rupiah diperdagangkan di Indonesia. Tapi apakah investor asing tertarik? Potensi itu yang kita lihat,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Mandiri Sekuritas tengah mengejar dua sampai tiga perusahaan Indonesia untuk menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut baru dalam proses penjajakan awal.&quot;Kita kejar tahun ini. Kalau tidak bisa, kita kejar tahun depan,&quot; kata Presiden Direktur Mandiri Sekuritas Harry M Supoyo di Jakarta, Kamis (14/6/2012).&amp;nbsp;Dia melanjutkan, perusahaan-perusahaan yang tengah mengkaji penerbitan obligasi dolar tersebut bukan BUMN. &quot;Semuanya itu perusahaan swasta,&quot; ungkap dia.Apa yang dia upayakan tersebut, terkait dengan rencana pendirian kantor cabang di Singapura. Dia menyebut, kantor cabangnya di Singapura tersebut akan resmi beroperasi paling tidak dalam dua bulan ini.&quot;Sekarang kita lagi cari lokasi. Salah satu opsi adalah gabung bareng Bank Mandiri. Dengan obligasi dolar yang kita kejar, (kantor cabang) ini jadi modal kita untuk memasarkan kita,&quot; tambahnya.Tak hanya obligasi dolar, Harry melanjutkan, dengan kantor cabang Singapura ini pihaknya akan menjual obligasi berdenominasi rupiah kepada investor di Negara Singa tersebut.&quot;Selama ini obligasi rupiah diperdagangkan di Indonesia. Tapi apakah investor asing tertarik? Potensi itu yang kita lihat,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
