<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PGN: Kalau Harga Tak Sesuai, ya PGN Nombok</title><description>PGN mengimbau agar sektor industri  menahan berbagai keinginannya, baik untuk meminta penurunan harga gas  ataupun ketersediaan pasokan gas. Pasalnya, dengan kondisi yang dinilai  cukup rumit saat ini, kerugian bisa saja akhirnya menimpa PGN,  pemerintah ataupun industri sekalipun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/24/19/652737/pgn-kalau-harga-tak-sesuai-ya-pgn-nombok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/06/24/19/652737/pgn-kalau-harga-tak-sesuai-ya-pgn-nombok"/><item><title>PGN: Kalau Harga Tak Sesuai, ya PGN Nombok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/24/19/652737/pgn-kalau-harga-tak-sesuai-ya-pgn-nombok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/06/24/19/652737/pgn-kalau-harga-tak-sesuai-ya-pgn-nombok</guid><pubDate>Minggu 24 Juni 2012 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Maikel Jefriando</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/24/19/652737/qZSPM0DSxv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo PGN. (Foto: dokumentasi PGN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/24/19/652737/qZSPM0DSxv.jpg</image><title>Logo PGN. (Foto: dokumentasi PGN)</title></images><description>JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengimbau agar sektor industri menahan berbagai keinginannya, baik untuk meminta penurunan harga gas ataupun ketersediaan pasokan gas. Pasalnya, dengan kondisi yang dinilai cukup rumit saat ini, kerugian bisa saja akhirnya menimpa PGN, pemerintah ataupun industri sekalipun.&quot;Kita ngomong fakta aja, kalau kita tergerus, enggak punya dana yang cukup, ya matilah. Siapa yang bangun infrastrultur gas nanti,&quot; tegas Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso, saat ditemui wartawan di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Minggu (24/6/2012).Dia menuturkan, kenaikan harga untuk sektor hulu yang terjadi sebelumnya, disebabkan pemerintah ingin mendapatkan nilai lebih pada pendapatan negara. PGN, dalam hal ini, hanya menyesuaikan harga dari yang ditetapkan di hulu dengan harga jual.&quot;Penyesuaian harga yang sekarang itu sudah di level yang minimum. Kalau harga enggak segitu, ya PGN nombok,&quot; tegasnya.Bahkan dia mengakui bila keuntungan dalam bisnis ini sangat sedikit. Apalagi dengan pemakaian margin dan toll fee yang tanpa ada perubahan.Akan tetapi, Hendi mengatakan, dalam soal strategi bisnis, PGN juga memiliki rencana jangka panjang. Sehingga, jika merugi, banyak rencana yang sepertinya gagal, misalnya target konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas, bisa teratasi. Selain itu, juga percepatan pembangunan pipa distribusi gas ke Sarana Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).&quot;Kita ingin melakukan penambahan nilai, dengan lakukan pengolahan. Kami akan masuk ke proses, kita bisa mengekstrakan kandungan. Tapi yang paling penting dilakukan adalah konversi BBM ke gas dimulai dari transportasi. Ke depan, kita ada pengembangan lebih intensif dari jaringan pipa yang diperlukan, seperti misalnya SPBU yang terdekat dengan pipa, kita salurkan agar biusa jual BBG,&quot; papar Hendi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengimbau agar sektor industri menahan berbagai keinginannya, baik untuk meminta penurunan harga gas ataupun ketersediaan pasokan gas. Pasalnya, dengan kondisi yang dinilai cukup rumit saat ini, kerugian bisa saja akhirnya menimpa PGN, pemerintah ataupun industri sekalipun.&quot;Kita ngomong fakta aja, kalau kita tergerus, enggak punya dana yang cukup, ya matilah. Siapa yang bangun infrastrultur gas nanti,&quot; tegas Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso, saat ditemui wartawan di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Minggu (24/6/2012).Dia menuturkan, kenaikan harga untuk sektor hulu yang terjadi sebelumnya, disebabkan pemerintah ingin mendapatkan nilai lebih pada pendapatan negara. PGN, dalam hal ini, hanya menyesuaikan harga dari yang ditetapkan di hulu dengan harga jual.&quot;Penyesuaian harga yang sekarang itu sudah di level yang minimum. Kalau harga enggak segitu, ya PGN nombok,&quot; tegasnya.Bahkan dia mengakui bila keuntungan dalam bisnis ini sangat sedikit. Apalagi dengan pemakaian margin dan toll fee yang tanpa ada perubahan.Akan tetapi, Hendi mengatakan, dalam soal strategi bisnis, PGN juga memiliki rencana jangka panjang. Sehingga, jika merugi, banyak rencana yang sepertinya gagal, misalnya target konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas, bisa teratasi. Selain itu, juga percepatan pembangunan pipa distribusi gas ke Sarana Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).&quot;Kita ingin melakukan penambahan nilai, dengan lakukan pengolahan. Kami akan masuk ke proses, kita bisa mengekstrakan kandungan. Tapi yang paling penting dilakukan adalah konversi BBM ke gas dimulai dari transportasi. Ke depan, kita ada pengembangan lebih intensif dari jaringan pipa yang diperlukan, seperti misalnya SPBU yang terdekat dengan pipa, kita salurkan agar biusa jual BBG,&quot; papar Hendi.</content:encoded></item></channel></rss>
