<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Harus Waspadai Ekonomi Global</title><description>Indonesia harus memperhatikan kondisi perekonomian global di Amerika  Serikat (AS) dan Eropa yang cenderung belum membaik. Ini karena  dampaknya sudah mulai terasa kepada negara-negara berkembang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/27/20/654809/indonesia-harus-waspadai-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/06/27/20/654809/indonesia-harus-waspadai-ekonomi-global"/><item><title>Indonesia Harus Waspadai Ekonomi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/27/20/654809/indonesia-harus-waspadai-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/06/27/20/654809/indonesia-harus-waspadai-ekonomi-global</guid><pubDate>Rabu 27 Juni 2012 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/27/20/654809/QrrCdUMbRg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Agus Martowardojo. (Foto: Runi Sari/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/27/20/654809/QrrCdUMbRg.jpg</image><title>Menkeu Agus Martowardojo. (Foto: Runi Sari/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia harus memperhatikan kondisi perekonomian global di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang cenderung belum membaik. Ini karena dampaknya sudah mulai terasa kepada negara-negara berkembang.&quot;Yang kita harus antisipasi dengan meyakinkan, terjadinya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan kita tentu harus perhatikan kondisi di AS dan Eropa belum terlalu membaik,&quot; kata Menteri Keuangan Agus MArtowardojo, kala ditemui dalam acara 1st Asean Conference on Financial Inclusion, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (27/6/2012).Ditambahkan Agus, akibat adanya pelemahan itu, sektor perdagangan sudah terimbas dampaknya ke negara-negara berkembang. Oleh karena itu, negara berkembang harus terus melakukan reformasi struktural. &quot;Ini supaya perkembangan atau pertumbuhan ekonominya bisa terjaga,&quot; ujarnya singkat.Dengan adanya kewaspadaan itu, pemerintah optimistis target pertumbuhan perekonomian pada akhir 2012 akan mencapai target sebesar 6,5 persen. Agus menjelaskan, meskipun dikuartal-I 2012 pertumbuhan perekonomian hanya sekira 6,3 persen, namun dengan strategi yang akan dilakukan oleh pemerintah dirinya yakin target tersebut akan tercapai.&quot;Pengalaman kita, di kuartal 2, 3, dan 4 terjadi pertumbuhan yang lebih baik. Kalau nanti ada stimulus dalam bentuk pembiayaan infrastruktur dicairkan tentu akan membuat ekonomi kita lebih baik,&quot; ungkapnya.Agus melanjutkan, pertumbuhan perekonomian juga akan dapat meningkat karena ditopang dari rencana peningkatan pendapatan negara dari penghasilan tidak kena pajak, yang meningkat tersebut.&quot;Sehingga bisa membuat masyarakat akan bisa mendorong perekonomian, jadi kita harapkan nanti pertumbuhan ekonomi 6,5 persen bisa kita tetap kita capai,&quot; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia harus memperhatikan kondisi perekonomian global di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang cenderung belum membaik. Ini karena dampaknya sudah mulai terasa kepada negara-negara berkembang.&quot;Yang kita harus antisipasi dengan meyakinkan, terjadinya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan kita tentu harus perhatikan kondisi di AS dan Eropa belum terlalu membaik,&quot; kata Menteri Keuangan Agus MArtowardojo, kala ditemui dalam acara 1st Asean Conference on Financial Inclusion, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (27/6/2012).Ditambahkan Agus, akibat adanya pelemahan itu, sektor perdagangan sudah terimbas dampaknya ke negara-negara berkembang. Oleh karena itu, negara berkembang harus terus melakukan reformasi struktural. &quot;Ini supaya perkembangan atau pertumbuhan ekonominya bisa terjaga,&quot; ujarnya singkat.Dengan adanya kewaspadaan itu, pemerintah optimistis target pertumbuhan perekonomian pada akhir 2012 akan mencapai target sebesar 6,5 persen. Agus menjelaskan, meskipun dikuartal-I 2012 pertumbuhan perekonomian hanya sekira 6,3 persen, namun dengan strategi yang akan dilakukan oleh pemerintah dirinya yakin target tersebut akan tercapai.&quot;Pengalaman kita, di kuartal 2, 3, dan 4 terjadi pertumbuhan yang lebih baik. Kalau nanti ada stimulus dalam bentuk pembiayaan infrastruktur dicairkan tentu akan membuat ekonomi kita lebih baik,&quot; ungkapnya.Agus melanjutkan, pertumbuhan perekonomian juga akan dapat meningkat karena ditopang dari rencana peningkatan pendapatan negara dari penghasilan tidak kena pajak, yang meningkat tersebut.&quot;Sehingga bisa membuat masyarakat akan bisa mendorong perekonomian, jadi kita harapkan nanti pertumbuhan ekonomi 6,5 persen bisa kita tetap kita capai,&quot; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
